Azyumardi Azra merupakan orang Asia Tenggara pertama yang diangkat sebagai Professor Fellow di Universitas Melbourne (Sumber gambar: Bisnis Indonesia)

Kabar Duka, Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra Meninggal Dunia

18 September 2022   |   19:04 WIB

Kabar duka datang dari industri pers di dalam negeri. Ketua Dewan Pers periode 2022 – 2025, yakni Azyumardi Azra menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Serdang, Malaysia, pada hari ini, Minggu 18 September 2022, pukul 12.30 waktu setempat.

Kabar kepergian ketua lembaga itu disampaikan oleh akun media sosial Instagram Dewan Pers “Innalillahi wa innailaihi rajiun. Telah berpulang ke Rahmatullah, Prof. Azyumardi Azra, Ketua Dewan Pers 2022-2025,” demikian tertulis dalam postingan
 

Melalui akun resminya, lembaga itu menyatakan bahwa kepergian sang ketua merupakan duka yang mendalam bagi segenap keluarga besar Dewan Pers. “Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya, menerima amal-ibadahnya, husnul khotimah, serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi kekuatan dan kesabaran,” demikian keterangan yang tercantum dalam caption postingan

Berdasarkan rilis Dewan Pers, Azyumardi Azra mengalami gangguan kesehatan saat hendak mendarat di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia, pada 16 September 2022. Akibatnya, cendikiawan itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit Serdang, Selangor untuk dilakukan pengecekan. 

Adapun, dalam keterangan resminya, Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur menyatakan pihak rumah sakit telah menerbitkan penyebab kematian almarhum. Disebutkan bahwa pimpinan Dewan Pers itu meninggal dunia akibat acute inferior myocardial infarction atau terdapat kelainan pada jantung.  
 

Profil Azyumardi Azra 

 

(Sumber gambar: Bisnis Indonesia)

(Sumber gambar: Bisnis Indonesia)

Pria kelahiran 4 Maret 1955 ini menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Tarbiyah IAIN Jakarta pada tahun 1982. Kemudian, memperoleh gelar Master of Art dari Departemen Bahasa dan Budaya Timur Tengah, Columbia University pada 1988 setelah mendapatkan beasiswa Fullbright.

Selain itu, dia juga mendapatkan beasiswa Columbia President Fellowship dari Columbia University di Departemen Sejarah. Pendidikan di kampus yang sama dengan departemen berbeda tersebut membuat sang profesor mendapatkan dua gelar MA pada 1989.

Tidak berhenti sampai di situ, Azyumardi Azra kembali menambah gelar Master of Philosophy dari Departemen Sejarah dari Columbia Unversity, dan Doctor of Philoshophy Degree. Disertasi yang dibuatnya kemudian diterbitkan di sejumlah penerbitan luar negeri seperti Allen & Unwin, Hawaii University Press, dan KITLV Press. 

Laman Dewan Pers mencatat Azra pernah menjadi wartawan Panji Masyarakat pada 1979 sampai 1985. Adapun, setelah lama menimba ilmu di luar negeri, dia kembali ke Jakarta pada 1993 dan mendirikan Studi Ismalika, sebuah jurnal Indonesia untuk studi terkait dengan Islam. 

Pada 1994 hingga 1995, Prof Azra mengunjungi Southeast Asian Studies pada Oxford Centre for Islamic Studies, Oxford University, Inggris, sambil mengajar sebagai dosen pada St. Anthony College.

Pria yang juga merupakan pakar demokrasi dan islam ini pernah menjadi profesor tamu di Universitas Filipina dan Universitas Malaysia pada 1997. Kemudian, menjadi anggota Selection Committee of Southeast Asian Regional Exchange Program antara 1997 dan 1999.

DIa juga menjabat sebagai Rekor Universitas Islam Negeri (UIN) Hidayatullah Jakarta pada 1998 hingga akhir 2006. Setelah lepas dari jabatan orang nomor satu di kampus itu, Azra menjabat sebagai Direktur Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah. 

Prof Azra merupakan orang Asia Tenggara pertama yang diangkat sebagai Professor Fellow di Universitas Melbourne, Australia (2004 - 2009), dan anggota Dewan Penyantun (Board of Trustees) International Islamic University Islamabad Pakistan (2004 - 2009). 

Atas kerja kerasnya di dunia kepenulisan, Azra telah melahirkan banyak karya tulis. Dia juga mendapatkan sejumlah penghargaan dari dalam dan luar negeri. Termasuk Penulis Paling Produktif dari Penerbit Mizan pada 2002 hingga Order of Rising Sun: Gold and Silver Star dari Kaisar Jepang pada 2017 lalu. 

Salah satu jabatan terakhir yang diembannya adalah Ketua Dewan Pers periode 2022-2025. Dia terpilih menempati posisi itu menggantikan Mohammad Nuh, dan memimpin delapan orang anggota. Kini, Azyumardi Azra telah berpulang ke pangkuan Tuhan Yang Maha Esa, beristirahat untuk selama-lamanya. 

Editor: Syaiful Millah 
SEBELUMNYA

Cara Melacak Keberadaan Hacker, Pengamat IT Curiga Bjorka Tidak Hanya Satu Orang

BERIKUTNYA

Ganda Putra Badminton Kevin & Marcus Diprediksi Turun dari Peringkat 1 Dunia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: