Lia Soraya hadirkan koleksi bertajuk “Timeless Grace” (sumber : Dewi Andriani)

6 Seri Koleksi Modest Fashion Berkonsep Timeless Grace dari Desainer Lia Soraya

03 March 2025   |   15:53 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Dalam dunia fashion, menciptakan karya yang relevan dan timeless bukanlah perkara mudah. Namun, desainer Lia Soraya berhasil membuktikannya lewat koleksi eksklusif bertajuk Timeless Grace, sebagai buah karya dari perjalanan panjangnya di industri modest fashion sejak 2002.

Dikenal dengan desain yang romantis, feminin, dan elegan, Lia Soraya kembali mempertahankan identitasnya dalam koleksinya kali ini. Setiap rancangannya menampilkan detail khas seperti tulisan tangan, bordir manual wastra Indonesia, serta metal tag dengan embos motif signature Lia Soraya.

Baca juga: Tex Saverio Gaet Bubah Alfian & Paula Verhoeven, Luncurkan Koleksi Scarf Penuh Afirmasi Positif

Konsep Timeless Grace hadir dalam enam seri yang masing-masing memiliki filosofi unik, terinspirasi dari keanggunan, keberanian, dan keteguhan seorang wanita. Dengan memadukan potongan yang unik dan material eksklusif seperti organdi, lace, satin silk, dan chiffon, koleksi ini menghadirkan keindahan dalam balutan warna nude, hitam, etoupe, hingga emas.

Seri pertama adalah seri JAWHAR yang dalam Bahasa Arab berarti perhiasan dan melambangkan keindahan dan kemewahan. "Karya ini memadukan keindahan mutiara, salah satu sumber kekayaan alam di Indonesia, dengan manik-manik (beads) dan kristal Swarovski. Terdapat daerah penghasil mutiara di Indonesia, salah satunya Raja Ampat," ujar Lia.

Setiap mutiara yang memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda, dirangkai menjadi kesatuan motif yang indah dan memiliki makna dan filosofi tersendiri. Seri Jawhar menampilkan perpaduan siluet A-line dan princess dress yang terinspirasi gelombang air laut dengan cutting yang unik dan modern.

Seri kedua bertema SUMAYYAH yang dalam Bahasa Arab memiliki makna memperindah atau mengesankan. Mahakarya ini memadukan inspirasi dari keindahan flora Indonesia yang beraneka ragam dan elemen etnik dari bentuk geometrik sehingga menciptakan harmoni yang memikat antara unsur alam dan budaya.

Seri Sumayyah mencerminkan keberanian yang terlihat dari motif geometrik yang terkesan tegas dan tangguh, namun tetap memiliki sisi feminin dan elegan melalui siluet busananya. "Bahan yang digunakan terbilang beragam, seperti organdi, chantily, lace, baby corduroy, scuba, knit, most crepe, dan satin silk dalam pilihan warna nude, denim, hitam, etoupe, dan gold yang diaplikasikan dalam siluet A-line dan trumpet," terangnya.

Bordir bunga menjadi sorotan dari ornamen seri Sumayyah yang melambangkan keanggunan alam yang abadi, seperti kelopak bunga yang mekar penuh harapan. Setiap detail bordir dirancang secara presisi dan menciptakan visual yang halus. Motif printing sulur dan dedaunan yang mencerminkan hutan tropis, menambah dimensi yang dinamis namun tetap elegan.

Seri ketiga bertema AISYAH yang dalam Bahasa Arab memiliki makna hidup atau penuh kehidupan. Terinspirasi dari istri Rasulullah, Siti Aisyah yang merupakan wanita muda, energik, dan cerdas, koleksi Aisyah turut menyampaikan pesan-pesan sederhana untuk muslimah melalui tulisan dalam bentuk bordir yang terdapat pada setiap busananya.

Tulisan pesan tersebut dirangkai sepenuh hati agar sampai ke hati para pencinta brand Lia Soraya. "Koleksi Aisyah memberikan kesan simple dan energik, tapi tetap feminin dan elegan yang ditampilkan melalui siluet A-line," ujarnya.

Seri keempat bertema YASMIN yang dalam Bahasa Arab memiliki arti bunga melati dan simbol keindahan, keharuman, dan kelembutan. Terinspirasi dari bunga melati yang tumbuh di halaman rumah yang indah, koleksi ini menampilkan keanggunan wanita bangsawan yang elegan.

Bunga melati yang memiliki aroma dan warna yang khas memberikan kesan anggun untuk setiap penikmatnya. Bunga melati diaplikasikan menjadi motif bordir dan printing yang dipadukan dengan bordir tulisan yang indah. Setiap detail bordir dibuat secara presisi dan halus.

Bordir dikombisikan pula dengan detail ruffle dan taburan beads dan kristal Swarovski. Material yang digunakan yaitu organdi, chantily, lace, dan satin silk dengan warna nude, hitam, etoupe, dan biru. Siluet A-line dan cutting yang unik kembali diaplikasikan dalam koleksi seri ini.

Seri kelima bertema FATIMAH, terinspirasi dari putri bungsu Rasulullah yang bernama Fatimah. Dalam Bahasa Arab, nama Fatimah memilki arti menyenangkan, menawan, dan kelembutan hati. Arti tersebut sesuai dengan sifat Fatimah Az-Zahra.

Seri ini menerapkan konsep busana muslim syar’i modern sesuai dengan kaidah Islam, namun tidak menghilangkan nilai fungsi dan estetika serta mengadaptasi perkembangan tren  fashion. Koleksi Fatimah memberikan kesan anggun dan elegan dengan cutting yang relatif simple dan unik.

Seri keenam bertema MUMTAZZAH yang dalam Bahasa Arab memiliki arti istimewa, hebat dan terhormat. Melalui koleksi Mumtazzah ini, Lia Soraya ingin wanita muslimah menjadi istimewa dengan kehebatan yang dimiliki.

Terinspirasi dari gelombang air laut yang memiliki irama yang indah dan dinamis serta menciptakan memori yang istimewa, seri ini menerapkan desain modern dan chic namun tetap memberikan kesan elegan. Koleksi Mumtazzah menonjolkan cutting asimetris yang unik dengan pengerjaan yang rumit, sehingga menciptakan tampilan semi avant grade.

Baca juga: Chiki Fawzi Mengenang Mendiang Marissa Haque Lewat Koleksi Busana Nglethis Series

Ornamen 3D menjadi sorotan dari seri Mumtazzah dengan bordir tempel bentuk daun yang melambangkan keindahan alam, serta dilengkapi ornamen lain seperti plisket dan kristal Swarovski. Dengan desain yang simple dan cenderung minimalis, koleksi Mumtazzah lebih menekankan pada kreasi pola unik yang memberikan tampilan yang dinamis.


Lia Soraya, Dua Dekade Berkarya

Sejak mendirikan brand Lia Soraya pada 2013, desainer asal Purwakarta ini telah menorehkan namanya dalam industri fashion muslim. Dengan komitmen menghadirkan busana yang elegan namun tetap memegang nilai-nilai kesopanan, ia berhasil membuktikan bahwa modest fashion bisa tetap stylish dan tidak monoton.

Dari berpartisipasi di komunitas Hijabers hingga tampil di berbagai fashion show nasional dan internasional, Lia Soraya terus memperkuat identitas desainnya yang khas. Koleksi Timeless Grace menjadi simbol perjalanan panjangnya, mengukuhkan dirinya sebagai desainer yang memahami esensi keanggunan yang abadi dalam modest fashion.

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Survei: Animo Nonton Konser Masih Tinggi, Rela Pakai Paylater hingga Pinjol

BERIKUTNYA

3 Pameran Seni Kontemporer Terbesar Siap Hadir di Museum MACAN Sepanjang 2025

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: