Sipon memiliki nama asli Siti Dyah Sujirah (Sumber gambar: Happy)

Istri Seniman Wiji Thukul, Sipon Meninggal Dunia

05 January 2023   |   21:24 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Kabar duka datang dari dalam negeri. Istri aktivis dan juga seorang seniman Wiji Thukul, yakni Siti Dyah Sujirah atau yang kerap disapa Sipon menghembuskan nafas terakhirnya pada hari ini, Kamis, 5 Januari 2023 di Surakarta, Jawa Tengah.

Kabar kepergian Sipon dikonfirmasi oleh istri Fajar Merah, yakni Happy Mega Yovienta saat dihubungi oleh Hypeabis.id. “Iya benar [meninggal dunia],” katanya.

Dalam lelayu yang dikirimkan Happy kepada Hypeabis.id, Sipon meninggal di Rumah Sakit Hermina Surakarta pada pukul 13.01 WIB pada usia 55 tahun. Sipon disemayamkan di rumah duka yang terletak di Griya Duhkita RT 01/ RW 14, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Jebres, Surakarta.

Kemudian, almarhumah akan dimakamkan di Astono Purwoloyo, Pucang Sawit, Surakarta pada Jumat, 6 Januari 2023 pukul 10.00 WIB. Happy menuturkan bahwa kepergian Sipon untuk selama-lamanya karena sakit jantung mendadak yang dialaminya.

Kabar kepergian Sipon juga dikonfirmasi oleh anggota grup band Shaggydog, yakni Odyssey Sanco atau yang biasa disapa Bandizt saat dihubungi Hypeabis.id.

“Saya tadi dapat chat dari Fajar (puteranya) memang Bu Pon meninggal dunia,” katanya.

 

Siti Dyah Sujirah Atau Sipon (Sumber gambar: Solopos)

Siti Dyah Sujirah Atau Sipon (Sumber gambar: Solopos)


Untuk diketahui, ketika berbicara tentang Sipon, satu nama yang akan selalu melekat adalah sang suami, yakni Wiji Thukul yang seorang seniman dan juga aktivis. Sang suami adalah seorang penyair dengan puisi-puisinya yang kerap menyuarakan ketidakadilan dan ketertindasan yang dialami oleh masyarakat.

Berdasarkan beberapa sumber yang dirangkum Hypeabis.id, Sipon menikah dengan seniman Wiji Thukul pada Oktober 1988, dan keduanya dikaruniai dua orang anak, yakni Fitri Nganthi Wani dan Fajar Merah.

Sipon dan Wiji Thukul disebut-sebut bertemu di sebuah sanggar seni, yakni Sanggar Teater Jagat. Setelah menikah, mereka pun disebut mendirikan sebuah sanggar yang menjadi sarana bagi anak-anak untuk belajar teater dengan nama Sanggar Suka Banjir.

Wiji Thukul menghilang tanpa kabar setelah sempat berpindah-pindah ke berbagai daerah untuk menyelamatkan diri setelah partai yang ikut didirikan, yakni Partai Rakyat Demokratik (PRD) pada 1996 dibubarkan paksa dan semua anggotanya menjadi buronan.

Sebelum menghilang, Sipon sempat bertemu dengan Wiji Thukul yang kembali setelah berpindah-pindah kota untuk menyelamatkan diri. Sipon sempat berkomunikasi pada 1998 setelah sang suami kembali pergi.  

Saat ini, kedua anak Sipon dan Thukul menjadi seorang seniman. Darah seniman yang mengalir dari kedua orang tua menurun kepada mereka.

Fitri Nganthi Wani merupakan seorang penyair yang sempat mengeluarkan buku kumpulan puisi berjudul Selepas Bapakku Hilang pada 2009 silam. Kemudian, buku kumpulan puisi lainnya dirilis oleh Fitri berjudul Kau Berhasil Menjadi Peluru.

Sementara itu, Fajar Merah adalah seorang musisi atau band. Sang putra beberapa kali membuat musik dari puisi-puisi sang ayah. Salah satu puisi yang dibuat menjadi musik adalah Bunga dan Tembok.

Baca juga: Profil dan Kiprah Djoko Pekik, Seniman Kelas Dunia dari Yogyakarta
Editor: M R Purboyo

SEBELUMNYA

Tom Yum, Makanan Khas Thailand yang Paling Banyak Dicoba Warga Indonesia

BERIKUTNYA

Sejarah Mencatat Timnas Indonesia Lebih Unggul Saat Melawan Vietnam

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: