Ilustrasi pelaku penipuan digital. (Sumber gambar: Freepik)

Waspada Penipuan Berkedok Promo Ramadan di WhatsApp & Facebook Jelang Lebaran

16 March 2026   |   20:00 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Penipuan digital berkedok promosi Ramadan kembali marak menjelang Hari Raya Idulfitri. Perusahaan keamanan siber global, Kaspersky, menemukan kampanye penipuan yang memanfaatkan momentum meningkatnya aktivitas belanja dan promosi selama bulan suci.

Dalam kampanye tersebut, pelaku meniru identitas perusahaan komersial dan menyebarkan tautan yang mengklaim menawarkan promo atau hadiah Ramadan. Pengguna yang tertarik kemudian diminta memasukkan nomor telepon mereka ke dalam laman yang disiapkan pelaku.

Baca juga: Perhatikan Enam Hal Ini Untuk Hindari Penipuan Saat Berbelanja Online

Setelah itu, korban diarahkan untuk membagikan tautan “kampanye” tersebut kepada teman atau kerabat melalui aplikasi pesan seperti WhatsApp atau Facebook Messenger. Tautan yang disebarkan itu selanjutnya mengarah ke skema penipuan lain, sekaligus meningkatkan lalu lintas situs palsu serta memudahkan pelaku mengumpulkan lebih banyak nomor telepon calon korban.

Country Manager Indonesia Defi Nofitra mengatakan, momentum promo besar seperti Ramadan kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk menjalankan berbagai modus penipuan.

Menurutnya, metode yang digunakan kini semakin canggih karena sebagian pelaku juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk membuat pesan phishing yang lebih meyakinkan dan tertarget.

“Para penipu sekarang menggunakan AI untuk membuat upaya phishing menjadi lebih canggih dan tertarget sehingga membuatnya semakin sulit dikenali oleh pengguna biasa, yang menjadikan pemasangan solusi keamanan di perangkat sangat penting,” ujarnya dikutip Hypeabis.id, Senin (16/3/2026). 

Data Kaspersky menunjukkan, ancaman siber di Indonesia masih tinggi. Sepanjang 2025, perusahaan tersebut mendeteksi dan memblokir 14.909.665 ancaman siber berbasis web di Indonesia. Secara keseluruhan, sekitar 22,4 persen pengguna internet di Tanah Air tercatat pernah menghadapi ancaman online sepanjang Januari hingga Desember 2025.

Lonjakan penipuan juga tercermin dari data Otoritas Jasa Keuangan yang mencatat 13.130 laporan penipuan hanya dalam 10 hari pertama Ramadan 2026. Laporan tersebut melibatkan 22.593 rekening dan menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Untuk menghindari penipuan digital selama Ramadan terutama menjelang Lebaran, pengguna diimbau memverifikasi pengirim pesan serta tautan promosi sebelum mengaksesnya. Selain itu, masyarakat disarankan tidak mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak tepercaya, menggunakan kata sandi kuat dan unik, serta mengaktifkan autentikasi dua faktor pada akun digital.

Pengguna juga diminta tidak membagikan informasi sensitif seperti kata sandi, nomor kartu kredit, atau nomor rekening bank kepada pihak yang tidak jelas identitasnya. Penggunaan solusi keamanan siber yang diperbarui secara berkala juga dapat membantu mendeteksi dan memblokir ancaman sebelum merugikan pengguna.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

A24 Ekspansi ke Televisi, Gandeng Produser Yellowjackets Drew Comins

BERIKUTNYA

Koleksi Raya Nina Nugroho Angkat Sarimbit Tenun Lokal dengan Warna Solid

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga