BTS: Kaimana Short Documentary Film "Menjaga Laut, Menjaga Kehidupan" (Sumber gambar: Instagram/meizaniiii/prillylatuconsina96

Alasan Prilly Latuconsina Pilih Format Dokumenter untuk Film Menjaga Laut, Menjaga Kehidupan

25 February 2025   |   21:00 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Prilly Latuconsina bersama dengan Konservasi Indonesia memproduksi dan meluncurkan film berjudul Menjaga Laut, Menjaga Kehidupan. Sang aktris memilih format film dokumenter pendek dengan durasi 17 menit untuk memperlihatkan keindahan alam yang ada di Kabupaten Kaimana, Papua Barat.

Dia mengatakan bahwa ingin membuat karya tentang laut dalam format film panjang jika memang bisa memilih, baik itu dokumenter maupun cerita fiksi. Akan tetapi, dia memerlukan waktu yang panjang untuk mewujudkannya.

“Untuk waktu yang aku punya, waktu yang sangat singkat ini, bagaimana kami memaksimalkan produksinya. Nah, yang paling memungkinkan adalah dokumenter pendek,” ujarnya di Jakarta, Selasa (25/2/2025). 

Baca juga: Prilly Latuconsina dan Konservasi Indonesia Garap Film Dokumenter Pulau Kaimana

Prilly menuturkan, pembuatan film dokumenter pendek berjudul Menjaga Laut, Menjaga Kehidupan dimulai pada Oktober 2024. Ketika itu, dia sedang memiliki jadwal yang sangat padat untuk mengatur Festival Film Indonesia.

Produksi film dokumenter pendek ini hanya memerlukan waktu produksi selama 1 minggu. Selain itu, produksi karya tersebut juga tidak memerlukan alat yang berat seperti memproduksi film panjang yang akan ditayangkan di bioskop.

Dia menuturkan, film pendek Menjaga Laut, Menjaga Kehidupan yang diproduksi bersama Konservasi Indonesia lebih bercerita atau memperlihatkan kepada penonton tentang alam Indonesia yang luar biasa. “Kita tidak mengajarkan [kepada penonton], ini lo alam,” katanya. 
 

Dengan memperlihatkan alam Indonesia yang luar biasa, dia berharap film dokumenter pendek tersebut dapat membuat orang untuk beraksi menjaga lingkungan, mengadaptasi gaya hidup ramah lingkungan, dan tertarik untuk berlibur di dalam negeri.

Tidak hanya itu, dia juga memiliki harapan penonton yang menyaksikan karya tersebut bisa tertarik mengambil lisensi diving agar bisa menikmati keindahan laut Indonesia. Selain itu, dia juga ingin film dokumenter pendeknya dapat ditonton oleh banyak orang. 

Film pendek dokumenter pertama yang diproduksi oleh Prilly itu memperlihatkan keindahan daerah Kaimana, yang terletak di Papua Barat. Daerah ini memiliki alam yang luar biasa dan jarang terdengar di media sosial lantaran banyak orang fokus terhadap daerah tujuan utama seperti Labuan Bajo, Raja Ampat, dan sebagainya.

Dia menilai bahwa keindahan Kaimana tidak jauh berbeda dibandingkan dengan daerah-daerah populer lainnya. Tidak hanya itu, teluk Bicari yang ada di kawasan tersebut menjadi satu-satunya tempat wisatawan dapat berinteraksi dengan hiu paus dan lumba-lumba. 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 
Editor:

SEBELUMNYA

Ragam Paket Bukber di Hotel Jaringan Accor, Kambing Guling hingga Masakan Peranakan

BERIKUTNYA

Cerita Proses Produksi & Tantangan Pembuatan Film Menjaga Laut, Menjaga Kehidupan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: