Film F1 Raih Oscar Best Sound di Academy Awards 2026
17 March 2026 |
16:00 WIB
Film F1 yang dibintangi Brad Pitt berhasil meraih piala Best Sound pada ajang Academy Awards ke-98 yang digelar Senin dini hari, 16 Maret 2026 waktu Indonesia di Dolby Theatre. Berdasarkan pengumuman resmi dari Academy of Motion Picture Arts and Sciences yang dikutip sejumlah media, film ini berhasil mengalahkan sejumlah pesaing kuat.
Film ini sebelumnya masuk nominasi bersama beberapa judul lain seperti Frankenstein, One Battle After Another, Sinners, dan Sirat. Namun menurut laporan berbagai media hiburan internasional, penghargaan Best Sound menjadi satu-satunya trofi yang berhasil dibawa pulang film F1 pada malam tersebut.
Baca juga: Apple Isyaratkan Sekuel Film F1, Kesuksesan Film Tersebut Buka Peluang Cerita Baru
Sebelumnya, film produksi Apple Original Films ini juga dinominasikan dalam kategori Best Picture, Best Film Editing, dan Best Visual Effects. Akan tetapi, menurut laporan media seperti Newsbytes dan The Hollywood Reporter, kategori Best Picture dan Best Film Editing dimenangkan oleh film One Battle After Another karya Paul Thomas Anderson, sementara kategori Best Visual Effects diraih Avatar: Fire and Ash garapan James Cameron.
Pencapaian tim sound film F1 dinilai menonjol karena kompleksitas produksi yang melibatkan perekaman suara balapan secara realistis.
Dalam wawancara dengan Variety yang dikutip berbagai media, production sound mixer Gareth John menjelaskan bahwa timnya sempat merekam sejumlah momen dramatis di lintasan balap sungguhan, termasuk insiden yang melibatkan Max Verstappen dan Oscar Piastri saat proses produksi berlangsung. Ia menyebut banyak adegan dalam film tersebut berasal dari kejadian yang benar-benar terjadi di dunia balap.
Untuk menciptakan pengalaman suara yang autentik, tim produksi menempatkan mikrofon di berbagai bagian mobil yang dikendarai karakter yang diperankan Brad Pitt dan Damson Idris, serta di sekitar trek balap. Menurut laporan sejumlah media industri film, pendekatan ini dilakukan untuk menangkap detail suara mesin, gesekan ban, hingga atmosfer penonton di sirkuit.
Salah satu keputusan kreatif yang cukup menarik terjadi pada adegan balapan di British Grand Prix di Silverstone Circuit. Dalam sekuens tersebut, tim produksi memilih tidak menggunakan musik dari komposer Hans Zimmer dan hanya mengandalkan efek suara murni. Re-recording mixer Juan Peralta menyebut tantangan utama pendekatan ini adalah menjaga intensitas emosi penonton hanya melalui desain suara.
Dari sisi komersial, film yang disutradarai Joseph Kosinski ini juga mencatat performa box office yang sangat kuat. Berdasarkan data dari Box Office Mojo yang dikutip berbagai media, film F1 berhasil meraup lebih dari 633 juta dolar AS di seluruh dunia. Angka tersebut bahkan melampaui pendapatan film World War Z (2013), yang sebelumnya menjadi film dengan box office terbesar dalam karier Brad Pitt.
Proses produksi film ini juga banyak mendapat perhatian karena tingkat realisme yang tinggi. Syuting dilakukan langsung di sejumlah trek balap saat akhir pekan balapan Formula One berlangsung, dengan menghadirkan tim fiksi APXGP di dalam paddock F1. Menurut berbagai laporan industri film, pembalap Lewis Hamilton terlibat sebagai produser sekaligus konsultan teknis untuk memastikan detail balap dalam film tetap akurat.
Keberhasilan film F1 juga memicu spekulasi mengenai kemungkinan sekuel. Seperti dilaporkan media motorsport Speedcafe, sutradara Joseph Kosinski, produser Jerry Bruckheimer, dan Lewis Hamilton telah mengonfirmasi bahwa pembicaraan awal mengenai kelanjutan film tersebut sudah mulai dilakukan.
Pada malam penganugerahan itu sendiri, film One Battle After Another tampil dominan dengan meraih enam penghargaan Oscar, termasuk Best Picture dan Best Director untuk Paul Thomas Anderson. Sementara film Sinners karya Ryan Coogler membawa pulang empat penghargaan, termasuk Best Actor untuk Michael B. Jordan serta Best Cinematography untuk Autumn Durald Arkapaw, yang mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang memenangkan kategori tersebut.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Film ini sebelumnya masuk nominasi bersama beberapa judul lain seperti Frankenstein, One Battle After Another, Sinners, dan Sirat. Namun menurut laporan berbagai media hiburan internasional, penghargaan Best Sound menjadi satu-satunya trofi yang berhasil dibawa pulang film F1 pada malam tersebut.
Baca juga: Apple Isyaratkan Sekuel Film F1, Kesuksesan Film Tersebut Buka Peluang Cerita Baru
Sebelumnya, film produksi Apple Original Films ini juga dinominasikan dalam kategori Best Picture, Best Film Editing, dan Best Visual Effects. Akan tetapi, menurut laporan media seperti Newsbytes dan The Hollywood Reporter, kategori Best Picture dan Best Film Editing dimenangkan oleh film One Battle After Another karya Paul Thomas Anderson, sementara kategori Best Visual Effects diraih Avatar: Fire and Ash garapan James Cameron.
Pencapaian tim sound film F1 dinilai menonjol karena kompleksitas produksi yang melibatkan perekaman suara balapan secara realistis.
Dalam wawancara dengan Variety yang dikutip berbagai media, production sound mixer Gareth John menjelaskan bahwa timnya sempat merekam sejumlah momen dramatis di lintasan balap sungguhan, termasuk insiden yang melibatkan Max Verstappen dan Oscar Piastri saat proses produksi berlangsung. Ia menyebut banyak adegan dalam film tersebut berasal dari kejadian yang benar-benar terjadi di dunia balap.
Untuk menciptakan pengalaman suara yang autentik, tim produksi menempatkan mikrofon di berbagai bagian mobil yang dikendarai karakter yang diperankan Brad Pitt dan Damson Idris, serta di sekitar trek balap. Menurut laporan sejumlah media industri film, pendekatan ini dilakukan untuk menangkap detail suara mesin, gesekan ban, hingga atmosfer penonton di sirkuit.
Salah satu keputusan kreatif yang cukup menarik terjadi pada adegan balapan di British Grand Prix di Silverstone Circuit. Dalam sekuens tersebut, tim produksi memilih tidak menggunakan musik dari komposer Hans Zimmer dan hanya mengandalkan efek suara murni. Re-recording mixer Juan Peralta menyebut tantangan utama pendekatan ini adalah menjaga intensitas emosi penonton hanya melalui desain suara.
Dari sisi komersial, film yang disutradarai Joseph Kosinski ini juga mencatat performa box office yang sangat kuat. Berdasarkan data dari Box Office Mojo yang dikutip berbagai media, film F1 berhasil meraup lebih dari 633 juta dolar AS di seluruh dunia. Angka tersebut bahkan melampaui pendapatan film World War Z (2013), yang sebelumnya menjadi film dengan box office terbesar dalam karier Brad Pitt.
Proses produksi film ini juga banyak mendapat perhatian karena tingkat realisme yang tinggi. Syuting dilakukan langsung di sejumlah trek balap saat akhir pekan balapan Formula One berlangsung, dengan menghadirkan tim fiksi APXGP di dalam paddock F1. Menurut berbagai laporan industri film, pembalap Lewis Hamilton terlibat sebagai produser sekaligus konsultan teknis untuk memastikan detail balap dalam film tetap akurat.
Keberhasilan film F1 juga memicu spekulasi mengenai kemungkinan sekuel. Seperti dilaporkan media motorsport Speedcafe, sutradara Joseph Kosinski, produser Jerry Bruckheimer, dan Lewis Hamilton telah mengonfirmasi bahwa pembicaraan awal mengenai kelanjutan film tersebut sudah mulai dilakukan.
Pada malam penganugerahan itu sendiri, film One Battle After Another tampil dominan dengan meraih enam penghargaan Oscar, termasuk Best Picture dan Best Director untuk Paul Thomas Anderson. Sementara film Sinners karya Ryan Coogler membawa pulang empat penghargaan, termasuk Best Actor untuk Michael B. Jordan serta Best Cinematography untuk Autumn Durald Arkapaw, yang mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang memenangkan kategori tersebut.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.