Keris Kiai Naga Siluman. (sumber gambar: Kemdikbud)

Kisah di Balik Keris Kiai Naga Siluman yang Direpatriasi Belanda ke Indonesia

11 July 2023   |   22:00 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Pemerintah Belanda baru saja melakukan pengembalian ratusan benda bersejarah ke Indonesia. Hal ini terjadi pasca penandatangan repatriasi antara perwakilan kerajaan Belanda dan Indonesia di Museum Volkenkunde, Leiden, pada Senin, (10/7/23).

Salah satu yang menarik dari pemulangan tersebut adalah adanya sebilah keris dari kerajaan Klungkung yang diambil Belanda usai Perang Puputan. Sesuai namanya, Keris Klungkung berasal dari Kerajaan Klungkung yang didirikan pada abad ke-17 di Bali wilayah Selatan. 

Baca juga: Intip 4 Profil Objek Benda Bersejarah Hasil Repatriasi Belanda-Indonesia

Repatriasi ini merupakan pemulangan benda bersejarah milik Indonesia yang kesekian kalinya dari Belanda. Sebelumnya pada 2020, negeri Kincir Angin itu juga sudah mengembalikan keris milik Pangeran Diponegoro yang tersimpan di Museum Volkenkunde, Leiden.

Belanda saat itu membutuhkan waktu dua tahun untuk mencarinya di antara ribuan koleksi Museum Volkenkunde. Bahkan, keberadaan keris ini sempat menjadi teka-teki setelah Koninklijk Kabinet van Zeldzaamheden (KKZ) yang menjadi tempat koleksi khusus kabinet Kerajaan Belanda bubar.

Namun, setelah melalui penelitian panjang antara Indonesia-Belanda akhirnya keris itu  ditemukan pada dekade 2000-an. Dalam sejarahnya, keris bernama Kiai Naga Siluman itu  didapatkan Pemerintah Belanda saat penangkapan Pangeran Diponegoro setelah Perang Jawa pada 1825-1830.

Keris tersebut awalnya diberikan Pangeran Diponegoro kepada utusan Jenderal Hendrik Merkus de Kock, Kolonel Jan-Baptist Cleerens, setelah dirinya ditangkap pada 28 Maret 1830. Oleh Cleerens, keris itu akhirnya dihadiahkan kepada Raja Willem I pada 1831. 

Tiga dokumen penting juga mendukung kisah tersebut. Pertama, adalah korespondensi antara De Secretaris van Staat dengan Directeur General van het department voor Waterstaat, Nationale Nijverheid en Colonies antara tanggal 11-15 Januari 1831.

Dokumen kedua adalah kesaksian dari Sentot Prawirodirjo, mantan perwira perang Diponegoro, yang ditulis dalam bahasa Jawa kemudian diterjemahkan dalam bahasa Belanda. Dalam surat itu Sentot menyatakan bahwa dia melihat sendiri sang Pangeran menghadiahkan ke Kolonel Cleerens.

Sedangkan, dokumen ketiga adalah catatan dari Raden Saleh, pelukis yang pernah tinggal di Belanda dan melukis penangkapan Pangeran Diponegoro. Saat itu pelukis Oldmaster Indonesia itu juga menjelaskan makna dan ciri-ciri keris tersebut di bagian sisi kanan surat kesaksian Sentot Prawirodirjo.

Mengutip laman BBC, selain keris Kiai Naga Siluman, Pangeran Diponegoro juga memiliki keris Kiai Bromo Kedali, keris Kiai Blabar, keris Kiai Wreso Gemilar, dan keris Kiai Hatim. Selain itu ada juga keris bernama Kiai Ageng Bondoyudo yang turut dikuburkan bersama sang Pangeran di Makassar.

Kini setelah dipulangkan ke Indonesia, Keris Kiai Naga Siluman disimpan di Museum Nasional serta menjadi satu dari ribuan benda bersejarah di sana. Termasuk tombak, pelana kuda dan payung kehormatan, serta tongkat Kiai Cokro yang telah dikembalikan pada 2015.

Bagi Genhype yang ingin melihat koleksi tersebut juga bisa berkunjung ke sana sekaligus belajar sejarah Indonesia dengan cara unik. Museum Nasional buka setiap hari Senin-Minggu Pukul 08.00-16.00 WIB. Harga tiket masuknya adalah Rp15.000 untuk dewasa dan Rp7.500 untuk anak-anak. 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

Intip 4 Profil Objek Benda Bersejarah Hasil Repatriasi Belanda-Indonesia

BERIKUTNYA

Menu Kolaborasi McDonalds’s x NewJeans Dirilis, Intip Packagingnya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: