Sirloin Australia dengan Rasa Nusantara ala Chef Vindex
Sirloin Steak with Rendang Glaze, Potato Balado, and Vegetable Grill. (Sumber foto: Hypeabis.id/Dewi Andriani)
Inilah pendekatan unik yang disajikan oleh Chef Vindex Tengker dalam demo masak bersama Kedutaan Besar Australia.
Menu yang diberi nama Sirloin Steak with Rendang Glaze, Potato Balado, and Vegetable Grill ini bukan hanya sekadar fusion food tetapi merupakan hasil eksplorasi terhadap karakteristik daging premium dan selera Indonesia.
Baca juga: Mengenal Perbedaan Daging Brisket dan Pastrami, Begini Cara Mengolahnya Jadi Hidangan Lezat
Chef Vindex mengatakan bahwa daging sirloin premium dari sapi Australia memiliki kelembutan yang konsisten, kualitas yang terjaga, dan asal-usul yang jelas, termasuk status halalnya.
“Daging premium dari Australia itu reliable dan konsisten. Kita tahu asalnya, bahkan cara pemrosesannya. Jadi bisa dimaksimalkan untuk berbagai kreasi,” terangnya.
Salah satu keunggulan dari daging sirloin ini adalah dapat dimasak dalam waktu yang relatif lebih singkat tanpa kehilangan karakteristik lembutnya. Berbeda dengan daging lokal yang harus diolah dalam waktu lebih lama agar lebih empuk.
Untuk memasak daging premium ini meski terkesan sederhana tetapi harus diolah secara benar agar kualitasnya tetrap terjaga. Pertama, gunakan metode aging dan seasoning yang tepat. Cukup dengan garam, lada hitam, sedikit saus bawang putih, dan minyak kacang.
“Prosesnya tidak usah terlalu lama langsung saja di bakar karena saus rendangnya sudah cukup kuat [rasanya],” ucap Chef Vindex.
Gunkan pan atau grill yang tebal untuk membantu panas meyebar lebih merata sehingga membuat permukaan steak menjadi lebih caramelized tanpa membakar bagian dalam. Saat proses memasak, jangan lupa untuk memperhatkan tingkat kematangan.
Adapun durasi pemanggangan disesuaikan ketebalan. Menurutnya, untuk potongan tipis bisa sekitar 3 hingga 4 menit di tiap sisi sudah cukup.
Untuk sirloin, medium rare hingga medium adalah pilihan terbaik karena menjaga jus alami tetap berada di dalam daging. "Kalau dimasak terlalu matang sampai well done, jus-nya hilang, padahal itu yang bikin rasa daging lebih hidup," ujar chef.

Menteri Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia Julie Collins dan Chef Vindex. (Sumber foto: Hypeabis.id/Dewi Andriani)
Chef Vindex mengatakan, penggunaan saus rendang menjadi pilihan utama karena rasanya yang kuat dan sudah dikenal luas. Bahkan, menurut chef, Menteri Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia Julie Collins pun pernah bilang kalau rendang itu sudah dikenal dunia.
“Namun dalam menu ini, rendang kita olah sebagai saus, bukan sekadar lauk,” ucapnya.
Alih-alih menyajikan rendang dalam bentuk utuh, bumbu rendang diolah ulang menjadi glaze yang membalut steak secara halus. Menurut Chef Vindex, menu steak tidak hanya dapat disatukan dengan bumbu rendang saja, banyak saus khas Indonesia yang sebenarnya cocok untuk mengolah daging steak dalam versi lokal.
“Kita bisa pakai rica-rica dari Sulawesi, bumbu gulai dari Sumatra, bahkan saus kacang khas maranggi. Semua bisa masuk, tinggal kreativitas chef Indonesia dalam mengolah dan menyeimbangkan rasa,” ucapnya.
Melalui pendekatan ini, steak tidak hanya menjadi hidangan mewah, tapi juga dekat dengan lidah masyarakat Indonesia. Saus yang kuat dan familiar seperti rendang atau rica-rica memberikan sentuhan lokal yang membumi, sementara daging premium tetap menjadi pusat perhatian.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.
KUMPULAN ARTIKEL LAINNYA
Menikmati House of Tugu, Destinasi Kuliner Berbalut Sejarah di Kota Tua Jakarta
26 Maret 2026
Rekomendasi Kuliner Khas di Jawa Tengah yang Wajib Dicoba Saat Mudik
17 Maret 2026
The Good Bagel: Kafe Bagel Artisan di Gading Serpong yang Viral
16 Maret 2026
Menikmati Kuliner Indonesia dalam Balutan Modern di Menteng
13 Maret 2026