GT World Challenge Asia Siap Digelar di Mandalika Mei 2025
12 March 2025 |
10:30 WIB
Ajang balap mobil bergengsi di kawasan, GT World Challenge Asia bakal digelar di Pertamina Mandalika International Circuit pada 9-11 Mei 2025. Saat ini, sirkuit Mandalika tengah dibenahi untuk memenuhi standar dunia guna mendapatkan homologasi FIA Grade 3.
Dikutip dari laman resmi, GT World Challenge Asia merupakan balap mobil Grand Touring (GT) yang diselenggarakan oleh SRO Motorsports Group. Sejak 2017 sampai akhir 2023, ajang ini merupakan seri multikelas yang terdiri dari mobil GT3 dan GT4.
Dikutip dari laman resmi, GT World Challenge Asia merupakan balap mobil Grand Touring (GT) yang diselenggarakan oleh SRO Motorsports Group. Sejak 2017 sampai akhir 2023, ajang ini merupakan seri multikelas yang terdiri dari mobil GT3 dan GT4.
Pada 2024, ajang ini menggunakan format khusus GT3 yang sama seperti World Challenge di benua lainnya. Dalam proses balapannya, mobil yang ikut serta memiliki maksimal 2 pembalap yang lolos kualifikasi.
Keduanya, memulai salah satu dari dua balapan akhir pekan. Tidak hanya itu, pembalap tersebut juga harus bertukar tempat dengan rekan selama jeda pitstop wajib yang berlangsung selama 10 menit.
Dalam laman ITDC, GT World Challenge Asia 2025 akan diikuti oleh 66 pembalap dari 21 negara yang tergabung dalam 33 tim. Seri ini menampilkan 30 mobil GT3 dari tim top seperti Absolute Racing (Porsche dan Lamborghini), Origine Motorsport (China, Porsche), Phantom Racing (China, Audi dan Porsche), Plus Racing (Jepang, BMW M4 GT3), Climax Racing (Mercedes-AMG GT3), dan pembalap lokal Setiawan (Aston Martin) serta David Tjiptobiantoro (Ferrari).
Mandalika Grand Prix Association (MGPA), pengelola dan penanggung jawab atas penyelenggaraan event balapan motor dan event entertainment kelas dunia di Sirkuit Mandalika, tengah melakukan pengerjaan pemotongan run-off aspal dan penambahan gravel dalam rangka persiapan ajang tersebut.
Priandhi Satria, Direktur Utama MGPA mengatakan bahwa pekerjaan fisik memotong permukaan lintasan adalah untuk mendapatkan homologasi FIA Grade 3. “Kami di MGPA berkomitmen untuk memenuhi semua standar homologasi FIA Grade-3, termasuk pemotongan aspal dan penambahan gravel,” katanya dalam pesan kepada Hypeabis.id pada Selasa (11/3/2025).
Baca juga: TDR Trackday 2025, Uji Coba Kesiapan Mandalika Sambut MotoGP Indonesia
Dia menuturkan bahwa pemotongan fisik lintasan merupakan salah satu langkah lain yang dikerjakan oleh MGPA untuk memenuhi homologasi FIA. Selain pemotongan asphalt dan penambahan gravel, manajemen juga sudah melakukan beberapa pekerjaan sesuai dengan catatan FIA.
Pekerjaan itu seperti menambah susunan ban menjadi 6, ban yang berdiri harus ditidurkan, dan ban yang ditidurkan harus dilapisi conveyer belt.
Pada kesempatan yang sama, VP Motorsport MGPA Donny Mahardjono menjelaskan bahwa pemotongan aspal dilakukan di beberapa titik. Pertama adalah di T1 exit atau T2 entry dengan luas 10.789,2 meter persegi.
Pemotongan kedua terjadi di T5 entry seluas 858 meter persegi. Kemudian, pemangkasan ketiga berada di titik T10 entry dengan luas 992,8 meter persegi. Selain itu, pemotongan lintasan juga terjadi di T10 exit atau T11 entry seluas 3127.2 meter persegi, dan T13 entry seluas 780.8 meter persegi.
Dengan begitu, sirkuit yang berada di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), Indonesia, dapat mendatangkan lebih banyak pembalap internasional dan wisatawan lokal serta mancanegara.
