Petugas melakukan pemantauan hilal di Monumen Nasional, Jakarta, Jumat (28/2/2025). (Sumber foto: JIBI/Bisnis/Fanny Kusumawardhani)

Sidang Isbat Penentu Idulfitri Digelar 29 Maret 2025, Ini Proses dan Metodenya

28 March 2025   |   11:11 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Puasa Ramadan tahun ini telah memasuki hari ke-28, menandakan bahwa Idulfitri semakin dekat dan tinggal menghitung hari. Untuk menentukan tanggal pasti Lebaran 2025, pemerintah akan menggelar sidang Isbat pada Sabtu, 29 Maret 2025, guna memastikan awal bulan Syawal sesuai dengan hasil pemantauan hilal.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Agama, proses penetapan 1 Syawal 1446 Hijriah akan diawali dengan seminar mengenai posisi hilal pada pukul 16.30 WIB hingga menjelang Magrib. Selanjutnya, sidang Isbat akan berlangsung secara tertutup pada pukul 18.45 WIB, dengan dihadiri oleh perwakilan duta besar negara sahabat, ahli falak, serta perwakilan organisasi Islam.

Baca juga: Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri Pada 31 Maret 2025

Pemerintah juga mengundang perwakilan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), BRIN, LAPAN, Planetarium Bosscha, dan lembaga lainnya yang terkait dengan penetapan 1 syawal. Adapun, Kementerian Agama akan mengumumkan hasil sidang Isbat dalam konferensi pers.

Dalam proses penentuan Lebaran 2025, pemerintah akan menggunakan 2 metode, yakni hisab dan rukyat. Pada saat ini, berdasarkan perhitungan astronomi atau hisab, ijtimak atau konjungsi terjadi pada 29 Maret 2025 pukul 17:57:57 WIB.

Berdasarkan data astronomi, posisi hilal berkisar antara -3 di Papua atau -1 di Aceh ketika matahari terbenam. Kementerian Agama akan melakukan verifikasi mengenai perhitungan data astronomi yang dilakukan melalui mekanisme rukyat.

Dalam proses rukyatul hilal, ada dua dimensi yang akan dijalankan. Pertama adalah ta’abbudi. Nabi Muhammad SAW sudah melakukan sejak dahulu saat akan mengawali atau mengakhiri puasa. Kedua adalah dimensi pengetahuan, yakni rukyat merupakan proses konfirmasi atas data-data hisab dan astronomis. Dalam melakukan konfirmasi, pemerintah akan menggunakan alat canggih.

Rencananya, proses rukyatul hilal akan berlangsung 33 titik di seluruh Indonesia. Namun, pada tahun ini, seiring dengan perayaan Nyepi, rukyatul hilal tidak akan dilaksanakan di Bali.

Sementara itu, dikutip dari laman Muhammadiyah, berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1446 Hijriah, pimpinan pusat Muhammadiyah mengumumkan 1 syawal 1446 H adalah pada Senin Pahing, 31 Maret 2025.

Dalam maklumat tersebut, pada Sabtu Kliwon, 29 Ramadan 1446 Hijriah bertepatan dengan 29 Maret 2025, ijtimak jelang Syawal 1446 Hijriah terjadi pada pukul 17:59:51 WIB. Kemudian, tinggi bulan pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta (f = -07° 48¢ LS dan l = 110° 21¢ BT) = -01° 59¢ 04² (Hilal belum wujud).

“Pada saat matahari terbenam, Sabtu, 29 Maret 2025 M, di seluruh wilayah Indonesia Bulan berada di bawah ufuk Hilal belum wujud]. Umur bulan Ramadan 1446 H disempurnakan [Istikmal] 30 hari,” demikian tertulis

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

7 Film & Serial Tayang April 2025 di Prime Video

BERIKUTNYA

Daftar Aplikasi Pantau Lalu Lintas Mudik Lebaran 2025

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: