Wakil Presiden Komisaris PT Jurnalindo Aksara Grafika Soebronto Laras sedang duduk bersantai dan berbincang-bincang.. (Sumber : Bisnis Indonesia)

Selamat Jalan Pak Soebronto Laras. . . .

21 September 2023   |   17:06 WIB
Image
Puput Ady Sukarno Content Manager Hypeabis.id

Dunia otomotif dan olahraga Indonesia berduka. Kemarin malam (20/9/2023) tokoh inspiratif Soebronto Laras (79 tahun) meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta. Pebisnis andal yang sukses mengangkat jenama Suzuki di Indonesia itu wafat karena sakit, dan dimakamkan pada hari ini Kamis, (21/9/2023) di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat.

Semasa mudanya, Komisaris Utama PT Indomobil Sukses International Tbk., sekaligus Wakil Presiden Komisaris PT Jurnalindo Aksara Grafika ini aktif di dunia kepanduan dan olahraga. Melalui kegiatan berorganisasi ini lah, jiwa kepemimpinan dan kedisiplinan Yonto–demikian Soebronto Laras akrab disapa—makin terasah.

Baca juga:  Kekaguman Pengusaha Ciputra terhadap Karya Seniman Hendra Gunawan

Kegiatan Pandu Rakyat Indonesia—sebelum dilebur menjadi Pramuka—dilakoninya sejak usia 8 tahun. Di organisasi ini, Yonto digembleng secara langsung oleh tokoh kepanduan Nasional Husein Mutahar. Aksi heroik Kak Mut—sebutan Husein Mutahar dalam kepanduan—yang menyelamatkan bendera sang saka Merah Putih yang kemudian dijahit oleh Ibu Fatmawati Soekarno pada saat Agresi Militer Belanda II menjadi inspirasi bagi Soebronto Laras selain figur ayahnya R. Moerdono.

Nilai nasionalisme, kepimpinan dan disiplin yang ditularkan Kak Mut terus dikobarkan dalam hati dan jiwa para insan Pandu Rakyat Indonesia. Pada pasca-Kemerdekaan banyak anggota PRI yang memegang peran penting di negeri ini.

 

Soebronto Laras saat beraktifitas sepeda (



Sebagai sosok yang aktif di lingkungan pebisnis otomotif, Soebronto Laras yang dikenal sebagai pribadi yang ramah dan murah senyum ini juga membagi waktunya untuk mengembangkan dunia olahraga di Tanah Air, khususnya balap sepeda.

Kiprah Soebronto di dunia balap sepeda tidak setengah-setengah. Demi menciptakan generasi pebalap sepeda, Yonto mengalokasikan anggaran yang cukup besar bagi pengadaan sarana dan kesejahteraan atlet. Perhatian yang cukup besar ini tentu saja sangat membantu sejumlah atlet balap sepeda mulai dari Nurhayati, Nuraeni Selly Guntari, Yudhi Febrianto, hingga Liontin Evangelina untuk menoreh prestasi. 

Keseriusan di dunia balap sepeda mengantarkan Soebronto menjadi Ketua Umum Jakarta Cycling Club (JCC). Olahraga sepeda menjadi wadah menjaga kebugaran tubuh sembari meluaskan jejaring. 

Ketika banyak pebisnis yang memilih golf sebagai wadah bersosialisasi, Yonto justru asyik memilih gowes sepeda bersama anggota JCC hingga puluhan kilometer.  



Tidak banyak anggota JCC yang mengetahui bahwa Yonto memegang tampuk tertinggi perusahaan otomotif. Situasi ini justru membuat Yonto leluasa untuk menggali informasi yang bermanfaat bagi perkembangan bisnisnya.

Upaya mendulang aspirasi dari kalangan bawah ini rupa-rupanya juga diterapkan di Indomobil. Ternyata tidak ada hal detail yang luput dari pengamatannya. Salah satunya ketika dia melihat begitu banyaknya penjual kaki lima yang menyemut di sekitar Wisma Indomobil di MT Haryono, Jakarta, untuk menjemput rezeki kala para pegawai mencari makan siang.

Sayangnya, setelah waktu istirahat usai, banyak pedagang yang membiarkan sampah makanan berserakan di jalan. Melihat pemandangan yang tidak elok ini, Yonto segera menginstruksikan manajemen untuk membuat tempat makan siang pegawai di salah satu sudut Wisma Indomobil.

Dia juga meminta pedagang kaki lima yang biasa mangkal di Indomobil untuk mengisi kantin pegawai tersebut. Keputusan sederhana tetapi melegakan banyak pihak, baik pegawai maupun pedagang makanan.

 

Soebronto Laras saat gowes bareng komunitas sepeda balap Provinsi DKI Jakarta. Sumber : Bisnis Indonesia?

Soebronto Laras saat gowes bareng komunitas sepeda balap Provinsi DKI Jakarta. (Sumber : Bisnis Indonesia)




Keramahan dan mudah membaur dengan semua kalangan ini masuk dalam prinsip utama yang dipegang oleh Soebronto Laras. Kunci suksesnya dalam berkarier dan berorganisasi tidak lepas dari prinsip 4 Olah & VIP. 4 Olah itu adalah olah kalbu, olah pikir, olah pekerti, dan olahraga. 4 Olah ini ditambah dengan VIP yakni visioner, integrity, and perseverance. Prinsip ini dia implementasikan dalam bisnis dan bernegara.

Kini, Soebronto Laras telah kembali kepada Sang Pemilik. Namun, dedikasinya di sektor otomotif, olahraga, dan berbagai lini kehidupan akan selalu dikenang di negeri ini.

Selamat jalan Pak Soebronto Laras.  

Editor: Diena Lestari

SEBELUMNYA

Paparan Asbes Bisa Membahayakan Kesehatan, Simak Risiko Penyakitnya

BERIKUTNYA

Rekomendasi Wisata Seru di Hong Kong, Dari Tarian Naga Api Tai Hang Hingga Kuliner di Hong Kong Wine & Dine Festival

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: