Rasa bosan menjadi salah satu alasan orang menunda pekerjaan (Sumber gambar/ilustrasi: Pexels/ cottonbro studio)

Ini Alasan Sejumlah Orang Kerap Menunda Pekerjaan

04 March 2025   |   08:16 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Produktivitas menjadi sangat penting dalam berkarya. Namun, tidak jarang banyak orang merasa kurang motivitasi lantaran kerap merasa lelah dan menunda pekerjaan. Terkait ini, Genhype perlu memastikan bahwa tubuh benar-benar membutuhkan waktu untuk beristirahat sehingga tidak terjebak prokrastinasi.

Kelelahan dan membuat tubuh perlu istirahat berbeda dengan prokrastinasi. Dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, prokrastinasi memiliki arti kebiasaan menunda-nunda pekerjaan. 

Baca juga: Deretan Pekerjaan yang Dibutuhkan pada Masa Depan di Indonesia

Menunda pekerjaan ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru dalam kehidupan manusia dan sudah ada sejak lama. Dalam laman Association for Psychological Science, penyair asal Yunani, yakni Hesiod sejak sekitar 800 SM sudah memperingatkan orang agar tidak menunda pekerjaan sampai besok atau lusa,

Tidak hanya itu, kegiatan menunda juga sudah tidak disenangi sejak lama karena menimbulkan kerugian. Banyak orang membenci kegiatan menunda-nunda pekerjaan sejak zaman konsul Romawi Cicero.

Ada banyak alasan individu kerap menunda pekerjaan atau kegiatannya. Mereka yang kerap melakukan penundaan memiliki tingkat stres yang lebih tinggi dan tingkat kesejahteraan yang lebih rendah.

Prokrastinasi yang sebenarnya adalah kegagalan dalam mengatur diri yang rumit. Para ahli mendefinisikan sebagai penundaan sukarela atas beberapa tugas penting yang ingin dilakukan meskipun sadar tentang dampaknya yang akan merugikan.

Banyak orang salah paham tentang penundaan karena menilai tidak bahaya dan mungkin dapat membantu untuk meraih yang terbaik. Tidak hanya itu, mereka juga kerap memiliki anggapan tidak masalah tentang waktu pekerjaan selama pada akhirnya dapat diselesaikan.

APS Fellow Joseph Ferrari yang merupakan seorang profesor psikologi di Universitas DePaul menemukan semua orang pernah melakukan menunda pekerjaannya. Namun, belum tentu mereka yang melakukan penundaan adalah prokrastinator – pelaku prokrastinasi.

Dia mencontohkan, orang yang bukan prokrastinator akan melakukan pekerjaan dengan urutan tertentu. Misal, ada 12 pekerjaan yang harus dilakukan, individu akan menyelesaikannya berdasarkan urutan dan menunda yang lainnya.

Sementara itu, seorang prokrastinator mungkin akan mengerjakan 1 atau 2 tugas dari 12 yang harus dikerjakan. Kemudian, individu tersebut akan menulis ulang daftar tugas yang harus dilakukan dan mengacak-acaknya. Lalu, dia membuat salinan tambahannya.

Dikutip dari laman McLean Hospital, suatu studi pada 2014 mengungkapkan bahwa 20 persen-25 persen orang dewasa di seluruh dunia adalah penunda kronis. Ada beberapa alasan yang membuat orang melakukan prokrastinasi. Berikut sejumlah alasannya:


Perfeksionisme

Individu yang memiliki sifat perfeksionimse mungkin kerap melakukan penundaan tugas lantaran meyakini tugas yang akan dikerjakan tidak dapat selesai dengan baik atau dapat gagal total.

Individu tersebut mungkin mencoba menunda tugas sampai tiba-tiba merasa lebih terinspirasi atau memiliki ide yang lebih baik, meskipun inspirasi lebih mungkin muncul setelah sesorang memulai tugasnya.


Takut dan cemas

Rasa takut dan cemas dalam diri seseorang juga menjadi salah satu faktor individu kerap melakukan penundaan tugas. Semakin takut atau cemas terhadap suatu tugas, maka kian besar kemungkinan untuk menundanya.

Tidak hanya itu, rasa takut dan cemas akan perlakuan orang terhadap tugas yang diberikan juga menjadi salah satu alasan seseorang kerap melakukan penundaan.


Bosan

Rasa bosan juga menjadi salah satu kemungkinan individu melakukan penundaan pekerjaan yang seharusnya dilakukan. Seseorang yang menganggap suatu aktivitas membosankan atau tidak menyenangkan cenderung menunda tugasnya.


Tidak yakin terhadap diri sendiri

Rasa percaya diri yang rendah terhadap kemampuan diri sendiri menjadi alasan lain individu melakukan penundaan tugas yang seharusnya bisa segera dimulai. Jadi, percaya bahwa seseorang dapat menyelesaikan pekerjaan yang diberikan sangat penting.


Distraksi

Gangguan dari hal lain yang ada di sekitar juga dapat menjadi penyebab seseorang kerap menunda pekerjaan. Bukan rahasia umum jika banyak orang pada saat ini lebih tertarik dengan media sosial daripada aktivitas lain.

Peneliti meyakini prokrastinasi mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Di antara berbagai penyebab yang ada, teknologi menjadi salah satu faktor penyebabnya.

Editor: Fajar Sidik 

SEBELUMNYA

Hearts2Hearts Pecahkan Rekor Penjualan saat Debut, Lampaui BABYMONSTER

BERIKUTNYA

Resep Avocado Milk Cheese, Takjil Manis dan Segar untuk Buka Puasa

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: