Hari Anti Narkotika Internasional atay International Day Against Drug Abuse diperingati tiap 26 Juni setiap tahunnya (Sumber gambar: Myriam Zilles/Unsplash)

Setop Penyalahgunaan Obat Terlarang! Simak Sejarah Hari Anti Narkotika Internasional

26 June 2022   |   11:26 WIB

Hari Anti Narkotika Internasional atau International Day Against Drug Abuse diperingati tiap 26 Juni setiap tahunnya. Peringatan ini dibuat oleh organisasi dunia PBB untuk memperkuat aksi dan kerja sama dalam mewujudkan dunia yang bebas dari penyalahgunaan narkoba. 

Menurut World Drugs Report, pada 2020, tercatat ada sekitar 269 juta masyarakat di dunia yang menyalahgunakan penggunaan narkotika. Secara spesifik, peringatan ini menyoroti dampak fisik dan psikologis dari penyalahgunaan zat, kematian akibat overdosis obat dan krisis kemanusiaan terkait narkotika, dengan tujuan untuk menghilangkan ancaman-ancaman tersebut dari seluruh masyarakat dunia.

Peringatan ini konsisten untuk menyebarkan kesadaran tentang bahaya penyalahgunaan narkotika tidak hanya kepada orang dewasa, tetapi juga kepada anak-anak sebagai kelompok yang paling rentan. Kantor PBB Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC) menyoroti persoalan akses obat-obatan terlarang yang dikendalikan hanya untuk obat pereda nyeri esensial dan tujuan ilmiah.

(Baca juga: Begini Penjelasan Psikolog Kenapa Figur Publik Rawan Terjebak Narkoba)
 

Lemercier

Penyalahgunaan obat-obatan terlarang bisa berdampak secara fisik dan psikologis (Sumber gambar: Christopher Lemercier/Unsplash)

Tahun ini, peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) mengusung tema 'addressing drug challenges in health and humanitarian crises' atau yang berarti menangani tantangan narkotika dalam krisis kesehatan dan kemanusiaan.

UNODC juga membuat kampanye #CareInCrises untuk peringatan HANI tahun ini. Dengan menyoroti data dari World Drugs Report, UNODC mendesak pemerintah, warga dunia, organisasi internasional dan setiap pemangku kepentingan untuk mencegah penyalahgunaan narkotika, memberikan pengobatan, dan membatasi pasokan obat-obatan terlarang.

Laporan dan data berdasarkan penelitian dan bukti ilmiah dibagikan kepada para pemangku kepentingan, termasuk saran serta solusi diberikan oleh UNODC untuk mengatasi ancaman narkotika.
 

Sejarah Hari Anti Narkotika Internasional

Melansir dari laman UNODC, Minggu (26/6/2022), peringatan Hari Anti Narkotika Internasional pertama kali disahkan dalam pertemuan pleno ke-93 Majelis Umum PBB (UNGA) yang dilaksanakan pada 7 Desember 1987. Pertemuan itu mengesahkan resolusi 42/112 yang diadopsi dari kaporan komite ketiga Majelis Umum PBB.

Saat itu, Majelis Umum PBB memutuskan untuk memperingati 26 Juni sebagai Hari Anti Narkotika Internasional. Peringatan tersebut merupakan bentuk penentangan akan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Tanggal tersebut dipilih berdasarkan peringatan aksi kampanye Lin Zexu, seorang politisi dan filsuf China terkemuka pada abad ke 18-19 atau Dinasti Qing. Pada 3 Juni 1839, Lin Zexu memulai kampanyenya untuk menyingkirkan kasus impor opium ke China secara ilegal oleh pedagang Inggris. Lin Zexu memang dikenal sebagai pejabat gigih yang menentang perdagangan opium di China oleh bangsa-bangsa asing.

Kampanye tersebut dijalankan selama 23 hari yang berakhir pada 26 Juni 1839. Dengan aksinya itu, Lin Zexu berhasil menggagalkan aksi impor opium ilegal di Tiongkok sekitar 1,2 juta kilogram. Dia berhasil memusnahkan opium dan membuangnya ke laut.

Aksi pemberantasan opium oleh Lin Zexu ini disusul dengan kebijakan larangan perdagangan opium oleh kekaisaran China. Berdasarkan catatan sejarah, perdagangan opium di China telah dilakukan oleh bangsa Eropa sejak 1700-an.


Editor: Nirmala Aninda
SEBELUMNYA

Siap-siap! J-Hope BTS Bakal Rilis Album Solo Jack In The Box Juli 2022

BERIKUTNYA

Pesepak Bola Ronaldinho Adakan Coaching Clinic dan Tanding di Laga Trofeo, Cek Agendanya!

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: