ilustrasi (sumber : Lazada)

Perhatikan Enam Hal Ini Untuk Hindari Penipuan Saat Berbelanja Online

24 February 2026   |   18:31 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Selama momen Ramadan, aktivitas belanja online di Indonesia diproyeksikan kembali meningkat, seiring dengan makin luasnya adopsi kanal digital. Bank Indonesia mencatat nilai transaksi mencapai Rp44,4 triliun pada Juli 2025 dan diperkirakan terus tumbuh setiap tahun.

Berdasarkan proyeksi Bank Indonesia dan berbagai laporan industri digital, nilai transaksi eCommerce nasional diperkirakan terus tumbuh dua digit setiap tahunnya, terutama menjelang periode Ramadan dan Idul Fitri yang secara historis menjadi puncak konsumsi digital masyarakat.

Baca juga: Indonesia Peringkat 2 Dunia untuk Belanja Online, Promo Jadi Magnet Utama

Tren ini menunjukkan peran eCommerce yang semakin penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk selama Ramadan hingga Idul Fitri. Namun, di tengah meningkatnya transaksi digital di momen-momen penting seperti Ramadan, pelaku kejahatan siber sering kali memanfaatkan periode ini untuk melancarkan berbagai modus penipuan, mulai dari phishing, situs palsu, hingga upaya pencurian data pribadi.

Berdasarkan laporan berbagai lembaga keamanan siber nasional, serangan phishing dan social
engineering cenderung meningkat signifikan menjelang periode belanja besar seperti Ramadan dan Harbolnas.

Chairman Communication & Information System Security Research Center (CISSReC), Dr. Pratama Persadha mengatakan modus yang paling banyak ditemukan adalah phishing berbasis pesan instan, impersonasi customer service, serta penyalahgunaan tautan pelacakan pengiriman palsu.

“Risiko keamanan transaksi online memang masih menjadi tantangan nyata di Indonesia dan menjadi tanggung jawab bersama untuk menjawab tantangan ini,” ujarnya.

Untuk mendukung keamanan dan kenyamanan pelanggan berbelanja, Pratama dan Lazada membagikan 5 (lima) tips praktis dan efektif berbelanja online.


1. Perkuat Akun dengan Menggunakan Password yang Kuat dan Unik

Lindungi data diri dengan mengganti kata sandi (password) akun di platform eCommerce secara rutin. Pastikan untuk memilih password yang unik dan tidak mudah ditebak, seperti misalnya gabungan antara huruf, angka, dan karakter khusus lainnya untuk menciptakan kode unik.

Selain itu, jangan gunakan password yang sama untuk setiap akun online, sehingga bila ada kebocoran di satu akun, akun lainnya akan tetap terlindungi.

Selain menggunakan kata sandi yang kuat dan unik, aktifkan fitur autentikasi dua faktor atau verifikasi biometrik yang tersedia di aplikasi untuk memberikan lapisan perlindungan tambahan terhadap akun.
 

2. Pastikan untuk Selalu Bertransaksi di dalam Platform

Pastikan Genhype hanya berbelanja di aplikasi serta situs resmi dan tepercaya. Selalu periksa kembali alamat URL situs web sebelum mengisi data pribadi atau melakukan transaksi. Platform eCommerce tidak bisa melakukan penelusuran apabila transaksi dilakukan di luar platform.

Lazada senantiasa mendorong konsumen untuk selalu berkomunikasi dan bertransaksi hanya di dalam aplikasi untuk mencegah penipuan. Apabila ada oknum yang mengaku karyawan Lazada, karyawan jasa pengiriman, ataupun penjual dan menghubungi lewat kanal komunikasi lain, khususnya yang tidak terverifikasi, untuk bertransaksi atau meminta data pribadi, dapat dipastikan itu adalah percobaan penipuan dan segera laporkan ke tim Customer Care Lazada.
 

3. Jangan Mengeklik Tautan Apa Pun dari Kanal Tidak Resmi

Saat ini banyak modus penipuan yang meminta masyarakat untuk mengakses link dengan iming-iming tertentu, mulai dari hadiah, diskon khusus, atau keuntungan lainnya.

