Mengenal Ekspedisi Atap Negeri, Pendakian Gunung yang Digagas Fiersa Besari
03 March 2025 |
16:46 WIB
Musisi sekaligus pendaki gunung, Fiersa Besari, dipastikan telah dalam kondisi yang aman dan stabil di Timika, Papua Tengah, pada Senin (3/3/2025). Pelantun lagu April tersebut sebelumnya diketahui berada dalam rombongan yang sebelumnya mengalami insiden di Puncak Carstenz.
Nama Fiersa memang masuk ke dalam daftar 15 orang tim pendaki Puncak Cartensz Pyramid yang dilaporkan Basarnas pada Minggu dini hari, (2/3/2025), lantaran membutuhkan pertolongan evakuasi. Dari jumlah tersebut, dua pendaki di antaranya, yakni Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono diketahui meninggal dunia. Adapun 13 pendaki lain dikabarkan selamat dan telah dievakuasi ke Timika.
Baca juga: 7 Puncak Tertinggi (Seven Summits) di Indonesia, Ada Carstensz Pyramid
Meski berada di rombongan yang sama, Fiersa rupanya berbeda tim dengan korban. Fiersa tergabung ke dalam tim yang berisi tiga orang. Kemudian, Lilie dan Elsa tergabung ke tim yang terdiri dari empat orang. Keduanya juga berbeda tur operator.
“Rangkaian tragedi yang menimpa Bu Lilie dan Bu Elsa, juga tiga korban lainnya pada saat itu masih terjebak di area tebing, baru saya dan Furky Syahroni ketahui setelah kami tiba di basecamp Yellow Valley (Kami tiba 28 Februari 2025, dapat kabar 1 Maret 2025),” ucapnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Fiersa bersama timnya yang diberi nama Ekspedisi Atap Negeri, memang tengah berjuang untuk mencapai ke puncak gunung tertinggi di Indonesia, yakni Puncak Carstensz. Pendakian ke puncak tersebut akan melengkapi ekspedisi yang digagasnya tersebut.
Perjuangan pendakian makin intens pada April 2024. Setelah cukup lama tutup, pendakian gunung yang juga memiliki nama Jaya Wijaya tersebut akhirnya kembali dibuka. Namun, meski sudah dibuka, berbagai tantangan rupanya masih menanti.
Melalui YouTube pribadinya, Fiersa bercerita dia sempat bolak-balik ke Papua untuk mencapai Puncak Carstensz. Akan tetapi, karena beberapa kondisi belum memungkinkan, termasuk soal keamanan, akhirnya timnya perlu menunda lagi perjalanan tersebut.
Harapan kembali muncul pada November 2024. Sebab, situasi kala itu dirasa sudah sedikit lebih baik. Sayang, pada akhirnya, pendakian juga mesti ditunda karena perizinan keamanan.
Lalu tibalah ke periode Februari-Maret, Fiersa rupanya kembali mencoba untuk menapaki atap tertinggi di Indonesia, melengkapi Ekspedisi Atap Negeri. Namun, sebuah insiden seperti yang hari ini dengar, terjadi.
Ekspedisi Atap Negeri merupakan serial web dokumenter yang diproduksi Fiersa Besari. Serial ini menayangkan dokumenter ekspedisi pendakian gunung yang dilakukan Fiersa bersama timnya.
Pendakian ini bertujuan untuk menggapai 33 puncak gunung di 33 provinsi di Indonesia. Sebagai informasi, proyek ini dirancang pada medio 2020. Kala itu, provinsi di Indonesia masih berjumlah 33.
Teaser trailer Ekspedisi Atap Negeri ditayangkan pertama kali pada 25 Desember 2019 lalu dilanjutkan episode perdana pada 2 Februari 2020. Setelahnya, berbagai gunung kemudian Fiersa tapaki.
