Tren Sewa Smartphone Kian Ramai, Risiko Account Takeover Mengintai
09 April 2025 |
19:11 WIB
Jasa sewa smartphone canggih, terutama iPhone menjadi tren saat musim Lebaran 2025. Ponsel pintar dengan spesifikasi tinggi tersebut dibutuhkan banyak orang untuk mengabadikan momen bersama keluarga, misalnya dalam bentuk foto dan video beresolusi tinggi.
Namun, di balik fenomena sewa iPhone, muncul sejumlah kekhawatiran mengenai risiko pencurian data dan pembajakan akun. Pasalnya, kini ponsel bukan sekadar alat komunikasi, melainkan simbol gaya hidup dan identitas digital.
Baca juga: Hari Backup Sedunia 31 Maret, Begini Cara-cara Melindungi Data Pribadi
Ponsel bersifat lebih pribadi ketimbang perangkat elektronik lain, lantaran di dalamnya menyimpan data-data pribadi. Sayangnya, masih banyak yang belum menyadari bahwa smartphone sewaan menyimpan potensi celah keamanan yang serius.
“Menyewa smartphone untuk keperluan sesaat memang praktis, tapi jangan lupa, perangkat itu bisa menyimpan jejak data sensitif kita," ujar Niki Luhur, Founder dan Group CEO VIDA, perusahaan penyedia solusi identitas digital bersertifikasi dan pencegahan fraud, dikutip dari keterangan resminya, Rabu (9/4/2025).
Lebih lanjut dia berujar, banyak orang tidak sadar saat menyewa smartphone dan menggunakannya untuk mengakses akun digital atau mengisi data pribadi seperti KTP dan foto pribadi (selfie), mereka sedang membuka celah bagi kejahatan online.
Fraudster alias orang yang melakukan tindakan penipuan atau kecurangan, mereka tidak perlu meretas sistem, karena celahnya sangat terbuka. Mulai dari data yang tersimpan otomatis, cache aplikasi, hingga akses residual ke iOS atau Android dari pemilik sebelumnya.
"Dengan itu, mereka bisa mengambil alih akun siapa pun hanya dalam hitungan menit dan itulah yang kita kenal sebagai Account Takeover," lanjutnya.
Berdasarkan laporan terbaru VIDA, "Where’s The Fraud? The State of Authentication and Account Takeovers in Indonesia," ditemukan fakta bahwa 97 persen perusahaan di Indonesia mengalami insiden Account Takeover dalam 12 bulan terakhir.
67 persen konsumen telah menjadi korban transaksi tidak sah di akun digital mereka. 7 dari 10 kasus serangan siber terhadap bisnis dan individu melibatkan akses tanpa izin dari perangkat atau lokasi yang tidak dikenal. 71 persen insiden Account Takeover berujung pada kerugian finansial atau transaksi tidak sah.
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada saat menggunakan perangkat sewaan terutama ketika mengakses layanan penting seperti perbankan digital, dompet digital, e-commerce, hingga media sosial.
Pasalnya, perangkat sewaan menyimpan risiko keamanan tinggi, terutama jika digunakan untuk login, transaksi, atau verifikasi identitas digital. Berikut langkah-langkah penting yang dapat dilakukan saat menyewa smartphone sambil tetap memperhatikan keamanan data pribadi.
Autentikasi berlapis adalah metode keamanan yang menggunakan lebih dari satu langkah untuk verifikasi identitas pengguna. Pengguna memasukkan kata sandi, lalu langkah lainnya seperti menjawab pertanyaan rahasia, memindai sidik jari, atau memasukkan kode tertentu
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Namun, di balik fenomena sewa iPhone, muncul sejumlah kekhawatiran mengenai risiko pencurian data dan pembajakan akun. Pasalnya, kini ponsel bukan sekadar alat komunikasi, melainkan simbol gaya hidup dan identitas digital.
Baca juga: Hari Backup Sedunia 31 Maret, Begini Cara-cara Melindungi Data Pribadi
Ponsel bersifat lebih pribadi ketimbang perangkat elektronik lain, lantaran di dalamnya menyimpan data-data pribadi. Sayangnya, masih banyak yang belum menyadari bahwa smartphone sewaan menyimpan potensi celah keamanan yang serius.
“Menyewa smartphone untuk keperluan sesaat memang praktis, tapi jangan lupa, perangkat itu bisa menyimpan jejak data sensitif kita," ujar Niki Luhur, Founder dan Group CEO VIDA, perusahaan penyedia solusi identitas digital bersertifikasi dan pencegahan fraud, dikutip dari keterangan resminya, Rabu (9/4/2025).
Lebih lanjut dia berujar, banyak orang tidak sadar saat menyewa smartphone dan menggunakannya untuk mengakses akun digital atau mengisi data pribadi seperti KTP dan foto pribadi (selfie), mereka sedang membuka celah bagi kejahatan online.
Fraudster alias orang yang melakukan tindakan penipuan atau kecurangan, mereka tidak perlu meretas sistem, karena celahnya sangat terbuka. Mulai dari data yang tersimpan otomatis, cache aplikasi, hingga akses residual ke iOS atau Android dari pemilik sebelumnya.
"Dengan itu, mereka bisa mengambil alih akun siapa pun hanya dalam hitungan menit dan itulah yang kita kenal sebagai Account Takeover," lanjutnya.
Berdasarkan laporan terbaru VIDA, "Where’s The Fraud? The State of Authentication and Account Takeovers in Indonesia," ditemukan fakta bahwa 97 persen perusahaan di Indonesia mengalami insiden Account Takeover dalam 12 bulan terakhir.
67 persen konsumen telah menjadi korban transaksi tidak sah di akun digital mereka. 7 dari 10 kasus serangan siber terhadap bisnis dan individu melibatkan akses tanpa izin dari perangkat atau lokasi yang tidak dikenal. 71 persen insiden Account Takeover berujung pada kerugian finansial atau transaksi tidak sah.
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada saat menggunakan perangkat sewaan terutama ketika mengakses layanan penting seperti perbankan digital, dompet digital, e-commerce, hingga media sosial.
Pasalnya, perangkat sewaan menyimpan risiko keamanan tinggi, terutama jika digunakan untuk login, transaksi, atau verifikasi identitas digital. Berikut langkah-langkah penting yang dapat dilakukan saat menyewa smartphone sambil tetap memperhatikan keamanan data pribadi.
1. Jangan Menyimpan Informasi Penting
Hindari menyimpan informasi sensitif di perangkat sewaan, seperti password, PIN atau data perbankan. Informasi tersebut bisa disalahgunakan untuk pencurian identitas, pengurasan rekening, atau pemerasan.2. Reset Perangkat Sebelum dan Setelah Digunakan
Pastikan perangkat telah di-reset (factory reset) sebelum dan sesudah penggunaan untuk menghapus jejak data pribadi. Untuk mereset iPhone ke pengaturan pabrik, ikuti langkah-langkah berikut:- Cadangkan perangkat
- Buka Pengaturan
- Ketuk Umum
- Ketuk Transfer atau Atur Ulang
- Ketuk Atur Ulang
- Ketuk Hapus Konten & Pengaturan
- Masukkan kode sandi atau kata sandi ID Apple
- Konfirmasikan untuk menghapus perangkat
- Tunggu hingga perangkat dihapus
3. Gunakan Autentikasi Berlapis
Gunakan autentikasi berlapis atau multi-factor authentication (MFA) saat masuk ke akun digital untuk mencegah akses tidak sah dan melindungi data pribadi dari ancaman siber. MFA dapat digunakan di berbagai layanan, seperti email, e-commerce, dan layanan perbankan.Autentikasi berlapis adalah metode keamanan yang menggunakan lebih dari satu langkah untuk verifikasi identitas pengguna. Pengguna memasukkan kata sandi, lalu langkah lainnya seperti menjawab pertanyaan rahasia, memindai sidik jari, atau memasukkan kode tertentu
4. Hindari Login Akun Penting
Sebisa mungkin, hindari login akun penting di perangkat yang bukan milik pribadi. Misalnya e-mail, e-commerce, e-wallet, aplikasi perbankan, aplikasi layanan publik seperti Mobile JKN, e-Samsat, dan dan lainnya. Peretas bisa mencuri informasi sensitif seperti kata sandi yang terhubung dengan data pribadi lainnya.(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.