Yang terbaru, ada modus penipuan yang mengatasnamakan jasa logistik atau ekspedisi, di mana pelanggan diminta untuk mengakses link tertentu untuk menelusuri paket ataupun memproses pengembalian dana.

Ini adalah percobaan penipuan, di mana link semacam ini sering kali digunakan pihak tidak bertanggung jawab untuk mengambil alih kontrol perangkat dan mencuri informasi pribadi. Jangan diklik dan segera cek aplikasi karena seluruh informasi dan status paket tersedia secara real-time.
 

4. Waspadai Permintaan Instalasi Aplikasi atau Berbagi Layar

Dalam beberapa tahun terakhir, modus penipuan digital berkembang semakin canggih dengan memanfaatkan kelengahan pengguna melalui rekayasa sosial. Salah satu pola yang kini marak terjadi adalah pelaku meminta korban menginstal aplikasi tertentu di luar toko aplikasi resmi, seperti Google Play Store atau App Store dengan dalih pembaruan sistem, verifikasi akun, percepatan pengembalian dana, atau konfirmasi pengiriman.

Aplikasi semacam ini biasanya dikirimkan dalam bentuk file APK melalui pesan instan atau tautan tidak resmi.
Setelah terpasang, aplikasi berbahaya ini meminta izin akses perangkat yang luas seperti membaca SMS, mengakses notifikasi, merekam layar, dan mengendalikan perangkat dari jarak jauh.

Pelaku penipuan sering meminta korban untuk mengaktifkan fitur berbagi layar dengan dalih membantu proses transaksi atau pengembalian dana, yang memungkinkan mereka melihat seluruh aktivitas layar secara real-time, termasuk aplikasi mobile banking, PIN, dan kode OTP.

Penting untuk dipahami bahwa tidak ada platform eCommerce, bank, atau perusahaan logistik resmi yang akan meminta pelanggan untuk menginstal aplikasi di luar kanal resmi atau mengaktifkan berbagi layar untuk memproses transaksi.
 

5. Jangan Memberikan Kode OTP atau Data Pribadi kepada Siapa Pun di Luar Aplikasi

Kode OTP digunakan untuk memverifikasi identitas dan melindungi akun dari akses yang tidak sah. Jangan pernah membagikan kode OTP kepada siapa pun, termasuk kepada pihak yang mengaku karyawan Lazada.

Bila Genhype menerima permintaan untuk memberikan kode OTP, lakukan verifikasi terlebih dahulu melalui kanal komunikasi ataupun media sosial resmi dari perusahaan sebelum memberikan informasi apa pun. Lazada tidak pernah menghubungi pelanggan di luar aplikasi atau melalui kanal tidak resmi lainnya.


6. Hanya Berbelanja di Platform dan Toko Terpercaya

Kepercayaan merupakan fondasi dalam transaksi online, sehingga pastikan hanya berbelanja di platform dan toko tepercaya. Baca dahulu ulasan toko dan produk dari para pembeli sebelumnya agar kalian benar-benar yakin sebelum melakukan pembelian.

Menurut Pratama, di tengah pesatnya adopsi belanja digital, upaya penguatan keamanan siber tidak bisa hanya bertumpu pada platform eCommerce semata. Meski berbagai solusi dan teknologi perlindungan terus dikembangkan, kesadaran pengguna tetap menjadi lapisan pertahanan terpenting.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penawaran yang tampak terlalu menarik, memastikan transaksi dilakukan melalui kanal resmi, serta secara rutin memperkuat keamanan akun guna melindungi data pribadi dan menjaga pengalaman belanja online tetap aman dan nyaman.

“Penguatan literasi keamanan digital juga selaras dengan semangat Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi yang menekankan pentingnya perlindungan informasi pribadi sebagai hak dasar setiap warga negara,” jelasnya.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Strategi Mengatur Keuangan Beasiswa agar Studi Tetap Aman dan Lancar

BERIKUTNYA

The King's Warden Tembus 6 Juta Penonton Hanya dalam 20 Hari

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga