Semua makanan merupakan makanan sehat, asalkan dikonsumsi dalam porsi yang tepat dan jenisnya sesuai kebutuhan tubuh. (Sumber gambar: Pexels/Katerina Holmes)

Makanan Sehat Tidak Harus Membosankan, Cek 5 Tip dari Ahli Gizi dan Masterchef Ini!

27 September 2022   |   18:44 WIB

Like
Ada kesalahpahaman umum tentang makan sehat. Banyak dari kita merasa sulit untuk mengikuti diet atau mengubah kebiasaan makan karena pilihan makanan yang dibatasi. Sebenarnya, makan sehat tidak berarti kita harus makan ayam rebus dan sayuran setiap hari loh, Genhype!

Ada banyak makanan di luar sana yang dapat kalian nikmati sambil tetap menjalani hidup sehat. Apalagi, kesadaran masyarakat terkait pentingnya menjaga lingkungan untuk mencegah dampak perubahan iklim yang semakin parah, makanan sebaiknya menyehatkan bagi tubuh sekaligus bagi lingkungan. 

Lalu, seperti apa makanan yang disebut makanan sehat yang ramah lingkungan? 

Ahli gizi Puteri Aisyaffa mengatakan semua makanan merupakan makanan sehat, asalkan dikonsumsi dalam porsi yang tepat dan jenisnya sesuai kebutuhan tubuh. Adapun, dia mengacu pada prinsip 3J, yaitu jenis, jumlah, dan jam makan. 

Baca jugaYuk, Mulai Konsumsi Makanan Sehat untuk Kurangi Pemanasan Global

"Pilihan makanan sehat itu berbeda bagi setiap orang. Seandainya Anda mengidap hipertensi, berarti perlu menghindari bahan makanan yang bikin tekanan darah meningkat. Itulah yang dinilai sehat bagi Anda,” kata Puteri.

Sementara itu, CEO Food Sustainesia Jaqualine Wijaya menyampaikan makanan sehat yang dikonsumsi dengan benar tidak hanya baik untuk tubuh, tapi juga memberikan dampak baik terhadap lingkungan. Idealnya, makanan sehat dikemas dalam kemasan eco friendly, sehingga tidak menyisakan sampah. Dampak karbon juga kecil, sehingga lebih baik pilih produk lokal dan plant base

Nah, setelah memahami apa itu makanan sehat, berikut ini cara praktis menyiapkan dan memasak makanan yang sehat:


1. Proses masak singkat, nutrisi terkunci

Makin cepat suatu bahan makanan dimasak, makin maksimal pula zat gizi yang terkandung di dalamnya. Apakah itu berarti makanan yang dipanaskan kembali juga semakin banyak kehilangan nutrisi? Puteri membenarkan. Tapi, jangan dibuang, karena nilai gizinya tetap ada, meski mulai berkurang. 

Di sisi lain, proses memasak cepat akan mengurangi risiko zat gizi hancur, terbakar, atau menguap. Seandainya membuat sup atau ayam rebus, contohnya, sebagian kandungan gizi akan larut ke dalam air rebusan. 

“Lebih baik airnya dikonsumsi juga. Kalau menyantap ayam rebusnya saja, protein dan serat memang masih didapatkan, tapi kurang maksimal. Kecuali, kalau Anda punya masalah asam urat yang perlu menghindari konsumsi kaldu," ujar Aziz Amri (alumni Masterchef Indonesia musim ke-7). 


2. Meal prep tepat percepat proses memasak

Meal prep bukan hanya perkara memotong-motong bahan makanan. Rencana belanja bahan pangan juga perlu dipersiapkan satu minggu sebelumnya agar belanja bahan pangan dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanpa ada yang terbuang.

Menurut Brian Ardianto (alumni Masterchef Indonesia musim ke-5), meal prep bisa disesuaikan dengan tipikal keluarga masing-masing tanpa tahapan rumit. 

"Daging bisa dipotong-potong sesuai porsi memasak. Jadi, saat tiba waktunya untuk memasak, tak perlu mengeluarkan semua daging, melainkan satu porsi masakan saja. Daun bawang bisa dicuci, keringkan, dipotong sesuai jenis masakan, disimpan dalam kulkas. Hal-hal sederhana ini bisa membantu mempercepat proses memasak. Food waste juga berkurang, karena bahan makanan itu dijaga kesegarannya sejak awal," ujarnya.

Bumbu-bumbu juga bisa disiapkan lebih awal. Misalnya, setelah membeli bawang-bawangan segar, haluskan dengan blender dan dijadikan bumbu jadi. Agar lebih awet, masak dengan sedikit minyak sampai matang. Masukkan ke dalam kotak, tutup rapat, simpan di kulkas.


3. Jutaan cara minimalkan limbah makanan

Setiap tahun Indonesia menghasilkan 13 juta ton sampah makanan, setara dengan 500 kali berat Monas. Padahal, makanan sebanyak itu bisa dikonsumsi oleh 28 juta orang.

Menurut Brian, ada banyak cara untuk mengurangi limbah makanan. Misalnya ketika mengolah daging udang, kulit dan kepalanya bisa disangrai, lalu dibuat kaldu. Batang brokoli, kangkung dan bayam juga masih bisa dimasak, dan mengandung zat gizi.

Makanan sisa semalam juga bisa dikreasikan semaksimal mungkin. Aziz mencontohkan, seandainya masih ada sisa lodeh, sayur itu bisa dikembangkan lagi menjadi hidangan baru. “Misalnya, ditambahkan potongan kentang, lalu dihaluskan dan dijadikan lodeh cream soup. Atau, dijadikan saus pasta. Kuah sayur lodeh digodok lagi sampai airnya berkurang banyak, tambahkan tepung hingga kental," katanya.


4. Pilih bahan pangan lokal

Aziz dan Puteri sepakat, salah satu keuntungan belanja bahan lokal adalah harganya yang rata-rata jauh lebih terjangkau. Soalnya, bahan pangan itu tersedia di Indonesia, mudah diakses, dan jumlahnya berlimpah. Tidak hanya itu, memilih produk lokal berarti juga meminimalkan carbon footprint.

Mengurangi dampak perubahan iklim bisa dilakukan dengan mengurangi asupan makanan impor. Selain itu, memilih pangan lokal akan membantu melindungi bumi agar lingkungan kita lebih lestari.


5. Ubah mindset, ubah perilaku

Mengubah perilaku secara drastis, apalagi ekstrem, akan terasa berat. Genhype bisa melakukan langkah kecil, dimulai dari memilih makanan yang lebih baik. Mulai makan sehat dengan mengonsumsi lebih banyak sayuran. Kalian juga bisa membuat makanan itu lebih bervariasi, lebih bergizi, lebih seimbang garam, gula, dan lemaknya.

Baca juga5 Camilan Alternatif untuk Penyuka Makanan Manis

Ketika belanja bahan pangan, susun menu untuk sepekan ke depan agar bahan pangan yang kalian beli dapat diolah dengan maksimal dan tentunya menciptakan limbah yang minimal. Jangan lupa untuk makan dengan komitmen untuk menghabiskan apa yang kita ambil. Selain mengurangi limbah, langkah ini juga merupakan bentuk apreasiasi kepada alam.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Gita Carla
SEBELUMNYA

Rayakan Hari Jadi ke-40, Bentara Budaya Gelar Pameran Seraut Wajah Indonesia di Kanvas Kita

BERIKUTNYA

Pricelist Tiket & Seat Plan Konser JISPHORIA 1 Oktober 2022, iKONIC & Wota Yuk Merapat!

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: