5 Langkah Jitu Atur Keuangan pada 2025
26 December 2024 |
21:00 WIB
Risiko keuangan siap mengintai masyarakat, terutama kelas menengah, pada awal 2025. Untuk menghadapinya, diperlukan strategi perencanaan keuangan yang matang dan tepat, untuk mencegah kerugian seperti terkurasnya tabungan.
Rista Zwestika, perencana keuangan dari Finante.id menyampaikan ada beberapa risiko keuangan yang perlu diantisipasi pada 2025. Selain inflasi, masyarakat perlu berhati-hati dengan kenaikan suku bunga, perlambatan ekonomi global, ketegangan geopolitik, volatilitas pasar, kegagalan investasi, tingkat pengembalian yang rendah, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).
Baca juga: Begini Saran Perencana Keuangan Menghadapi Kenaikan PPN 12 Persen
Untuk menghadapi risiko-risiko tersebut, Rista menyebut penting melakukan diversifikasi Investasi, membuat dana darurat, membuat asuransi, meningkatkan pengetahuan keuangan, dan berkonsultasi dengan perencana keuangan untuk mendapatkan saran yang lebih spesifik.
“Dengan perencanaan yang matang dan tindakan pencegahan yang tepat, Anda dapat meminimalkan dampak negatifnya,” ujarnya kepada Hypeabis.id, Kamis (26/12/2024).
Dalam melakukan perencanaan keuangan yang matang terutama untuk mencapai stabilitas finansial dalam berbagai kondisi perekonomian, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Berikut rinciannya.
Analisis keuangan yang mendalam bisa dilakukan dengan mencatat semua pemasukan dan pengeluaran secara detail. Bedakan antara kebutuhan pokok, keinginan, dan tagihan.
Cari tahu di mana saja uang ‘menghilang; dan mungkin ada pengeluaran yang bisa dikurangi atau dihilangkan. Lalu, buat daftar semua utang yang dimiliki, beserta bunga dan jangka waktu pembayarannya. Prioritaskan pelunasan utang dengan bunga tertinggi terlebih dahulu.
Bisa dilakukan dengan membuat dana darurat dengan menyisihkan minimal 6-12 kali dari pendapatan untuk dana darurat. Buat pula tabungan jangka panjang seperti membeli rumah, pendidikan anak, atau pensiun. Pertimbangkan untuk berinvestasi dalam berbagai instrumen, seperti saham, reksa dana, atau properti. “Konsultasikan dengan ahli keuangan sebelum mengambil keputusan,” sebut Rista.
Meningkatkan pendapatan bisa dengan mencari penghasilan tambahan, meningkatkan keterampilan, maupun berwirausaha. “Jika memiliki ide bisnis yang bagus, jangan ragu untuk mencobanya,” saran Rista.
Sebaiknya tidak bersifat konsumtif atau FOMO ketika memutuskan membeli sesuatu. Rista menyarankan untuk belanja cerdas, masak di rumah, dan mengurangi pengeluaran yang tidak perlu.
Tentukan tujuan keuangan jangka panjang seperti membeli rumah, pensiun dini, atau membiayai pendidikan anak. Rencana pensiun patut diperhatikan dengan mulai menyisihkan uang untuk pensiun sejak dini.
Manfaatkan program pensiun yang disediakan perusahaan jika ada. “Gunakan aplikasi keuangan untuk melacak pengeluaran dan membuat anggaran. Jangan lupa konsisten dalam menerapkan kebiasaan keuangan yang baik,” tambah Rista.
Baca juga: Cek Strategi Mengelola Keuangan Jelang 2025
Editor: Dika Irawan
Rista Zwestika, perencana keuangan dari Finante.id menyampaikan ada beberapa risiko keuangan yang perlu diantisipasi pada 2025. Selain inflasi, masyarakat perlu berhati-hati dengan kenaikan suku bunga, perlambatan ekonomi global, ketegangan geopolitik, volatilitas pasar, kegagalan investasi, tingkat pengembalian yang rendah, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).
Baca juga: Begini Saran Perencana Keuangan Menghadapi Kenaikan PPN 12 Persen
Untuk menghadapi risiko-risiko tersebut, Rista menyebut penting melakukan diversifikasi Investasi, membuat dana darurat, membuat asuransi, meningkatkan pengetahuan keuangan, dan berkonsultasi dengan perencana keuangan untuk mendapatkan saran yang lebih spesifik.
“Dengan perencanaan yang matang dan tindakan pencegahan yang tepat, Anda dapat meminimalkan dampak negatifnya,” ujarnya kepada Hypeabis.id, Kamis (26/12/2024).
Dalam melakukan perencanaan keuangan yang matang terutama untuk mencapai stabilitas finansial dalam berbagai kondisi perekonomian, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Berikut rinciannya.
1. Analisis Keuangan
Analisis keuangan yang mendalam bisa dilakukan dengan mencatat semua pemasukan dan pengeluaran secara detail. Bedakan antara kebutuhan pokok, keinginan, dan tagihan.Cari tahu di mana saja uang ‘menghilang; dan mungkin ada pengeluaran yang bisa dikurangi atau dihilangkan. Lalu, buat daftar semua utang yang dimiliki, beserta bunga dan jangka waktu pembayarannya. Prioritaskan pelunasan utang dengan bunga tertinggi terlebih dahulu.
2. Menabung dan Berinvestasi
Bisa dilakukan dengan membuat dana darurat dengan menyisihkan minimal 6-12 kali dari pendapatan untuk dana darurat. Buat pula tabungan jangka panjang seperti membeli rumah, pendidikan anak, atau pensiun. Pertimbangkan untuk berinvestasi dalam berbagai instrumen, seperti saham, reksa dana, atau properti. “Konsultasikan dengan ahli keuangan sebelum mengambil keputusan,” sebut Rista.
3. Meningkatkan Pendapatan
Meningkatkan pendapatan bisa dengan mencari penghasilan tambahan, meningkatkan keterampilan, maupun berwirausaha. “Jika memiliki ide bisnis yang bagus, jangan ragu untuk mencobanya,” saran Rista.
4. Menerapkan Gaya Hidup Hemat
Sebaiknya tidak bersifat konsumtif atau FOMO ketika memutuskan membeli sesuatu. Rista menyarankan untuk belanja cerdas, masak di rumah, dan mengurangi pengeluaran yang tidak perlu.
5. Merencanakan Keuangan Jangka Panjang
Tentukan tujuan keuangan jangka panjang seperti membeli rumah, pensiun dini, atau membiayai pendidikan anak. Rencana pensiun patut diperhatikan dengan mulai menyisihkan uang untuk pensiun sejak dini. Manfaatkan program pensiun yang disediakan perusahaan jika ada. “Gunakan aplikasi keuangan untuk melacak pengeluaran dan membuat anggaran. Jangan lupa konsisten dalam menerapkan kebiasaan keuangan yang baik,” tambah Rista.
Baca juga: Cek Strategi Mengelola Keuangan Jelang 2025
Editor: Dika Irawan
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.