Planetarium Jakarta (Sumber gambar: Bisnis/Fanny Kusuma Wardhani)

Menjelajah Alam Semesta di Planetarium Jakarta

20 February 2026   |   21:24 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, sebuah bangunan bersejarah baru-baru ini kembali menghidupkan kenangan banyak orang. Planetarium Jakarta, yang pernah menjadi salah satu tempat pertama masyarakat mengenal bintang dan planet, perlahan bangkit membawa kembali semangat belajar sains lintas generasi.

Baca juga: Planetarium Jakarta Kembali Dibuka, Cek Harga dan Cara Beli Tiketnya

Setelah mati suri selama 13 tahun akibat proses revitalisasi, Planetarium Jakarta akhirnya kembali dibuka pada pengujung 2025 lalu. Reaktivasi ini langsung disambut antusias oleh masyarakat yang merindukan kembali ruang edukasi sains di Jakarta

Planetarium merupakan bangunan berbentuk teater yang dirancang khusus untuk menyajikan pertunjukan seputar ilmu astronomi, baik untuk kepentingan edukasi maupun hiburan. Di tempat ini, pengunjung dapat mempelajari navigasi langit serta mengenal berbagai benda angkasa. 

 

 

 

 

Planetarium Jakarta (Sumber gambar: Bisnis/Fanny Kusuma Wardhani)

Planetarium Jakarta (Sumber gambar: Bisnis/Fanny Kusuma Wardhani)

 


Sejak kembali dibuka untuk umum, wahana edukasi yang sudah ada sejak 1968 ini terus dipenuhi pengunjung setiap hari operasional. Tiket yang disediakan selalu habis terjual hanya dalam hitungan menit setelah pendaftaran daring dibuka.

Besarnya rasa ingin tahu publik terhadap wajah baru Planetarium membuat setiap orang yang ingin mendapatkan tiket harus nge-war (berebut), layaknya perburuan tiket konser.

Sebuah fenomena menarik, karena wisata edukatif yang kerap dianggap membosankan justru terbukti tetap dibutuhkan dan diminati oleh masyarakat.

“Setelah lebih dari 13 tahun, sejak 2012, Planetarium yang digagas oleh Bang Ali Sadikin, alhamdulillah hari ini bisa kita hidupkan kembali,” ujarnya saat meninjau langsung fasilitas Planetarium Jakarta.

Salah satu ikon paling memikat dari Planetarium adalah Teater Bintang yang dirancang dalam bentuk kubah raksasa. Langkah pertama ke dalam ruangan akan membawa pengunjung seolah tengah berada di dunia lain, sebuah ruang yang dipenuhi visual luar angkasa yang imersif.

Di dalam kubah tersebut, teknologi proyektor khusus bekerja menciptakan semesta mini yang hidup. Berbagai fenomena astronomi ditampilkan secara simulatif, mulai dari pergerakan bintang dan planet hingga kilatan meteor yang melintas cepat di angkasa.

Cahaya dari proyektor memantul ke seluruh permukaan kubah, menyelimuti ruang dari segala arah. Saat duduk di kursi penonton, pandangan terasa terbuka tanpa batas, seolah berada tepat di bawah langit malam yang penuh taburan bintang.

Namun, pengalaman di Teater Bintang tak berhenti pada kekaguman visual semata. Pertunjukan berdurasi sekitar 50–60 menit ini juga dirancang sebagai ruang belajar yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan.

Beragam materi edukatif disajikan secara runtut dan menarik, mulai dari kisah terbentuknya tata surya, fenomena gerhana matahari dan bulan, hingga perjalanan panjang siklus hidup sebuah bintang.

Tak sekadar mengaktifkan kembali bangunan lama, rangkaian pembaruan melalui fasilitas modern turut
mengukuhkan Planetarium sebagai destinasi yang patut dan wajib dikunjungi. 

 

 

 

 

Planetarium Jakarta (Sumber gambar: Bisnis/Fanny Kusuma Wardhani)

Planetarium Jakarta (Sumber gambar: Bisnis/Fanny Kusuma Wardhani)

 


Pembaruan tersebut meliputi pengembangan teknologi visual, kehadiran AI Virtual Host, serta peningkatan fasilitas observatorium, termasuk sistem digital yang mampu menampilkan fenomena astronomi secara lebih realistis.

Planetarium Jakarta juga dilengkapi observatorium yang memungkinkan pengunjung mengamati benda langit secara langsung.  Fasilitas ini didukung beragam instrumen canggih, mulai dari Teleskop ASKO yang kerap digunakan untuk keperluan penelitian dan penentuan hilal Idulfitri, hingga Teleskop Takahashi serta Teleskop Coude.

Bagi sebagian orang, beroperasinya kembali Planetarium telah menjadi pengobat rindu akan kenangan masa kecil. Lebih dari itu, Planetarium Jakarta kembali mengambil peran penting dalam menjaga dan meneruskan semangat edukasi sains kepada generasi berikutnya.

Baca juga:  Ibu Kota Pindah ke IKN, Pariwisata Jakarta Perlu Rebranding

SEBELUMNYA

Twenty One Pilots Rilis Single Baru Berjudul Drag Path

BERIKUTNYA

Oasis Rayakan 30 Tahun Don’t Look Back in Anger, Rilis Visualiser Baru di YouTube

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga