Sembilan belas tahun silam, gempa bumi berkekuatan 9,2 SR yang berpusat di Samudera Hindia disertai gelombang Tsunami meluluhlantahkan sejumlah kawasan pesisir di beberapa negara termasuk Aceh, Indonesia. Bencana dahsyat tersebut menyebabkan lebih dari 230.000 orang meninggal di 8 negara. Khusus di Indonesia, sekitar 170.000 orang meregang nyawa, meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Indonesia. Tsunami Aceh terjadi pada hari Minggu, 26 Desember 2004. Sekitar pukul 07.50 WIB, masyarakat di kawasan Aceh bagian barat dan sekitarnya merasakan guncangan gempa yang begitu kuat. Selang beberapa menit, muncul sejumlah gelombang tsunami yang dalam sekejap merubah kawasan Serambi Mekah menjadi rata dengan tanah.
Salah satu bukti kedahsyatan bencana tersebut adalah Kapal PLTD Apung sepanjang 19 meter dan seberat 2.600 ton yang terbawa ke daratan sejauh 4 kilometer dari Pelabuhan Ulee Lheue.Kala itu, kapal tersebut mengangkut 11 orang anak buah kapal (ABK), namun hanya satu orang yang selamat. Sepuluh ABK lain langsung turun dari kapal saat air mulai surut usai gelombang pertama. Naas, mereka malah meninggal terhempas gelombang kedua. Saat ini situs Kapal PLTD Apung difungsikan menjadi situs sejarah dan dibuka untuk umum, tanpa merubah bentuk asli kapal.
Bukti lain yang menjadi saksi bisu betapa kuatnya gempa dan tsunami Aceh tersimpan di Museum Tsunami. Museum ini diresmikan pada 2008 untuk memperingati bencana dahsyat yang meluluhlantakkan Tanah Rencong. Bangunan museum tampak seperti sebuah kapal yang di dalamnya berisi visual dan instalasi yang menggambarkan kegigihan manusia dalam menghadapi bencana alam paling mematikan sepanjang sejarah Aceh.Pada bagian dalam museum, terdapat jalan sempit menanjak yang terhubung dengan pintu masuk ke ruangan sumur doa. Pada dinding ruangan tersebut tertera ribuan nama korban jiwa, sedangkan puncak kerucut ditutupi dengan ornamen tembus cahaya dengan lafal Allah.
Sumur Doa ini dibuat setinggi 32 meter, sebagai pengingat tingginya gelombang tsunami di Lhoknga, Aceh Besar yang mencapai 32 meter. Museum Tsunami tidak hanya menyajikan sejarah tentang tsunami itu sendiri, tetapi juga mengenang korban yang tewas dan para pahlawan yang berjuang untuk memberikan pertolongan. Berbagai artefak, foto, dan cerita haru dipajang dengan sedemikian rupa di dalam museum seluas 2.500 m² ini. Saat ini museum Tsunami menjadi destinasi bagi wisatawan dari seluruh dunia yang ingin melihat kilas balik salah satu bencana terbesar sepanjang sejarah Indonesia.
Filter: Foto Cerita
| Jenis Harga | Ukuran/Format | Harga |
|
|
|
Rp 570.000Diskon 5% dari Rp |