Petugas pemadam kebakaran yang berusaha memadamkan kobaran api di Museum Nasional Indonesia pada 16 September 2023. (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti)

Ahli Arkeolog Rekomendasikan Standardisasi Pengamanan Museum dan Koleksinya dari Ancaman Bencana

25 September 2023   |   20:54 WIB
Image
Yulita Theresia Maghi Mahasiswi Jurnalistik Universitas Nusa Nipa Indonesia, Maumere.

Indonesia menyimpan berjuta benda peninggalan bersejarah yang  disimpan secara rapi di berbagai museum. Di museum ini, banyak artefak hingga peninggalan sejarah lainnya dapat dinikmati oleh setiap generasi baik sekadar untuk wisata edukatif maupun untuk mendukung penelitian.

Sayangnya, perawatan dan pengamanan terhadap koleksi benda berharga tersebut masih belum optimal, termasuk standar pengamanannya dalam keadaan darurat.
 
Masih terpatri dengan jelas dalam ingatan, kebakaran Museum Nasional Indonesia yang terjadi pada 16 September 2023.  Bencana ini menelan banyak kerugian yang menghanguskan 6 ruangan pameran yang menyimpan ratusan koleksi benda bersejarah.

Baca juga: 5 Deretan Museum Tertua di Dunia, Pintu ke Masa Lalu

Mengingat pentingnya standar pengamanan museum dan koleksinya terhadap keadaan darurat dan kebencanaan, seperti apa upaya yang dapat dilakukan oleh pengelola museum agar dapat menerapkan standar pengamanan dan penyelamatan yang ketat.
 
Gatot Ghautama, Anggota Pengawas Ikatan Ahli Arkeolog Indonesia (IAAI) pusat menjelaskan bahwa beberapa upaya harus dilakukan dalam upaya penanggulangan dampak bencana yang dapat merusak museum dan koleksinya.

“Penanganan bencana itu tergantung kajian risiko dari bencana yang kita lakukan, karena seharusnya bencana itu dapat diprediksi. Kira-kira bencana apa yang mungkin terjadi dilihat dari letak museum,"  terang Gatot kepada Hypeabis.id.

Oleh sebab itu, berapa upaya yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.

1. Melakukan audit terhadap keadaan bangunan baik secara arsitektural, struktur, dan material museum pascabencana.

Menurut Gatot, untuk keadaan bangunan, dapat dilihat pada beberapa peraturan yang berlaku di Indonesia. Pasalnya, di situ ada standar keselamatan, kenyamanan, kesehatan, dan lainnya.

Pedoman standardisasi museum yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengatur bahwa dalam sebuah museum hendaknya memerhatikan beberapa hal penting, di antaranya menyiapkan peralatan keselamatan seperti tabung pemadam kebakaran, detektor asap, water sprinkle, dan  generator set.

Tidak hanya itu, pihak museum juga dapat menyediakan fasilitas keamanan lainnya, seperti CCTV yang berfungsi, alarm bahaya, dan juga kunci pada pintu darurat.
 
2. Penataan koleksi museum yang berorientasi pada bencana.
Sebelum melakukan penempatan barang bersejarah dalam ruang pameran, tentunya pihak museum harus melakukan observasi dan menentukan secara baik tempat menyimpan koleksi museum. Hal ini perlu diperhatikan oleh pihak pengelola museum agar saat terjadi bencana, koleksi tetap aman pada tempatnya.

Dia melihat bahwa museum merupakan bangunan publik, tapi terdapat beberapa peninggalan bersejarah sehingga wajib untuk dijaga. "Tinggal bagaimana pengelolaannya, apakah mereka menyadari bahwa di Indonesia ini dapat mengalami berbagai bencana, karena berada di daerah ring of fire dan itu dapat dilihat pada peta bencana yang telah dikeluarkan oleh pemerintah,” jelas Gatot.
 
3. Membuat peta museum  secara menyeluruh.
Gatot menegaskan urgensi bagi para pihak pengelola museum untuk menyediakan peta museum secara detail, mulai dari pintu masuk hingga berbagai ruangan yang terdapat koleksi bersejarah.

Hal itu bertujuan agar saat terjadi bencana, peta yang telah dibuat dapat menjadi pedoman anggota satuan tugas (Satgas) atau pihak-pihak terkait, dalam upaya mengevakuasi koleksi museum yang bernilai.
 
Menurutnyam warisan sejarah nenek moyang dan juga para pahlawan Bangsa yang disimpan dalam museum, tentu saja memiliki nilai yang sangat berharga bagi peradaban Bangsa.

Baca juga: Kebakaran di Museum Nasional Mengundang Curiga Pemerhati Sejarah

Namun, beberapa masalah menjadi perhatian khusus para pengelola museum. Misalnya, kerusakan pada warisan budaya, pencurian, dan juga beberapa masalah lainnya. "Upaya penyelamatan sangat penting agar anak muda zaman sekarang dan generasi mendatang masih dapat menikmati peninggalan bersejarah sehingga tidak kehilangan jati diri Bangsa," tegasnya.

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Tak Kunjung Perpanjang Kontrak dengan YG Entertainment, Jisoo & Jennie BLACKPINK Disebut Bikin Agensi Sendiri

BERIKUTNYA

Waspada 4 Jenis Ancaman Siber Ini Mengincar UMKM

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: