Cleansing Balm vs Cleansing Oil: Mana yang Lebih Cocok untuk Genhype?
09 February 2025 |
11:36 WIB
Membersihkan wajah menjadi langkah penting dalam rutinitas perawatan kulit sehari-hari. Oleh karenanya, pastikan untuk memilih produk yang tepat. Cleansing balm dan cleansing oil adalah dua produk pembersih wajah yang banyak dipilih karena efektif dalam mengangkat makeup, kotoran, dan sebum.
Di sisi lain, tak jarang orang-orang beranggapan cleansing balm dan cleansing oil memiliki fungsi dan manfaat yang sama lantaran keduanya merupakan produk pembersih berbahan dasar minyak. Padahal masing-masing produk memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan berdasarkan tipe kulit, kemudahan penggunaan, dan efeknya untuk wajah.
Yuk, simak perbedaan cleansing balm dan cleansing oil
Baca juga: Mengenal Cleansing Balm, Pembersih Wajah Krim Padat yang Efektif Hapus Makeup Tebal
Cleansing balm sering digunakan sebagai langkah pertama dalam metode pembersihan ganda (double cleansing). Balm sangat bagus untuk meluruhkan makeup tebal dengan formula tahan air dan menguraikan SPF dari tabir surya yang sulit dihapus.
Kandungannya terdiri dari bahan-bahan pelembap seperti minyak alami, serta vitamin dan antioksidan lainnya. Cocok untuk pemilik tipe kulit kering karena mampu melembapkan, juga untuk kulit berminyak dan rentan berjerawat karena minyak dalam balm akan menarik sebum.
Selain itu, karena kaya akan kandungan minyak, cleansing balm akan bekerja untuk menutrisi dan melembapkan, sehingga membuat kulit terasa lembut dan halus bahkan setelah dibersihkan. Biasanya produk pembersih wajah lain akan membuat kulit terasa kesat dan tertarik setelah diaplikasikan.
Beda dengan pembersih berbasis surfaktan yang menghasilkan busa, cleansing balm tidak mengiritasi dan tidak membuat kulit kering, serta tidak merusak lapisan kelembapan kulit atau mengganggu pH kulit. Pengguna bisa memakainya dengan aman untuk membersihkan wajah setiap hari. Meskipun cleansing balm memiliki berbagai keunggulan, terdapat beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan, misalnya sebagai berikut.
Melalui prinsip "minyak melarutkan minyak," cleansing oil bekerja dengan cara mengikat minyak alami di wajah serta residu makeup, lalu berubah menjadi emulsi saat dibilas dengan air. Produk ini cocok untuk berbagai jenis kulit, termasuk kulit berminyak, karena dapat membersihkan tanpa menghilangkan kelembapan alami kulit.
Komposisi utama cleansing oil biasanya meliputi minyak nabati atau plant oils, seperti minyak zaitun, minyak jojoba, minyak bunga matahari, dan minyak argan sering digunakan karena kemampuannya melembapkan kulit dan mengandung antioksidan. Beberapa produk menambahkan bahan seperti vitamin E atau ekstrak tumbuhan untuk memberikan manfaat tambahan seperti perlindungan terhadap radikal bebas dan peningkatan kesehatan kulit secara keseluruhan.
Cara menggunakan cleansing oil, bisa dengan teknik emulsifikasi untuk memastikan pembersihan wajah optimal. Setelah mengaplikasikan cleansing oil pada wajah yang kering, pijat dengan lembut untuk melarutkan makeup dan kotoran, lalu basahi tangan dengan sedikit air hangat dan pijat kembali wajah. Pada tahap ini, cleansing oil akan berubah menjadi emulsi berwarna putih susu.
Proses ini membantu mengangkat sisa-sisa kotoran dan memastikan bahwa minyak pembersih dapat dibilas dengan mudah sehingga kulit lebih bersih tanpa residu berminyak. Setelah emulsifikasi, bilas wajah dengan air sampai bersih dan lanjutkan dengan double cleansing menggunakan pembersih berbasis air untuk memastikan tidak ada residu yang tertinggal.
Meskipun cleansing oil efektif dalam mengangkat makeup dan kotoran, terdapat beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan, misalnya sebagai berikut.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor: Nirmala Aninda
Di sisi lain, tak jarang orang-orang beranggapan cleansing balm dan cleansing oil memiliki fungsi dan manfaat yang sama lantaran keduanya merupakan produk pembersih berbahan dasar minyak. Padahal masing-masing produk memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan berdasarkan tipe kulit, kemudahan penggunaan, dan efeknya untuk wajah.
Yuk, simak perbedaan cleansing balm dan cleansing oil
Baca juga: Mengenal Cleansing Balm, Pembersih Wajah Krim Padat yang Efektif Hapus Makeup Tebal
Cleansing Balm
Mengutip Beauty Bay, pembersih wajah berbentuk balm atau krim padat ini teksturnya akan berubah menjadi minyak ketika diaplikasikan ke kulit. Produk ini akan bekerja menguraikan sisa makeup, kotoran, keringat, dan minyak berlebih pada kulit sehingga efektif menghapus makeup berat, termasuk tipe waterproof atau tahan air.Cleansing balm sering digunakan sebagai langkah pertama dalam metode pembersihan ganda (double cleansing). Balm sangat bagus untuk meluruhkan makeup tebal dengan formula tahan air dan menguraikan SPF dari tabir surya yang sulit dihapus.
Kandungannya terdiri dari bahan-bahan pelembap seperti minyak alami, serta vitamin dan antioksidan lainnya. Cocok untuk pemilik tipe kulit kering karena mampu melembapkan, juga untuk kulit berminyak dan rentan berjerawat karena minyak dalam balm akan menarik sebum.
Selain itu, karena kaya akan kandungan minyak, cleansing balm akan bekerja untuk menutrisi dan melembapkan, sehingga membuat kulit terasa lembut dan halus bahkan setelah dibersihkan. Biasanya produk pembersih wajah lain akan membuat kulit terasa kesat dan tertarik setelah diaplikasikan.
Beda dengan pembersih berbasis surfaktan yang menghasilkan busa, cleansing balm tidak mengiritasi dan tidak membuat kulit kering, serta tidak merusak lapisan kelembapan kulit atau mengganggu pH kulit. Pengguna bisa memakainya dengan aman untuk membersihkan wajah setiap hari. Meskipun cleansing balm memiliki berbagai keunggulan, terdapat beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan, misalnya sebagai berikut.
- Berpotensi menyumbat pori-pori: Jika tidak dibersihkan dengan benar, residu dari cleansing balm dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat, terutama pada kulit berminyak.
- Meninggalkan residu minyak: Setelah penggunaan, cleansing balm mungkin meninggalkan lapisan minyak pada kulit yang bisa terasa lengket jika tidak dibilas dengan sempurna.
- Pengaplikasian yang lebih lama: Proses penggunaan cleansing balm memerlukan waktu lebih lama dibandingkan dengan pembersih wajah lainnya, karena perlu dipijat dan dibilas dengan hati-hati
- Mudah terkontaminasi: produk ini umumnya dikemas dalam bentuk jar dan memiliki tekstur padat, sehingga memerlukan waktu untuk mengambil produk dan mengaplikasikannya. Terlebih mengambil balm langsung dari jar dengan tangan juga dapat meningkatkan risiko kontaminasi bakteri, terutama jika tidak menggunakan spatula.
Cleansing Oil
Cleansing oil adalah pembersih wajah berbasis minyak yang berfungai mengangkat kotoran, sebum, dan sisa makeup, termasuk produk waterproof. Bentuknya cair sehingga lebih mudah diaplikasikan dan dibersihkan tanpa perlu dicairkan terlebih dahulu seperti balm.Melalui prinsip "minyak melarutkan minyak," cleansing oil bekerja dengan cara mengikat minyak alami di wajah serta residu makeup, lalu berubah menjadi emulsi saat dibilas dengan air. Produk ini cocok untuk berbagai jenis kulit, termasuk kulit berminyak, karena dapat membersihkan tanpa menghilangkan kelembapan alami kulit.
Komposisi utama cleansing oil biasanya meliputi minyak nabati atau plant oils, seperti minyak zaitun, minyak jojoba, minyak bunga matahari, dan minyak argan sering digunakan karena kemampuannya melembapkan kulit dan mengandung antioksidan. Beberapa produk menambahkan bahan seperti vitamin E atau ekstrak tumbuhan untuk memberikan manfaat tambahan seperti perlindungan terhadap radikal bebas dan peningkatan kesehatan kulit secara keseluruhan.
Cara menggunakan cleansing oil, bisa dengan teknik emulsifikasi untuk memastikan pembersihan wajah optimal. Setelah mengaplikasikan cleansing oil pada wajah yang kering, pijat dengan lembut untuk melarutkan makeup dan kotoran, lalu basahi tangan dengan sedikit air hangat dan pijat kembali wajah. Pada tahap ini, cleansing oil akan berubah menjadi emulsi berwarna putih susu.
Proses ini membantu mengangkat sisa-sisa kotoran dan memastikan bahwa minyak pembersih dapat dibilas dengan mudah sehingga kulit lebih bersih tanpa residu berminyak. Setelah emulsifikasi, bilas wajah dengan air sampai bersih dan lanjutkan dengan double cleansing menggunakan pembersih berbasis air untuk memastikan tidak ada residu yang tertinggal.
Meskipun cleansing oil efektif dalam mengangkat makeup dan kotoran, terdapat beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan, misalnya sebagai berikut.
- Berpotensi menyumbat pori-pori: apabila tidak digunakan dan dibersihkan dengan benar, residunya dapat menyumbat pori-pori, yang berpotensi menyebabkan jerawat dan komedo. Oleh karena itu, penting untuk melakukan double cleansing setelah menggunakan cleansing oil.
- Tidak cocok untuk kulit berjerawat: cleansing oil mungkin tidak ideal untuk kulit berminyak dan berjerawat, karena dapat membuat kulit makin berminyak dan memperburuk kondisi kulit berjerawat.
- Teknik penggunaan yang rumit: Penggunaan cleansing oil memerlukan teknik yang benar, seperti melakukan emulsifikasi dan memastikan pembilasan menyeluruh dengan double cleansing. Kesalahan dalam langkah-langkah ini dapat mengurangi efektivitas pembersihan dan berpotensi menyebabkan masalah kulit.
- Kurang praktis untuk perjalanan: Kemasan botol dengan pompa pada cleansing oil dapat menyebabkan risiko tumpah atau bocor saat dibawa bepergian.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor: Nirmala Aninda
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.