polio (Sumber gambar: Freepik)

Kenali Penyebab dan Cara Mengobati Polio

22 November 2022   |   17:52 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Penyakit polio kembali muncul di Indonesia. Pemerintah bergerak cepat dengan menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Penetapan KLB dilatarbelakangi penemuian kasus polio tipe 2 di Pidie, Aceh. Padahal, Indonesia sudah mendapatkan predikat bebas polio sejak 2014 lalu.

Dirjen P2p Kemenkes RI Maxi Rein Roundonuwu mengatakan Indonesia adalah negara ke-16 yang melaporkan adanya kasus polio lagi. Penemuan 1 kasus polio ini merupakan suatu Kejadian Luar Biasa.

Sebelumnya, Yaman, Kongo, Nigeria, Central African Republic, Ghana, Somalia, Nigeria, Chad, USA, Algeria, Mozambik, Eritrea, Togo, dan Ukraina, lebih dahulu melaporkan kasus polio.

Baca juga: Ditetapkan Jadi Kejadian Luar Biasa, Simak 5 Fakta Polio Termasuk Gejalanya

Maxi mengatakan adanya virus polio di Indonesia harus diwaspadai. Sebab, penyakit ini dapat mengakibatkan kelumpuhan permanen, terutama pada anak yang belum mendapatkan imunisasi.


Penyebab Polio

Penyebab penyakit ini ialah virus bernama polio. Virus polio termasuk dalam golongan Human Enterovirus yang bereplikasi di usus, kemudian dikeluarkan lewat tinja. Virus ini terdiri dari 3 strain, yakni strain 1 (Brunhilde), starin 2 (Lansig), dan strain 3 (Leon).

Dokter Maxi mengatakan penyakit ini dapat menular melalui fecal oral. Penyakit ini sangat berkaitan dengan kebersihan seseorang dan lingkungannya.

Misalnya, seseorang yang tidak cuci tangan bisa terkena kontaminasi dan kemudian virus masuk melalui mulut. Selain itu, penyebarannya juga bisa melalui air yang terkontaminasi oleh tinja yang mengandung virus polio.

“Virus ini menyerang sistem saraf, maka otot seseorang yang terkena jadi mengecil dan bisa berpotensi kelumpuhan,” ujar Maxi dalam konferensi pers virtual Kemenkes, beberapa waktu lalu.
 

Polio dapat menyerang semua umur. Namun, kasus paling banyak lebih sering ditemui pada anak di bawah usia 5 tahun. Hal ini tentu membuat polio perlu mendapatkan kewaspadaan lebih.

Masa inkubasi polio umumnya memakan waktu 3-6 hari, seperti dilansir pada laman resmi Kemenkes. Penyakit ini dapat berubah menjadi kelumpuhan dalam waktu 7-21 hari.

Penyakit polio termasuk yang sulit dikenali secara awal. Sebab, 90 persen kasus biasanya tidak menunjukkan gejala tertentu atau gejalanya sangat ringan.

Namun, pada beberapa kasus lain, polio menunjukkan beberapa gejala khusus. Misalnya, demam, sakit kepala, kelelahan, muntah, kekakuan leher, dan nyeri di tungkai. Gejala polio tersebut dapat dibagi ke dalam 3 kelompok berikut:
 
  • Polio non-paralisis: Dapat menyebabkan lemah otot, muntah, demam, letih, meningitis, sakit tenggorokan, sakit kepala, leher, tangan, kaki, dan punggung terasa kaku.
  • Polio paralisis: Dapat menyebabkan sakit kepala, lemah otot, demam, kaki dan lengan terasa lemah, dan hilangnya refleks tubuh.
  • Sindrom pasca-polio: Dapat menyebabkan slit bernapas atau menelan, lemah otot, depresi, sulit berkonsentrasi, gangguan tidur, kesulitan bernapas, mudah lelah, dan masa otot menurun.


Langkah Pencegahan

Langkah yang efektif mencegah penyakit ini berkembang ialah dengan imunisasi. Vaksin polio dapat diberikan berkali-kali untuk melindungi anak dari penyakit ini. Jadi, peningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemberian imunisasi perlu lebih digalakkan.

Pencegahan juga bisa dilakukan dengan penggunaan masker. Sebab, penularan dapat melalui kontak langsung atau droplet. Selain itu, lingkungan yang terdapat kasus polio harus segera membersihkan daerahnya sendiri. Sebab, infeksi dapat terjadi dari tidak sehatnya jamban yang ada di setiap rumah.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Nirmala Aninda
 

SEBELUMNYA

Sejarah Kutukan Juara Bertahan Piala Dunia, Prancis Bisa Lolos?

BERIKUTNYA

14 Tahun Berkarier, Akhirnya Minho Shinee Rilis Album Solo

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: