Williams F1 Rilis Livery FW48 untuk Musim 2026, Dominan Biru Gelap dengan Sentuhan Putih
05 February 2026 |
20:15 WIB
Tim Williams F1 resmi perkenalkan livery yang akan digunakan pada mobil FW48 untuk musim Formula 1 2026. Berdasarkan pengumuman di laman resmi Williams F1, desain terbaru ini tetap mempertahankan warna biru gelap dan hitam khas tim tersebut. Namun, livery 2026 hadir dengan sentuhan baru berupa aksen biru muda dan putih yang lebih menonjol.
Aksen tersebut terlihat jelas pada area sidepod serta sayap depan dan belakang. Perubahan ini dilakukan untuk mengakomodasi kehadiran sponsor baru seperti Barclays dan Komatsu, yang kini tampil lebih dominan dalam komposisi visual mobil. Hasilnya, FW48 menampilkan tampilan yang lebih kontras dibandingkan livery Williams dalam beberapa musim terakhir.
Baca juga: Doriane Pin Jadi Development Driver Mercedes-AMG F1 untuk Musim 2026
Peluncuran ini menjadi satu-satunya cara Williams memperkenalkan livery FW48 karena mobil fisik belum siap ditampilkan. Berbagai laporan juga menyebutkan bahwa acara yang semula direncanakan berlangsung di pabrik Grove terpaksa dialihkan ke format online akibat keterlambatan produksi. Render yang dirilis menggunakan model mobil generik Formula 1 2026 yang telah dimodifikasi secara visual, namun bukan representasi final dari FW48.
Williams menegaskan bahwa mobil sebenarnya masih dalam tahap penyelesaian di pabrik. Karena itu, desain aerodinamis final FW48 belum sepenuhnya diperlihatkan ke publik. Kondisi ini membuat Williams menjadi salah satu tim terakhir yang menampilkan wujud mobilnya menjelang rangkaian tes pramusim.
Prinsipal tim James Vowles menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut berkaitan langsung dengan tingkat kompleksitas FW48. Dalam pernyataannya kepada The Race, Vowles menyebut mobil ini secara aerodinamis jauh lebih rumit dibandingkan proyek Williams sebelumnya. Kompleksitas tersebut mencerminkan ambisi tim untuk memaksimalkan peluang di era regulasi baru Formula 1 2026.
Akibat keterlambatan produksi, Williams memutuskan untuk tidak mengikuti sesi shakedown di Barcelona pekan lalu. Sesi tersebut dihadiri 10 tim lain, termasuk pendatang baru Cadillac dan Audi. Sebagai gantinya, Williams akan mengandalkan dua sesi tes pramusim di Bahrain yang masing-masing berlangsung selama tiga hari dan dimulai pada 11 Februari mendatang.
Musim 2026 juga menandai babak baru bagi Williams dari sisi susunan pembalap. Tim akan diperkuat oleh Alex Albon dan Carlos Sainz, yang bergabung setelah meninggalkan Ferrari. Kombinasi keduanya diharapkan membawa stabilitas serta pengalaman yang dibutuhkan dalam fase transisi regulasi besar.
Dikutip dari Formula1.com, Sainz menyebut FW48 sebagai pernyataan nyata ambisi Williams untuk musim 2026. Ia menilai desain mobil dan livery terbaru mencerminkan upaya tim menghormati warisan Atlassian Williams F1 Team sekaligus menyambut era baru dengan pendekatan yang lebih fresh.
Skema warna baru ini turut mencerminkan kerja sama strategis Williams dengan Barclays sebagai mitra perbankan resmi. Bank asal Inggris tersebut memiliki hubungan panjang dengan tim, termasuk kedekatan personal dengan pendiri Williams, Sir Frank Williams. Sementara itu, Komatsu melanjutkan dukungan yang telah terjalin sejak musim 2024 sebagai bagian dari portofolio sponsor global tim.
Meski menghadapi hambatan produksi di awal, Vowles tetap optimistis proyek FW48 tidak akan terganggu dalam jangka panjang. Laporan ESPN menjelaskan, Williams masih memiliki waktu tes yang cukup di Bahrain dan berencana melakukan shakedown sebelum sesi resmi dimulai.
Baca juga: Mantan Pembalap Jenson Button Jadi Duta Tim F1 Aston Martin Aramco
Aksen tersebut terlihat jelas pada area sidepod serta sayap depan dan belakang. Perubahan ini dilakukan untuk mengakomodasi kehadiran sponsor baru seperti Barclays dan Komatsu, yang kini tampil lebih dominan dalam komposisi visual mobil. Hasilnya, FW48 menampilkan tampilan yang lebih kontras dibandingkan livery Williams dalam beberapa musim terakhir.
Baca juga: Doriane Pin Jadi Development Driver Mercedes-AMG F1 untuk Musim 2026
Peluncuran ini menjadi satu-satunya cara Williams memperkenalkan livery FW48 karena mobil fisik belum siap ditampilkan. Berbagai laporan juga menyebutkan bahwa acara yang semula direncanakan berlangsung di pabrik Grove terpaksa dialihkan ke format online akibat keterlambatan produksi. Render yang dirilis menggunakan model mobil generik Formula 1 2026 yang telah dimodifikasi secara visual, namun bukan representasi final dari FW48.
Williams menegaskan bahwa mobil sebenarnya masih dalam tahap penyelesaian di pabrik. Karena itu, desain aerodinamis final FW48 belum sepenuhnya diperlihatkan ke publik. Kondisi ini membuat Williams menjadi salah satu tim terakhir yang menampilkan wujud mobilnya menjelang rangkaian tes pramusim.
Prinsipal tim James Vowles menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut berkaitan langsung dengan tingkat kompleksitas FW48. Dalam pernyataannya kepada The Race, Vowles menyebut mobil ini secara aerodinamis jauh lebih rumit dibandingkan proyek Williams sebelumnya. Kompleksitas tersebut mencerminkan ambisi tim untuk memaksimalkan peluang di era regulasi baru Formula 1 2026.
Akibat keterlambatan produksi, Williams memutuskan untuk tidak mengikuti sesi shakedown di Barcelona pekan lalu. Sesi tersebut dihadiri 10 tim lain, termasuk pendatang baru Cadillac dan Audi. Sebagai gantinya, Williams akan mengandalkan dua sesi tes pramusim di Bahrain yang masing-masing berlangsung selama tiga hari dan dimulai pada 11 Februari mendatang.
Musim 2026 juga menandai babak baru bagi Williams dari sisi susunan pembalap. Tim akan diperkuat oleh Alex Albon dan Carlos Sainz, yang bergabung setelah meninggalkan Ferrari. Kombinasi keduanya diharapkan membawa stabilitas serta pengalaman yang dibutuhkan dalam fase transisi regulasi besar.
Dikutip dari Formula1.com, Sainz menyebut FW48 sebagai pernyataan nyata ambisi Williams untuk musim 2026. Ia menilai desain mobil dan livery terbaru mencerminkan upaya tim menghormati warisan Atlassian Williams F1 Team sekaligus menyambut era baru dengan pendekatan yang lebih fresh.
Skema warna baru ini turut mencerminkan kerja sama strategis Williams dengan Barclays sebagai mitra perbankan resmi. Bank asal Inggris tersebut memiliki hubungan panjang dengan tim, termasuk kedekatan personal dengan pendiri Williams, Sir Frank Williams. Sementara itu, Komatsu melanjutkan dukungan yang telah terjalin sejak musim 2024 sebagai bagian dari portofolio sponsor global tim.
Meski menghadapi hambatan produksi di awal, Vowles tetap optimistis proyek FW48 tidak akan terganggu dalam jangka panjang. Laporan ESPN menjelaskan, Williams masih memiliki waktu tes yang cukup di Bahrain dan berencana melakukan shakedown sebelum sesi resmi dimulai.
Baca juga: Mantan Pembalap Jenson Button Jadi Duta Tim F1 Aston Martin Aramco
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.