Potensi Wisata Indonesia Jadi Harapan di Tengah Perang Dagang
05 April 2025 |
16:00 WIB
Di tengah hambatan sektor perdagangan yang terjadi akibat kebijakan proteksionisme pemerintah Amerika Serikat, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menekankan sektor pariwisata dapat menjadi solusi lantaran tidak terdampak. Indonesia memiliki keunggulan dalam sektor pariwisata dari sisi alam, budaya, hingga kreativitas.
Putri mengatakan bahwa Indonesia mampu mengoptimalkan potensi besar yang dimiliki oleh sektor pariwisata sebagai sumber devisa utama yang bebas dari hambatan perdagangan. Ketika ekspor barang terkena tarif tinggi, terdapat sektor lain yang harus dilihat dan bisa menjadi penyeimbang.
Baca juga: Cek Rekomendasi Destinasi Wisata di Sekitar Jalur Mudik Selatan atau Pansela
“Pariwisata adalah bentuk ekspor jasa yang tidak terganggu oleh kebijakan tarif dagang. Dengan menarik lebih banyak wisatawan mancanegara, kita dapat menjaga stabilitas Rupiah dan cadangan devisa,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Hypeabis.id pada Sabtu (5/4/2025).
Dia pun mengajak para pemangku kepentingan di sektor pariwisata untuk memperhatikan tiga strategi utama dalam menghadapi kondisi global yang terjadi. Pertama, dia ingin para pelaku usaha pariwisata di seluruh Indonesia bersiap dan beraksi memanfaatkan peluang yang ada dalam kondisi global saat ini agar mendorong Indonesia sebagai tujuan wisata dunia.
Semua pihak perlu melakukan persiapan, baik tujuan, produk, usaha, tenaga kerja, dan promosi yang terarah secara terintegrasi. “Didukung upaya promosi dan pengembangan yang Pemerintah lakukan, Kemenpar optimistis upaya ini akan menjadi sumber devisa yang tinggi, memitigasi dinamika global dan menjadi ekspor jasa penyeimbang,” ujarnya.
Dia menuturkan, Indonesia memiliki potensi inheren pariwisata yang sangat tinggi dengan kekayaan alam, seni budaya, dan juga kreativitas masyarakat pada saat ini. Meskipun begitu, persebaran 13,9 juta wisatawan mancanegara yang ada di Indonesia masih terpusat di sejumlah tujuan.
Kedua, dia mengingatkan kepada para pemangku kepentingan di sektor pariwisata bahwa potensi pariwisaata Indonesia sangat luas, sehingga tidak terbatas di destinasi tertentu saja. Salah satu di antaranya adalah desa.
Pemerintah terus mengembangkan desa wisata dan mendorong kegiatan ekonomi berbasis pariwisata di seluruh Indonesia sebagai bagian dari strategi lainnya. “Langkah ini bertujuan untuk mendistribusikan manfaat ekonomi secara merata dan mengurangi ketergantungan terhadap sektor ekspor manufaktur yang terkena dampak tarif,” katanya.
Ketiga, Putri mengajak pelaku usaha di sektor pariwisata tidak sekadar mengejar jumlah kunjungan. Dia ingin seluruh pihak berupaya menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas dan dapat membuat spending wisatawan lebih tinggi.
Baca juga: Rekomendasi 15 Tempat Wisata Ikonis di Jawa Tengah
Data menunjukkan bahwa segmen wisatawan yang rela mengeluarkan biaya untuk pengalaman wisata berkualitas relatif memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap fluktuasi harga global.
“Kemenpar mengidentifikasi, ruang untuk pelaku usaha pariwisata Indonesia untuk mengembangkan hal ini masih terbuka luas dan Kemenpar mendukung penuh upaya ini. Inilah juga yang Kemenpar bawa dalam program unggulan Pariwisata Naik Kelas, yang berfokus kepada sektor maritim, gastronomi, dan wellness,” katanya.
Putri mengatakan bahwa Indonesia mampu mengoptimalkan potensi besar yang dimiliki oleh sektor pariwisata sebagai sumber devisa utama yang bebas dari hambatan perdagangan. Ketika ekspor barang terkena tarif tinggi, terdapat sektor lain yang harus dilihat dan bisa menjadi penyeimbang.
Baca juga: Cek Rekomendasi Destinasi Wisata di Sekitar Jalur Mudik Selatan atau Pansela
“Pariwisata adalah bentuk ekspor jasa yang tidak terganggu oleh kebijakan tarif dagang. Dengan menarik lebih banyak wisatawan mancanegara, kita dapat menjaga stabilitas Rupiah dan cadangan devisa,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Hypeabis.id pada Sabtu (5/4/2025).
Dia pun mengajak para pemangku kepentingan di sektor pariwisata untuk memperhatikan tiga strategi utama dalam menghadapi kondisi global yang terjadi. Pertama, dia ingin para pelaku usaha pariwisata di seluruh Indonesia bersiap dan beraksi memanfaatkan peluang yang ada dalam kondisi global saat ini agar mendorong Indonesia sebagai tujuan wisata dunia.
Semua pihak perlu melakukan persiapan, baik tujuan, produk, usaha, tenaga kerja, dan promosi yang terarah secara terintegrasi. “Didukung upaya promosi dan pengembangan yang Pemerintah lakukan, Kemenpar optimistis upaya ini akan menjadi sumber devisa yang tinggi, memitigasi dinamika global dan menjadi ekspor jasa penyeimbang,” ujarnya.
Dia menuturkan, Indonesia memiliki potensi inheren pariwisata yang sangat tinggi dengan kekayaan alam, seni budaya, dan juga kreativitas masyarakat pada saat ini. Meskipun begitu, persebaran 13,9 juta wisatawan mancanegara yang ada di Indonesia masih terpusat di sejumlah tujuan.
Kedua, dia mengingatkan kepada para pemangku kepentingan di sektor pariwisata bahwa potensi pariwisaata Indonesia sangat luas, sehingga tidak terbatas di destinasi tertentu saja. Salah satu di antaranya adalah desa.
Pemerintah terus mengembangkan desa wisata dan mendorong kegiatan ekonomi berbasis pariwisata di seluruh Indonesia sebagai bagian dari strategi lainnya. “Langkah ini bertujuan untuk mendistribusikan manfaat ekonomi secara merata dan mengurangi ketergantungan terhadap sektor ekspor manufaktur yang terkena dampak tarif,” katanya.
Ketiga, Putri mengajak pelaku usaha di sektor pariwisata tidak sekadar mengejar jumlah kunjungan. Dia ingin seluruh pihak berupaya menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas dan dapat membuat spending wisatawan lebih tinggi.
Baca juga: Rekomendasi 15 Tempat Wisata Ikonis di Jawa Tengah
Data menunjukkan bahwa segmen wisatawan yang rela mengeluarkan biaya untuk pengalaman wisata berkualitas relatif memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap fluktuasi harga global.
“Kemenpar mengidentifikasi, ruang untuk pelaku usaha pariwisata Indonesia untuk mengembangkan hal ini masih terbuka luas dan Kemenpar mendukung penuh upaya ini. Inilah juga yang Kemenpar bawa dalam program unggulan Pariwisata Naik Kelas, yang berfokus kepada sektor maritim, gastronomi, dan wellness,” katanya.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.