Kreatif, Limbah Rambut Diolah Jadi Pupuk Organik
22 February 2025 |
10:15 WIB
Merek salon, Chief Barber & Supplies Co berkolaborasi dengan Kumpulin ID meluncurkan eco hairtilizer pertama di Indonesia melalui proyek KRAMA pada Jumat (21/2/2025). Kreasi Rambut Masa Depan atau KRAMA merupakan proyek ramah lingkungan yang bertujuan mengolah limbah rambut menjadi pupuk organik yang ramah di kantong.
Proyek ini diharapkan dapat mengurangi pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh residu pangkas rambut. Dalam acara peluncuran, Oki Andries, Chief Marketing Officer Chief Barber & Supplies mengungkapkan bahwa limbah pangkas rambut sering kali tidak disadari sebagai salah satu penyebab pencemaran lingkungan.
Proses pengolahan dimulai dengan pengumpulan rambut bekas potongan yang kemudian disalurkan kepada Kumpulin ID. Rambut tersebut kemudian dicuci untuk menghilangkan kotoran dan zat kimia, dikeringkan, lalu digiling bersama bahan organik lain seperti kotoran hewan. Setelah itu, campuran difermentasi selama 14 hari hingga siap digunakan sebagai pupuk.
Proyek ini diharapkan dapat mengurangi pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh residu pangkas rambut. Dalam acara peluncuran, Oki Andries, Chief Marketing Officer Chief Barber & Supplies mengungkapkan bahwa limbah pangkas rambut sering kali tidak disadari sebagai salah satu penyebab pencemaran lingkungan.
“Rata-rata seorang pelanggan pria itu bisa menghasilkan 10-15 gram rambut, sedangkan untuk wanita bisa sampai 50-70 gram sekali potong,” ujar Oki.
Baca juga: Red Cola sampai Honey Blonde, Ini 4 Warna Rambut yang Jadi Tren 2025
Baca juga: Red Cola sampai Honey Blonde, Ini 4 Warna Rambut yang Jadi Tren 2025
Jika dikalkulasikan, satu barber dapat menghasilkan puluhan hingga ratusan kilogram limbah per bulan. Secara global, limbah rambut manusia mencapai sekitar 2,2 miliar kg per tahun.
Apabila dibakar sisa potongan rambut akan berkontribusi terhadap pemanasan global dan efek rumah kaca karena melepaskan gas metana, yang memiliki daya panas 25 kali lebih kuat dibandingkan karbon dioksida (CO2). Oleh karena itu, KRAMA hadir sebagai solusi inovatif agar limbah rambut bisa bermanfaat.
Proses pengolahan dimulai dengan pengumpulan rambut bekas potongan yang kemudian disalurkan kepada Kumpulin ID. Rambut tersebut kemudian dicuci untuk menghilangkan kotoran dan zat kimia, dikeringkan, lalu digiling bersama bahan organik lain seperti kotoran hewan. Setelah itu, campuran difermentasi selama 14 hari hingga siap digunakan sebagai pupuk.
Jika pupuk di pasaran umumnya didapatkan dengan harga Rp15.000 per kg, eco hairtilizer atau pupuk rambut bisa diperoleh petani hanya dengan Rp8.000 saja.
Annisa, Chief Operating Officer Kumpulin ID menjelaskan bahwa pupuk berbahan dasar rambut ini mengandung nitrogen sebesar 10-16 persen, serta kalium, fosfor, dan protein yang sangat bermanfaat bagi kesuburan tanah.
Oki turut menjelaskan bahwa kandungan nitrogen dari rambut manusia juga berfungsi untuk mengusir hama, seperti tikus dan siput, serta menyerap dan menahan air tiga sampai lima kali beratnya.
Oki turut menjelaskan bahwa kandungan nitrogen dari rambut manusia juga berfungsi untuk mengusir hama, seperti tikus dan siput, serta menyerap dan menahan air tiga sampai lima kali beratnya.
Sebelum diresmikan, tim Chief Barber & Supplies Co, serta Kumpulin ID telah melakukan percobaan selama 5 bulan bersama petani di Semarang dan memastikan bahwa tidak ada masalah yang timbul dari penggunaan pupuk rambut.
“Setelah kita trial and error selama 5 bulan ini, alhamdulillah enggak ada masalah, yang ada para petani happy karena dapat pupuk yang lebih murah dengan kandungan yang sangat baik,” tutur Annisa menjawab pertanyaan dari salah satu hadirin.
Ke depannya, Chief Barber & Supplies Co, berikut Kumpulin ID berencana menggandeng merek-merek besar seperti Paragon dan Wings Group, produsen sampo dan produk perawatan rambut, untuk ikut berkontribusi dalam mengelola limbah rambut.
“Kami ingin menggandeng brand-brand besar untuk ikut berinisiatif dan bertanggung jawab atas limbah-limbah rambut yang ada,” tutur Oki.
Tak lupa, dia juga menyampaikan niatnya untuk bekerja sama dengan berbagai barber dan salon agar semakin banyak limbah rambut yang dapat dimanfaatkan dengan cara yang lebih berkelanjutan.
Editor: Fajar Sidik
Editor: Fajar Sidik
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.