Sensasi Brunch American Style di The Nineteen Jakarta
The Nineteen Jakarta (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)
Istilah Brunch konon bermula dari Inggris pada akhir abad ke-19, ketika penulis Guy Beringer mencetuskan istilahnya dalam sebuah esai tahun 1895. Dia mengusulkan makan siang santai pada hari Minggu yang menggabungkan sarapan dan makan siang untuk orang-orang yang masih ingin bersosialisasi setelah berpesta pada Sabtu malam.
Baca juga: Merayakan 6 Dekade, Ruth’s Chris Rilis Menu Spesial Bernuansa New Orleans
Konsep ini menyebar ke Amerika Serikat dan menjadi populer pada tahun 1930-an. Saat ini, brunch telah menjadi acara sosial yang populer di seluruh dunia, yang sering dikaitkan dengan akhir pekan dan perayaan.
Baru-baru ini, restoran fine dining The Nineteen mencoba menghadirkan pengalaman itu dalam format yang menarik. Melalui program A Brunch Affair, restoran ini mengubah rutinitas akhir pekan menjadi perayaan cita rasa yang menggugah.
_crop.jpg)

Sensasi Brunch American Style di The Nineteen Jakarta (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)
Begitu melangkah masuk, suasana restoran langsung memancarkan kesan mewah dengan sentuhan gaya neoklasik. Ruangannya memiliki dua karakter berbeda, satu menyerupai perpustakaan klasik dengan dominasi warna hangat dan rak buku berisi novel, ensiklopedia, hingga berbagai karya fiksi lain. Sementara sisi lainnya dipenuhi cahaya alami dari atap kaca, dihiasi bunga-bunga merah flamboyan, lukisan-lukisan klasik yang unik, serta tirai beludru merah.
Program A Brunch Affair The Nineteen kali ini berfokus pada seri American Classics, satu set menu menarik yang menghadirkan comfort food. Dari Eggs Benedict hingga Southern Crispy Chicken & Potato Waffle, semuanya diracik untuk memberi pengalaman yang familiar, tetapi tetap tak biasa.
"Kami ingin menghadirkan brunch ini dengan balutan New York Style, yang mana orang-orang Amerika tuh seneng banget makan di antara pagi dan siang. Budaya itu, rasanya juga terjadi di sini, ketika orang-orang di akhir pekan merasa mau breakfast kesiangan, tetapi lunch juga masih kepagian," ucap GM The Nineteen Jakarta Rahmat Ismail.
Salah satu menu andalan di seri American Classics adalah Rolled Baked Lasagna yang tampil menggoda sejak pertama kali disajikan. Lasagna ini tidak disusun dalam lapisan biasa, melainkan digulung rapi seperti roulade, kemudian dipanggang hingga keemasan. Tekstur pastanya lembut namun al dente, berpadu sempurna dengan isian ricotta segar dan saus veal bolognese yang kaya rasa.
_crop.jpg)

Sensasi Brunch American Style di The Nineteen Jakarta (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)
Ada keseimbangan antara gurih, creamy, dan aroma panggang yang menggoda. Setiap gigitan terasa menegaskan ambisi The Nineteen untuk membawa hidangan klasik ke level yang lebih refined. Porsinya cukup generous untuk brunch, terutama bila disandingkan dengan pilihan menu lain yang juga tak kalah menarik.
Bagi yang datang berkelompok, menu A Brunch Affair juga memberi banyak pilihan untuk berbagi. Mac & Cheese dengan opsi tambahan lobster atau truffle, Smoked Salmon Latke Stack yang renyah dan ringan, hingga Southern Crispy Chicken & Potato Waffle dengan siraman maple syrup dan saus BBQ, semuanya menggoda untuk dicicip bersama.
Bila ingin sesuatu yang lebih spesial lainnya, menu signature juga layak dicoba. Di sini, hidangan-hidangan klasik diangkat ke level gastronomi yang tak kalah menarik. Ada Grilled Hanger Steak Salad, The Nineteen Wedge Salad, The Nineteen Burger, hingga Wagyu Tenderloin.
_crop.jpg)
_crop.jpg)
Sensasi Brunch American Style di The Nineteen Jakarta (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)
Bagi pencinta makanan manis, bagian “Sweets” di menunya juga patut diperhitungkan. Brioche French Toast dengan custard kayu manis dan taburan pecan nut bisa menjadi penutup sempurna setelah hidangan utama yang gurih. Atau, bila ingin sesuatu yang lebih ringan, Granola Bowl dengan yogurt Yunani dan madu lokal bisa menjadi opsi menyegarkan.
Menikmati brunch di sini seolah membuat waktu berjalan melambat. Akhir pekan terasa panjang untuk dinikmati secara lebih dalam. Sembari menyantap makanan, para tamu juga disuguhi dentuman lembut lagu-lagu American Jazz era 80–90-an yang makin melengkapi suasana.
Para tamu pun tampak menikmati makanan mereka dengan santai, berpadu dengan percakapan-percakapan ringan yang timbul di atas meja. Brunch, memang selayaknya jadi budaya yang dinikmati demikian. Lebih dari sekadar rutinitas makan, ini adalah perayaan kecil dalam hidup yang kian sibuk.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.
KUMPULAN ARTIKEL LAINNYA
Menikmati House of Tugu, Destinasi Kuliner Berbalut Sejarah di Kota Tua Jakarta
26 Maret 2026
Rekomendasi Kuliner Khas di Jawa Tengah yang Wajib Dicoba Saat Mudik
17 Maret 2026
The Good Bagel: Kafe Bagel Artisan di Gading Serpong yang Viral
16 Maret 2026
Menikmati Kuliner Indonesia dalam Balutan Modern di Menteng
13 Maret 2026