"Kehadiran penggemar otomotif, serta melalui pemberitaan di berbagai media lokal dan media asing pasti akan lebih memperkenalkan Mandalika, Lombok, NTB dan Indonesia di dunia, dengan harapan tingkat kedatangan turis lokal dan asing semakin meningkat,” katanya.
Untuk diketahui, pada saat ini, Pertamina Mandalika International Circuit merupakan salah satu tempat penyelenggaraan ajang balap sepeda motor MotoGP, yakni pada 2022, 2023, dan 2024. Ajang balap itu juga akan diselenggarakan pada 2025, yakni pada 3-5 Oktober 2025.
Di Pertamina Mandalika International Circuit, pembalap MotoGP yang sudah mencatatkan namanya sebagai juara adalah Miguel Oliveira, Francesco Bagnaia, dan Jorge Martin. Sementara itu, pemilik catatan waktu terbaik di sirkuit ini adalah Jorge Martin dengan 1 menit 29,088 detik.
Mandalika Grand Prix Association (MGPA), pengelola dan penanggung jawab atas penyelenggaraan event balapan motor dan event entertainment kelas dunia di Sirkuit Mandalika, tengah melakukan pengerjaan pemotongan run-off aspal dan penambahan gravel dalam rangka persiapan ajang tersebut.
Priandhi Satria, Direktur Utama MGPA mengatakan bahwa pekerjaan fisik memotong permukaan lintasan adalah untuk mendapatkan homologasi FIA Grade 3. “Kami di MGPA berkomitmen untuk memenuhi semua standar homologasi FIA Grade-3, termasuk pemotongan aspal dan penambahan gravel,” katanya dalam pesan kepada Hypeabis.id pada Selasa (11/3/2025).
Baca juga: TDR Trackday 2025, Uji Coba Kesiapan Mandalika Sambut MotoGP Indonesia
Dia menuturkan bahwa pemotongan fisik lintasan merupakan salah satu langkah lain yang dikerjakan oleh MGPA untuk memenuhi homologasi FIA. Selain pemotongan asphalt dan penambahan gravel, manajemen juga sudah melakukan beberapa pekerjaan sesuai dengan catatan FIA.
Pekerjaan itu seperti menambah susunan ban menjadi 6, ban yang berdiri harus ditidurkan, dan ban yang ditidurkan harus dilapisi conveyer belt.
Pada kesempatan yang sama, VP Motorsport MGPA Donny Mahardjono menjelaskan bahwa pemotongan aspal dilakukan di beberapa titik. Pertama adalah di T1 exit atau T2 entry dengan luas 10.789,2 meter persegi.
Pemotongan kedua terjadi di T5 entry seluas 858 meter persegi. Kemudian, pemangkasan ketiga berada di titik T10 entry dengan luas 992,8 meter persegi. Selain itu, pemotongan lintasan juga terjadi di T10 exit atau T11 entry seluas 3127.2 meter persegi, dan T13 entry seluas 780.8 meter persegi.
Event balap lebih banyak
Selain untuk persiapan balap mobil GT World Challenge Asia, Priandhi juga berharap berbagai ajang balap mobil ini akan menjadi lebih banyak setelah Pertamina Mandalika International Circuit mendapatkan homologasi FIA grade 3.Dengan begitu, sirkuit yang berada di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), Indonesia, dapat mendatangkan lebih banyak pembalap internasional dan wisatawan lokal serta mancanegara.
"Kehadiran penggemar otomotif, serta melalui pemberitaan di berbagai media lokal dan media asing pasti akan lebih memperkenalkan Mandalika, Lombok, NTB dan Indonesia di dunia, dengan harapan tingkat kedatangan turis lokal dan asing semakin meningkat,” katanya.
Untuk diketahui, pada saat ini, Pertamina Mandalika International Circuit merupakan salah satu tempat penyelenggaraan ajang balap sepeda motor MotoGP, yakni pada 2022, 2023, dan 2024. Ajang balap itu juga akan diselenggarakan pada 2025, yakni pada 3-5 Oktober 2025.
Di Pertamina Mandalika International Circuit, pembalap MotoGP yang sudah mencatatkan namanya sebagai juara adalah Miguel Oliveira, Francesco Bagnaia, dan Jorge Martin. Sementara itu, pemilik catatan waktu terbaik di sirkuit ini adalah Jorge Martin dengan 1 menit 29,088 detik.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.