Gunung pertama yang dia daki adalah Gunung Pesagi yang terletak di Lampung. Kemudian, dia berturut-turut mendaki Gunung Beriun di Kalimantan Timur, Gunung Talamau di Sumatra Barat, Gunung Lawu di Jawa Tengah, Gunung Ciremai di Jawa Barat.
Gunung yang dipilih Fiersa untuk mewakili sebuah provinsi punya kriteria yang beragam. Biasanya, yang dipilih adalah gunung tertinggi di provinsi tersebut. Namun, ada kalanya Fiersa juga tidak mendaki gunung tertinggi di provinsi tersebut, dan lebih memilih gunung lain yang punya sisi keunikan tersendiri baginya.
Ekspedisi Atap Negeri bisa dibilang sebagai proyek ambisius Fiersa yang bertujuan mendokumentasikan dan mempromosikan keanekaragaman geografis dan budaya di Indonesia.
Fiersa dan timnya tidak hanya ingin mempromosikan berbagai destinasi wisata alam di Indonesia, tetapi juga menggali lebih dalam tentang identitas dan kekayaan bangsa. Sebanyak 32 gunung kini telah didaki, tersisa satu yakni gunung Carstensz, Papua Tengah.
Baca juga: Kronologi Lilie Wijayanti & Elsa Laksono Meninggal di Puncak Carstensz Akibat Hipotermia
Daftar Gunung Pendakian Atap Negeri
Editor: Fajar Sidik
Nama Fiersa memang masuk ke dalam daftar 15 orang tim pendaki Puncak Cartensz Pyramid yang dilaporkan Basarnas pada Minggu dini hari, (2/3/2025), lantaran membutuhkan pertolongan evakuasi. Dari jumlah tersebut, dua pendaki di antaranya, yakni Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono diketahui meninggal dunia. Adapun 13 pendaki lain dikabarkan selamat dan telah dievakuasi ke Timika.
Baca juga: 7 Puncak Tertinggi (Seven Summits) di Indonesia, Ada Carstensz Pyramid
Meski berada di rombongan yang sama, Fiersa rupanya berbeda tim dengan korban. Fiersa tergabung ke dalam tim yang berisi tiga orang. Kemudian, Lilie dan Elsa tergabung ke tim yang terdiri dari empat orang. Keduanya juga berbeda tur operator.
“Rangkaian tragedi yang menimpa Bu Lilie dan Bu Elsa, juga tiga korban lainnya pada saat itu masih terjebak di area tebing, baru saya dan Furky Syahroni ketahui setelah kami tiba di basecamp Yellow Valley (Kami tiba 28 Februari 2025, dapat kabar 1 Maret 2025),” ucapnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Fiersa bersama timnya yang diberi nama Ekspedisi Atap Negeri, memang tengah berjuang untuk mencapai ke puncak gunung tertinggi di Indonesia, yakni Puncak Carstensz. Pendakian ke puncak tersebut akan melengkapi ekspedisi yang digagasnya tersebut.
Perjuangan pendakian makin intens pada April 2024. Setelah cukup lama tutup, pendakian gunung yang juga memiliki nama Jaya Wijaya tersebut akhirnya kembali dibuka. Namun, meski sudah dibuka, berbagai tantangan rupanya masih menanti.
Melalui YouTube pribadinya, Fiersa bercerita dia sempat bolak-balik ke Papua untuk mencapai Puncak Carstensz. Akan tetapi, karena beberapa kondisi belum memungkinkan, termasuk soal keamanan, akhirnya timnya perlu menunda lagi perjalanan tersebut.
Harapan kembali muncul pada November 2024. Sebab, situasi kala itu dirasa sudah sedikit lebih baik. Sayang, pada akhirnya, pendakian juga mesti ditunda karena perizinan keamanan.
Lalu tibalah ke periode Februari-Maret, Fiersa rupanya kembali mencoba untuk menapaki atap tertinggi di Indonesia, melengkapi Ekspedisi Atap Negeri. Namun, sebuah insiden seperti yang hari ini dengar, terjadi.
Ekspedisi Atap Negeri merupakan serial web dokumenter yang diproduksi Fiersa Besari. Serial ini menayangkan dokumenter ekspedisi pendakian gunung yang dilakukan Fiersa bersama timnya.
Pendakian ini bertujuan untuk menggapai 33 puncak gunung di 33 provinsi di Indonesia. Sebagai informasi, proyek ini dirancang pada medio 2020. Kala itu, provinsi di Indonesia masih berjumlah 33.
Teaser trailer Ekspedisi Atap Negeri ditayangkan pertama kali pada 25 Desember 2019 lalu dilanjutkan episode perdana pada 2 Februari 2020. Setelahnya, berbagai gunung kemudian Fiersa tapaki.
Gunung pertama yang dia daki adalah Gunung Pesagi yang terletak di Lampung. Kemudian, dia berturut-turut mendaki Gunung Beriun di Kalimantan Timur, Gunung Talamau di Sumatra Barat, Gunung Lawu di Jawa Tengah, Gunung Ciremai di Jawa Barat.
Gunung yang dipilih Fiersa untuk mewakili sebuah provinsi punya kriteria yang beragam. Biasanya, yang dipilih adalah gunung tertinggi di provinsi tersebut. Namun, ada kalanya Fiersa juga tidak mendaki gunung tertinggi di provinsi tersebut, dan lebih memilih gunung lain yang punya sisi keunikan tersendiri baginya.
Ekspedisi Atap Negeri bisa dibilang sebagai proyek ambisius Fiersa yang bertujuan mendokumentasikan dan mempromosikan keanekaragaman geografis dan budaya di Indonesia.
Fiersa dan timnya tidak hanya ingin mempromosikan berbagai destinasi wisata alam di Indonesia, tetapi juga menggali lebih dalam tentang identitas dan kekayaan bangsa. Sebanyak 32 gunung kini telah didaki, tersisa satu yakni gunung Carstensz, Papua Tengah.
Baca juga: Kronologi Lilie Wijayanti & Elsa Laksono Meninggal di Puncak Carstensz Akibat Hipotermia
Daftar Gunung Pendakian Atap Negeri
- Gunung Pesagi: Lampung
- Gunung Beriun: Kalimantan Timur
- Gunung Talamau: Sumatra Barat
- Gunung Lawu: Jawa Tengah
- Gunung Ciremai: Jawa Barat
- Gunung Rinjani: Nusa Tenggara Barat
- Gunung Maras: Bangka Belitung
- Gunung Klabat: Sulawesi Utara
- Gunung Latimojong: Sulawesi Selatan
- Gunung Agung: Bali
- Gunung Karang: Banten
- Gunung Bukit Raya: Kalimantan Tengah
- Gunung Sibuatan: Sumatra Utara
- Gunung Gawalise: Sulawesi Tengah
- Gunung Inerie: Nusa Tenggara Timur
- Gunung Binaiya: Maluku
- Gunung Dempo: Sumatra Selatan
- Gunung Mekongga: Sulawesi Tenggara
- Gunung Daik: Kepulauan Riau
- Gunung Kerinci: Jambi
- Gunung Saran: Kalimantan Barat
- Gunung Gamalama: Maluku Utara
- 23Gunung Tilongkabila: Gorontalo
- Gunung Halau Halau: Kalimantan Selatan
- Gunung Gandang Dewata: Sulawesi Barat
- Gunung Nglanggeran: Yogyakarta
- Gunung Djadi: Riau
- Gunung Patah: Bengkulu
- Gunung Leuser: Aceh
- Gunung Harun: Kalimantan Utara
- Gunung Raung: Jawa Timur
- Gunung Trikora: Papua Pegunungan
- Gunung Carstensz: Papua Tengah (rencana akhir)
Editor: Fajar Sidik
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.