Ilustrasi prosedur treatment facelift (Sumber foto: Freepik)

Prosedur dan Efek Samping Facelift, Perawatan yang Dilakukan Jeremy Thomas

24 July 2024   |   19:48 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Jeremy Thomas baru-baru ini menjalani prosedur facelift di Korea Selatan. Alasannya melakukan treatment kecantikan tersebut, bukan supaya terlihat awet muda, melainkan sebagai salah satu cara untuk menjaga penampilan di usianya yang menginjak kepala lima. 

Meski begitu, pemeran film Mengejar Surga (2022) tersebut tetap menjalankan pola hidup sehat yang telah dilakukannya selama bertahun-tahun. Mulai dari mengonsumsi makanan sehat kaya protein dan karbohidrat, serta rajin berolahraga seperti lari dan angkat beban. 

Baca juga: Tampak Lebih Muda, Intip 5 Prosedur Operasi Anti Aging yang Dijalani Titi DJ

Mengutip Healthline, facelift atau face lifting yang juga dikenal sebagai rhytidectomy merupakan prosedur bedah untuk mengencangkan kulit wajah yang mengendur. Caranya dengan menghilangkan kelebihan kulit, menghaluskan lipatan atau kerutan, serta mengencangkan jaringan wajah. 

Tujuan facelift adalah memperbaiki tampilan kulit yang berubah seiring bertambahnya usia. Misalnya pipi yang kendur, kelebihan kulit di rahang bawah, lipatan kulit dalam dari sisi hidung ke sudut mulut, serta kulit  kendur dan lemak berlebih di leher. 

Facelift  bisa membuat kulit terlihat lebih muda dan kencang, sehingga rasa percaya diri pun bisa meningkat. Meskipun treatment kecantikan ini tidak bersifat permanen untuk mengatasi masalah penuaan pada masa mendatang, facelift masa kini dapat menunda penuaan selama 10 hingga 20 tahun. 

Perawatan ini aman dilakukan oleh orang yang memiliki tanda-tanda penuaan wajah, umumnya yang berusia 40-an hingga 60-an. Meski begitu orang yang lebih muda atau lebih tua masih boleh menjalani prosedur ini asalkan masih memiliki elastisitas pada kulitnya.


Prosedur Facelift 

Tahapan prosedur facelift diawali dengan anestesi. Dokter akan membuat sayatan di beberapa tempat, tergantung area yang ingin dikencangkan, misalnya di garis rambut dan pelipis, sekitar telinga, kulit kepala bagian bawah, bawah dagu, dalam mulut.

Setelah membuat sayatan, dokter akan melakukan reposisi atau menghilangkan kulit wajah atau lemak dan mengencangkan otot-otot wajah. Setelah prosedur, dokter akan menutup sayatan dengan salah satu opsi, seperti jahitan larut, jahitan yang perlu dilepas setelah beberapa hari, dan lem kulit.
 

Risiko dan Komplikasi Facelift

Tak menutup kemungkinan prosedur facelift dapat menimbulkan risiko dan komplikasi, misalnya memar, perdarahan, infeksi, pelebaran atau penebalan bekas luka setelah operasi.

Selain itu, facelift juga bisa menyebabkan kerontokan rambut di sekitar lokasi sayatan, hasil akhir yang asimetri antara dua sisi wajah, deep vein thrombosis (DVT), dan kerusakan saraf sementara yang ditandai dengan gangguan fungsi otot atau kebas.

Oleh karenanya, tidak semua orang bisa mendapatkan perawatan ini. Beberapa orang lebih rentan mengalami efek samping dan komplikasi pada saat dan setelah menjalani prosedur facelift, Terutama mereka yang memiliki kondisi medis tertentu yang memengaruhi kemampuan tubuh untuk melakukan pemulihan.

Misalnya penderita diabetes dan hipertensi, perokok, orang dengan riwayat kenaikan dan penurunan berat badan yang berulang, lalu orang dengan riwayat atau memiliki risiko tinggi gangguan pembekuan darah. Mereka rentan mengalami perdarahan, penyembuhan luka yang lebih lama, hematoma, hingga komplikasi jantung saat menjalani prosedur facelift.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

Penyanyi Celine Dion Comeback, Dikabarkan Tampil di Pembukaan Olimpiade 2024

BERIKUTNYA

Trailer Kaka Boss Tampilkan Kehangatan Hubungan Ayah & Anak Perempuan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: