Fika sering diterjemahkan sebagai rehat dengan kopi dan kue (Sumber gambar: Alexander Suhorucov/Pexels)

Mengenal Fika, Tradisi Rehat dengan Secangkir Kopi ala Swedia

03 June 2022   |   12:57 WIB

Di tengah kesibukan yang padat, tak ada salahnya untuk menikmati secangkir kopi dan camilan bersama kolega atau teman. Di Swedia, hal itu telah menjadi bagian dari budaya keseharian masyarakatnya yang disebut fika. Fika sering diterjemahkan sebagai rehat dengan kopi dan kue.

Fika adalah sebuah konsep, keadaan pikiran, sikap dan bagian penting dari budaya Swedia. Meluangkan waktu untuk fika setiap hari dianggap penting bagi banyak orang Swedia. Ini berarti meluangkan waktu bagi teman atau kolega untuk berbagi secangkir kopi atau teh dengan sedikit camilan.

Melansir dari laman Visit Sweden, Jumat (3/6/2022), fika merupakan slang dari kata ‘kaffi’, ejaan lama untuk kopi di Swedia pada abad ke-19. Awalnya, kopi diperkenalkan di Swedia pada abad ke-18, yang menjadi cikal bakal tradisi fika. 

Namun, seiring waktu, roti panggang yang biasanya menjadi sajian bersama kopi–disebut fikabröd (roti fika)-- menjadi sama pentingnya dengan kebiasaan menikmati kopi tersebut. Akhirnya, kedatangan toko kue di Swedia pada abad ke-19 mengukuhkan tradisi ini sebagai kebiasaan minum kopi dan kue yang dinikmati bersama teman-teman atau kolega.


Fika sebagai tradisi rehat

Tak hanya sekadar menikmati secangkir kopi, kebiasaan fika juga dianggap sebagai momen untuk rehat dari segenap kesibukan dan menghargai hal-hal baik dalam hidup. Dalam buku berjudul Fika: The Art of the Swedish Coffee Break karya Anna Brones dan Johanna Kondvall, menyebut bahwa fika adalah saat di mana seseorang beristirahat dengan secangkir kopi dengan makanan panggang.

Itu bisa dilakukan sendiri, bersama teman-teman, termasuk dapat dilakukan di rumah, di taman ataupun tempat kerja. Hal yang terpenting, kalian melakukannya dan meluangkan waktu untuk istirahat, itulah yang dimaksud dengan fika.
 

f

Fika juga dianggap sebagai momen untuk rehat dari segenap kesibukan (Sumber gambar: Alex Green/Pexels)

Sebagian besar orang Swedia menganggap penting meluangkan waktu untuk berhenti dan bersosialisasi untuk mengambil jeda dari rutinitas. Hal ini dianggap bisa menyegarkan kembali otak sekaligus memperkuat hubungan. Pada beberapa perusahaan yang menerapkan budaya ini, terbukti memiliki tim yang lebih baik dan produktif.

Melansir dari Swedish Food, apa yang disajikan selama fika sebenarnya tidak terlalu penting. Makanan itu bersifat opsional sebagai teman untuk momen bersosialisasi bersama teman dan kolega.

Meski begitu, makanan yang dipilih untuk fika harus dipastikan segar dan disajikan dengan baik. Idealnya, sajian makanan untuk fika adalah buatan sendiri. Sebagian besar orang Swedia rutin memanggang roti dari rumah untuk dibawa ke tempat kerja.


Manfaat fika bagi kesehatan mental

Seorang dokter dan peneliti di Swedia, Mai Lis Hellénius, mengatakan istirahat sambil minum kopi adalah salah satu gaya hidup yang dapat mencegah penyakit jantung. Hal itu menurutnya bisa memberikan kesempatan tubuh untuk beristirahat sekaligus memulihkan diri.

Ini menjadi penting dilakukan apalagi setelah dua tahun terakhir banyak orang yang merasakan kian tertekan dan kelelahan akibat pandemi Covid-19. “Mengambil rehat [minum] kopi berarti memberikan kesempatan untuk beristirahat, memulihkan diri dan berefleksi,” kata Hellénius dilansir dari Well+Good.

Dia juga mengatakan bahwa banyak perusahaan di Swedia yang memberlakukan aturan kepada karyawan untuk beristirahat selama lima menit setiap satu jam mereka bekerja. Periode waktu istirahat itu biasanya dibagi menjadi beberapa sesi istirahat, di tengah pagi dan sore hari. Hal itu pun biasa mereka lakukan di rumah saat tidak bekerja.

Menurut Psikoterapis sekaligus pendiri platform Well Guide, Israa Nasir, fika tidak hanya berguna untuk istirahat dengan menikmati secangkir kopi, tetapi juga untuk melepaskan otak dari beban pekerjaan.

Menurut sebuah penelitian pada 2011, beristirahat dalam waktu yang singkat dari beban pekerjaan secara kognitif dapat meningkatkan kemampuan untuk fokus dan meningkatkan produktivitas.

“Penelitian telah menunjukkan bahwa jenis istirahat ini [fika] memungkinkan otak memproses informasi dan mengonsolidasikan ingatan, membantu pemikiran yang jernih,” kata Nasir.


Editor: Gita Carla
SEBELUMNYA

Jeno & Chenle Positif Covid-19, Rangkaian Promosi Album Baru NCT Dream Dibatalkan

BERIKUTNYA

Ada Hwang In Yeop, Ini Daftar Drakor dan Variety Show Terbaru yang Tayang di Viu

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: