Dewasa ini mulai banyak orang melek pentingnya energi alternatif. Hal itu bukan tanpa sebab, perubahan iklim yang kian terasa dampaknya. Membuat sebagian masyarakat mencari solusi yang tepat. Sehingga munculah beragam ide gagasan menekan laju pemanasan global, salah satunya dengan memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT). EBT sendiri merupakan energi yang tidak habis atau dapat diperbaharui karena berasal dari unsur-unsur alam seperti matahari, angin, air, gelombang laut dan pasang surut, biomassa serta panas bumi. Selain itu EBT memiliki banyak keunggulan diantaranya, ramah lingkungan, karena tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim.
Ditambah lagi karena tidak bergantung pada bahan bakar fosil yang mahal dan terbatas sehingga membuatnya lebih murah. Serta dengan adanya sumber energi alternatif ini dapat mendorong pembangunan ekonomi dengan terciptanya lapangan kerja baru. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini tercatat pemanfaatan penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia hingga semester I-2023 secara keseluruhan mencapai 12.736,7 Megawatt (MW). Pemerintah terus mendorong berbagai inovasi dan sekaligus mengapresiasi dukungan pelaku usaha dalam upaya percepatan pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia. Dengan target pemenuhan 25% bauran EBT pada tahun 2025 dan pengurangan emisi hingga nol karbon atau Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060, Pemerintah tengah melaksanakan berbagai program percepatan salah satunya pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap secara masih pada berbagai sektor termasuk sektor industri.
Selain mulai banyaknya penggunaan PLTS atap, penggunaan kendaraan listrik juga terus tumbuh dan memberikan dampak positif karena tidak menghasilkan emisi yang dapat mempengaruhi polusi. Saat ini peredaran jumlah kendaraan listrik hingga 23 Oktober 2023 adalah 74.988 unit motor listrik, 20.414 unit mobil listrik, 320 unit roda tiga listrik, bus listrik 80 unit, dan mobil barang 10 unit. Diharapkan dengan banyaknya pelaku usaha dan individu yang mulai beralih ke penggunaan EBT. Target pemerintah nol karbon atau Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 dapat tercapai, sehingga bisa berkontribusi secara global terkait perubahan iklim.
Filter: Foto Cerita
| Jenis Harga | Ukuran/Format | Harga |
|
|
|
Rp 570.000Diskon 5% dari Rp |