Gelap, pengap, dan padat. Tiga karakteristik tersebut menjadi nuansa yang pertama tertangkap saat menyambangi salah satu kawasan huni paling padat di Asia Tenggara. Ternyata letaknya masih di ibukota Indonesia, tepatnya di Gang Venus, Tambora, Jakarta Barat.
Bisa jadi selama hampir 24 jam sehari, area seluas kira-kira 500 hektar yang dihuni lebih dari 250.000 jiwa penduduk itu nyaris tak tersentuh matahari. Data ini sangat mungkin tak cukup akurat untuk menggambarkan betapa padatnya kawasan ini, karena banyak penduduk yang keberadaannya tidak terdaftar oleh RT dan RW setempat. Sebagian besar kawasan Gang Venus terasa seperti labirin yang siang dan malam tak terasa bedanya. Lorong-lorong gang seperti gua yang gulita karena rapatnya bangunan semi permanen dua-tiga lantai di mayoritas bagian.
Secara tak langsung mengingatkan pada Kowloon Walled City di Hong Kong (yang kini sudah tidak ada lagi namun tetap tercatat sebagai sejarah negara tersebut), Gang Venus yang terletak di Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat dapat menjadi salah satu potret dari kawasan tidak layak huni yang masih tersebar di DKI Jakarta.
Di Gang Venus, satu bangunan dapat dihuni oleh beberapa keluarga yang menempati kamar-kamar di atas rumah keluarga yang lain. Tak heran jika lampu dan kipas angin harus menyala seharian penuh untuk menggantikan fungsi penerangan dan anti-lembap dari cahaya matahari. Hal ini merupakan realita sehari-hari penduduk yang tinggal di sana, karena tanpa bantuan pencahayaan lampu, sulit rasanya bagi siapa pun untuk melihat di jalan yang sempit. Belum lagi banyaknya barang dan kendaraan roda dua yang terparkir di sisi lorong, menambah kisruh area melintas.
Jangankan bicara terlalu jauh soal ruang privat bagi masing-masing orang yang tinggal di sana. Ancaman kebakaran, persoalan sanitasi, dan masalah kesehatan akibat tata ruang yang buruk selalu membayangi penduduk Gang Venus. Meskipun jauh dari kata ideal, nyatanya penduduk yang tinggal di sana seperti tak hilang akal untuk bertahan di rumah yang sesak.
Pada Mei 2020, kebakaran hebat akibat arus listrik pendek dari salah satu rumah melahap lebih dari seratus hunian di sejumlah titik kawasan di Gang Venus, melibatkan 30 unit pemadam kebakaran untuk memadamkan api. Didorong campur tangan pemerintah provinsi dan aparat berwenang, kejadian kebakaran tersebut membuat warga Gang Venus mulai berbenah diri. Tak ada lagi pembangunan yang berpotensi mengganggu kenyamanan bersama.
Dampaknya, beberapa titik kawasan jadi terasa lebih terang karena sinar matahari bisa menembus sisa bangunan yang belum digarap kembali menjadi hunian. Sejumlah anak bisa bermain lebih leluasa, para ibu bisa membawa bayi mereka berjemur untuk mendapatkan asupan cahaya bagi kesehatan mereka.
Filter: Foto Cerita
| Jenis Harga | Ukuran/Format | Harga |
|
|
|
Rp 475.000Diskon 5% dari Rp |