Ilustrasi Rusia (Sumber gambar: Unsplash/Elena Mozhvilo)

Resensi Buku, Mengusut Konspirasi Rusia

09 August 2022   |   16:38 WIB

Dalam sejarah politik modern, kita telah banyak membaca dan mempelajari tentang dua bangsa yang berseteru dan menjadi musuh bebuyutan. Salah satu yang selalu menarik untuk diperhatikan adalah pasang surut relasi antara Amerika Serikat dan Russia.
 
Kendati keduanya sudah lama mengakhiri perang dingin dan tak jarang tampak bersanding dengan wajah ramah di kancah diplomasi, kedua ekonomi raksasa itu sepertinya belum bisa mencabut akar pahit yang bersumber dari cerita kelam dari masa lalu.
 
Baca juga: Inspirasi 'Novel' & Semangat Generasi Muda Jadi Energi dalam Buku Ekonomi Sirkuler
 
Ada begitu banyak terbitan buku yang khusus mengupas tentang seluk beluk konflik terselubung antara ‘Sang Elang’ AS dan ‘Sang Beruang’ Russia di era modern. Meskipun demikian, kisah-kisah tersebut tidak pernah membosankan untuk ditelaah.
 
Melengkapi rentetan buku nonfiksi soal seteru tak kasat mata dari kedua negara tersebut, dua jurnalis politik kawakan Michael Isikoff dan David Corn membedah satu lagi teori konspirasi yang melibatkan intelejen Kremlin dalam perpolitikan Negeri Paman Sam.

Seperti dikutip dari Bisnis Indonesia Weekend, konspirasi tersebut diulas dalam jilidan bertajuk Russian Roulette: The Inside Story of Putin’s War on America and the Election of Donald Trump. Bagi pembaca yang kurang sepaham atau tidak percaya dengan peliknya teori konspirasi, buku ini mungkin terdengar tidak masuk akal.
 
Bagaimana pun, ada alasan mengapa bacaan ini bertahan di posisi puncak pemeringkatan The New York Times Best Seller untuk kategori buku nonfiksi sampul keras sejak pekan pertama penerbitannya pada akhirMaret 2018.

 Buku ini membedah skema konspirasi dan espionase yang mengejutkan dibalik terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS ke-45. Menurut penelitian Isikoff dan Corn, terpilihnya Trump merupakan hasil dari intervensi Russia atas sokongan Presiden Vladimir Putin.
 
Buku ini meramu cerita klasik tentang intrik internasional, espionase siber, dan persaingan antarnegara adidaya. Namun, sebagaimana buku teori konspirasi lainnya, banyak hal di dalam buku ini yang perlu dibuktikan lebih jauh melalui investigasi yang lebih holistik.
 
Isikoff dan Corn menceritakan dan mengeksplorasi berbagai skandal aneh yang terjadi di AS, lantas mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di balik skandal-skandal tersebut. Mereka menyimpulkan satu benang merah, yaitu telah terjadi infiltrasi Rusia dalam sistem pemerintahan AS.
 
“Setelah hubungan AS-Russia memburuk, Putin mengerahkan kekuatan Russia dengan mengutus para peretas terbaik Moskwa untuk menginfiltrasi sistem politik AS. Mereka lantas mengeksploitasinya lewat WikiLeaks untuk mendiseminasi informasi rahasia yang dapat mempengaruhi hasil Pilpres 2016,” papar mereka.
 
Lebih lanjut, mereka mengklaim espionase Russia tersebut ditujukan untuk menginterfensi pesta demokrasi di AS. Pada akhirnya, Trump yang sejak awal menginginkan perjanjian bisnis dengan Russia pun menang.

Baca juga: 5 Rekomendasi Buku Wajib Buat Kalian Para Calon Founder Startup
 
Secara umum, buku ini sangat sesuai bagi para penggemar berat teori konspirasi dan bacaan-bacaan nonfiksi politik internasional, serta isu-isu global kekiinan. Sebagai sumber perdebatan, buku ini mengupas kejanggalan hubungan antara Trump, Putin, inner circle mereka, serta apa kepentingan politis dan bisnis keduanya.
 
 

(Sumber gambar: Amazon)

(Sumber gambar: Amazon)

Judul              : Russian Roulette: The Inside Story of Putin’s War on America and the Election of Donald Trump
Penulis            : Michael Isikoff, David Corn
Penerbit          : Twelve
Tebal              : 352 halaman
Cetakan          : Pertama, Maret 2018
ISBN-11         : 153-872-875-3
ISBN-13         : 978-153-872-875-8

Editor: Dika Irawan

SEBELUMNYA

Kebijakan Baru Taman Nasional Komodo, Pemerintah Berikan Dispensasi Selama 6 Bulan

BERIKUTNYA

Tertarik Beli Kendaraan Listrik? Ini Ragam Keuntungan yang Bisa Didapatkan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: