Bird Box Barcelona (Sumber gambar: IMDB)

Review Bird Box Barcelona, Malapetaka Bagi Pembuka Mata

21 August 2023   |   15:00 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id

Penantian penggemar Bird Box resmi berakhir. Setelah 5 tahun Bird Box sukses di pasar film, spin-off dari novel karya Eric Heisserer akhirnya kembali menyapa pecinta genre horor fantasi. Bird Box Barcelona menjadi lanjutan karya horor tanpa hantu dan jumpscare, tetapi tetap sukses membuat penonton bergidik.

Kali ini, duo Pastor mengambil alih kursi sutradara dari Susanne Bier yang meramu film perdana Bird Box pada 2018. Masih mengangkat latar dunia post-apocalyptic, makhluk hidup yang tersisa harus berjuang dalam hidup yang kejam dan menyiksa. Setiap makhluk hidup arus memakai penutup mata saat berada di luar ruangan. Mereka wajib bertahan hidup dengan menghindari kontak visual. Jika tidak, mati adalah ganjarannya.

Baca juga: Netflix Pastikan Bird Box Barcelona Tayang 14 Juli 2023

Premis yang dibawa masih tetap sama seperti yang diceritakan pada edisi sebelumnya. Namun kali ini, sutradara mencoba memperlihatkan sudut pandang dari kota lain di luar Amerika Serikat, yakni Spanyol dan Serbia. Dua wilayah ini ikut diteror oleh sosok tak kasat mata yang mendorong makhluk hidup membunuh dirinya sendiri. Barcelona mencekam mulai dari kota hingga desa. Orang-orang mengakhiri hidup hanya karena membuka mata. Nikmat melihat seakan-akan menjadi neraka di Barcelona.

Sebastian (Mario Casas) sebagai pemeran utama mampu menunjukkan kuasa perannya selama hampir dua jam film ini tayang. Dia seolah menjadi gerbang baru yang membuka pandangan problema dari sisi lain. David Pastor dan Alex Pastor meramu sekelumit masalah Sebastian dengan romansa indah yang justru terlihat ironi. Kepergian sang anak begitu membekas hingga menciptakan bayangan sosok Anna di matanya.
 
Bird Box Barcelona membiarkan penontonnya memiliki ekspektasi liar sejak awal film. Film ini seolah melepaskan tanda tanya besar sejak adegan pertama dimulai. Mengapa Sebastian begitu spesial, mengapa dia berbuat jahat, dan segudang tanya disiratkan sutradara tanpa memberi satu pun jawaban setidaknya hingga pertengahan film.
 
Sebelum mencapai tengah film, penonton akan ditarik mundur dalam cerita keluarga bahagia Sebastian bersama anak dan istrinya. Keputusan David Pastor dan Alex Pastor tampak tepat menempatkan adegan ini di tengah. Sepertinya mereka tak ingin tampil klise memperlihatkan alur mundur di akhir film seperti kebanyakan akhir film horor.
 
Unsur psikologis bermain dalam film ini. Kemunculan bayangan Anna dengan semua permintaan kejinya selalu dituruti Sebastian. Kata Anna, setiap jiwa harus dibimbing ke ‘jalan kebenaran’ dengan membiarkan mereka melihat keindahan malaikat. Maka Anna menyuruh ayahnya membuka mata siapa pun orang-orang yang ditemuinya. Namun setelah melepas penutup mata, orang-orang malah membunuh dirinya sendiri.
 

Bird Box Barcelona (Sumber gambar: IMDB)

Bird Box Barcelona (Sumber gambar: IMDB)

 Perlahan, Sebastian mulai menemukan sisi humanis. Semua taktik jahat Anna tak mempan merayu pria sebatang kara itu. Cara sosok Anna mengelabui ayahnya juga menjadi catatan yang cukup disayangkan dalam film ini. Bahwa Anna sangat sering muncul untuk membuat Sebastian tertipu, tetapi caranya klasik dan hampir selalu sama, yakni berulang kali membawa kaitan emosional anak dan ayah yang terkesan template.
 
Akhirnya, Sebastian bertemu Claire, Sophia, dan segerombolan manusia lainnya. Tujuannya membimbing orang-orang ini pada kematian kian goyah. Emosional dan diwarnai tipu daya. Bagian ini tetap dibawakan dengan kesan dilema hingga akhirnya pemeran utama tiba pada jalan kebenaran.
 
Film ini berusaha membolak-balik sisi emosional penontonnya. Bahwa benar duka bisa merusak kewarasan manusia. Bagaimana rasa frustasi mampu melahirkan kegilaan dan menciptakan situasi di luar nalar. Bird Box Barcelona memberi pesan yang tak terkesan menggurui para penontonnya. Tentang kecewa, tipu muslihat, citra diri, hingga kesehatan mental menjadi satuan komplit pelajaran yang bisa dibawa penonton setelah menyaksikan film ini.
 
Baca juga: Makin Horor, Komposer Silent Hill Ikut Beri Sentuhan Magis Gim Stray Souls

Editor: Dika Irawan

SEBELUMNYA

Polusi Meningkat, Dokter Paru Rekomendasikan Penggunaan Masker Berdaya Filtrasi Maksimal

BERIKUTNYA

Resensi Novel Rebel of the Sands, Cerita Fantasi Magis di Negeri Gurun

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: