Masjid di Riyadh (Foto: Instagram @KAFD / A PIF COMPANY)

Desain Unik Masjid di Riyadh Berkonsep Minimalis-Kontemporer

10 February 2026   |   13:35 WIB
Image
Denia Eryza Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara

Riyadh, ibu kota Arab Saudi, kini tengah menyaksikan transformasi arsitektur masjid yang menarik perhatian dunia desain. Di tengah lanskap urban yang terus berkembang pesat, sejumlah masjid dengan pendekatan minimalis-kontemporer mulai bermunculan, menawarkan interpretasi baru tentang bagaimana ruang sakral Islam dapat hadir dalam bahasa arsitektur modern.

Di kawasan King Abdullah Financial District (KAFD), berdiri sebuah masjid yang telah menjadi landmark arsitektur kontemporer. KAFD Grand Mosque hadir dengan massa parametris yang rendah dan melebar, menciptakan siluet yang berbeda dari kubah-kubah masjid konvensional.

Baca juga: Rumah Tumbuh untuk Hunian Kota, Intip Ide Desain & Bujetnya

Masjid ini terlihat mencolok karena fasad multifasetnya yang bersih, nyaris tanpa ada ornamen tradisional yang berlebihan. Geometrinya yang sederhana diulang secara radial, membentuk komposisi modern yang tetap berakar pada prinsip geometri Islam. Penggunaan batu lokal berteselasi dengan palet warna netral memberikan kesan tenang dan monolitik, seolah masjid ini tumbuh organik dari tanahnya.

Interior masjid ini menawarkan pengalaman spatial yang luar biasa. Struktur "kulit" yang bersih dan hampir tanpa kolom menciptakan ruang shalat yang luas dan tidak terfragmentasi. Atap geometris kompleks dengan panel langit-langit menggantung menjadi abstraksi dari muqarnas tradisional lebih sebagai permainan volume dan cahaya daripada sekadar dekorasi detail.

Pencahayaan alami masuk lewat jendela slot di atap dan bukaan segitiga di lantai yang diukir dengan abstraksi kaligrafi, menghadirkan suasana spiritual tanpa memerlukan dekorasi padat. KAFD Grand Mosque membuktikan bahwa fungsi dan tipologi tradisional dapat dijaga sambil menggunakan bahasa bentuk minimalis-parametrik yang sangat modern.
.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by KAFD | كافد (@kafd)


Sebuah proyek konseptual menarik menggabungkan prinsip minimalisme dengan warisan arsitektur Najdi, gaya tradisional khas wilayah Riyadh yang dikenal dengan dinding masif dan bukaan terbatas. Pendekatan ini menunjukkan bahwa minimalis tidak berarti membuang identitas lokal.

Unsur tradisional seperti muqarnas, arch, dan mashrabiya tidak dihilangkan, tetapi "diasingkan" dari detailnya. Hanya kontur atau outline yang dipertahankan, lalu digunakan sebagai elemen pola pada cladding dinding dan rancangan bukaan.

Hasilnya adalah reduksi ornamen ke bentuk yang sangat abstrak dan grafis, di mana komposisi fasad yang datar dan bersih menjadikan bayangan, ritme bukaan, dan proporsi volume sebagai elemen utama estetika.

Dalam kesederhanaan bentuk dan material, para arsitek menemukan cara baru untuk menghadirkan kesakralan. Cahaya menjadi kaligrafi, bayangan menjadi ornamen, dan keheningan ruang menjadi zikir.
 

SEBELUMNYA

Dari Deklarasi Djuanda ke UNCLOS, Film 12 Mile Hidupkan Kiprah Mochtar Kusumaatmadja

BERIKUTNYA

Debut Sunyi Angelina Jolie di True Women Sebelum Menjadi Ikon Hollywood

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga