Harapan Dee Lestari Soal Musikal Perahu Kertas
31 January 2026 |
22:15 WIB
Kisah Kugy dan Keenan dari novel Perahu Kertas karya Dee Lestari kembali dihadirkan ke hadapan publik dalam format pertunjukan musikal. Adaptasi ini mengusung tema “Menghidupkan Kembali Mimpi-mimpi” dan berada di bawah arahan sutradara Venytha Yoshiantini.
Digelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta, musikal ini resmi mengawali pementasan perdananya pada Jumat malam, 30 Januari 2026. Pertunjukan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 15 Februari 2026 dengan total 21 kali pementasan.
Baca juga: 3 Novel Dee Lestari Diadaptasi Jadi Serial Netflix
Penulis Novel Dee Lestari menyambut baik digelarnya pementasan musikal adaptasi dari salah satu karya legendarisnya tersebut. Dia juga ambil bagian secara langsung dengan tampil dalam penampilan spesial pada pertunjukan yang digelar pada 30–31 Januari 2026.
Bagi Dee, Perahu Kertas merupakan karya dengan perjalanan yang sangat istimewa. Sebab, cerita di buku tersebut telah melalui proses panjang, bermula dari gagasan, kemudian hadir dalam bentuk buku, berlanjut ke layar lebar, dan kini menjelma menjadi pertunjukan musikal di atas panggung.
"Kisah Kugy dan Keenan bertransformasi ke dalam bentuk yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya, dan perjalanan ini mengajarkan saya bahwa mimpi yang dijaga dengan sabar akan selalu menemukan jalannya bermanifestasi," katanya.
Dia menilai kisah Kugy dan Keenan mengalami berbagai alihwahana yang jauh melampaui bayangannya sejak awal. Sebab, dia tak pernah menyangka karakter ciptaannya itu bisa hidup selama ini dan terus berubah bentuk menyesuaika zaman.
Dee berharap versi musikal Perahu Kertas mampu menjangkau dan menyentuh lebih banyak hati. Ia juga berharap pertunjukan ini dapat memantik penonton untuk kembali berani menghidupkan mimpi-mimpi mereka.
Dalam format musikal, Perahu Kertas akan merangkum perjalanan hidup Kugy dan Keenan dengan cara yang diklaim lebih menggugah. Dua sosok yang sama-sama tumbuh dengan jiwa seni ini akan kembali dihadapkan pada pergulatan panjang untuk mengejar mimpi mereka.
Kugy digambarkan sebagai perempuan penuh imajinasi yang gemar berkhayal, menuangkan dunia kecilnya melalui dongeng serta rangkaian kata-kata yang ia ciptakan. Sementara Keenan, sosok lelaki cerdas dengan bakat artistik, mengekspresikan imajinasinya lewat kanvas dan permainan warna.
Keduanya lantas dipertemukan dalam perjalanan hidup yang sarat pilihan, mimpi, serta perasaan yang tak selalu mudah untuk diucapkan. Namun, dalam perjalanan hidup yang penuh perasaan yang sulit diungkapkan, mereka tetap percaya bahwa suatu hari karya dan cerita mereka akan bertemu, seperti hati dan impian yang memang ditakdirkan untuk bersatu.
Pentas musikal Perahu Kertas diproduksi oleh Indonesia Kaya dan Trinity Entertainment Network, serta bekerja sama dengan Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST). Pertunjukan ini akan menampilkan 21 lagu yang mendukung alur cerita, termasuk dua lagu yang sebelumnya telah dirilis secara digital, yaitu Miliaran Manusia dan Agency, dengan video lirik yang bisa disaksikan di YouTube.
Baca juga: Dee Lestari Luncurkan "Selaras", Buku Kolaborasi dengan Mendiang Reza Gunawan
Digelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta, musikal ini resmi mengawali pementasan perdananya pada Jumat malam, 30 Januari 2026. Pertunjukan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 15 Februari 2026 dengan total 21 kali pementasan.
Baca juga: 3 Novel Dee Lestari Diadaptasi Jadi Serial Netflix
Penulis Novel Dee Lestari menyambut baik digelarnya pementasan musikal adaptasi dari salah satu karya legendarisnya tersebut. Dia juga ambil bagian secara langsung dengan tampil dalam penampilan spesial pada pertunjukan yang digelar pada 30–31 Januari 2026.


Musikal Perahu Kertas (Sumber gambar: Indonesia Kaya dan Trinity Entertainment Network)
Bagi Dee, Perahu Kertas merupakan karya dengan perjalanan yang sangat istimewa. Sebab, cerita di buku tersebut telah melalui proses panjang, bermula dari gagasan, kemudian hadir dalam bentuk buku, berlanjut ke layar lebar, dan kini menjelma menjadi pertunjukan musikal di atas panggung.
"Kisah Kugy dan Keenan bertransformasi ke dalam bentuk yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya, dan perjalanan ini mengajarkan saya bahwa mimpi yang dijaga dengan sabar akan selalu menemukan jalannya bermanifestasi," katanya.
Dia menilai kisah Kugy dan Keenan mengalami berbagai alihwahana yang jauh melampaui bayangannya sejak awal. Sebab, dia tak pernah menyangka karakter ciptaannya itu bisa hidup selama ini dan terus berubah bentuk menyesuaika zaman.
Dee berharap versi musikal Perahu Kertas mampu menjangkau dan menyentuh lebih banyak hati. Ia juga berharap pertunjukan ini dapat memantik penonton untuk kembali berani menghidupkan mimpi-mimpi mereka.
Dalam format musikal, Perahu Kertas akan merangkum perjalanan hidup Kugy dan Keenan dengan cara yang diklaim lebih menggugah. Dua sosok yang sama-sama tumbuh dengan jiwa seni ini akan kembali dihadapkan pada pergulatan panjang untuk mengejar mimpi mereka.


Musikal Perahu Kertas (Sumber gambar: Indonesia Kaya dan Trinity Entertainment Network)
Kugy digambarkan sebagai perempuan penuh imajinasi yang gemar berkhayal, menuangkan dunia kecilnya melalui dongeng serta rangkaian kata-kata yang ia ciptakan. Sementara Keenan, sosok lelaki cerdas dengan bakat artistik, mengekspresikan imajinasinya lewat kanvas dan permainan warna.
Keduanya lantas dipertemukan dalam perjalanan hidup yang sarat pilihan, mimpi, serta perasaan yang tak selalu mudah untuk diucapkan. Namun, dalam perjalanan hidup yang penuh perasaan yang sulit diungkapkan, mereka tetap percaya bahwa suatu hari karya dan cerita mereka akan bertemu, seperti hati dan impian yang memang ditakdirkan untuk bersatu.
Pentas musikal Perahu Kertas diproduksi oleh Indonesia Kaya dan Trinity Entertainment Network, serta bekerja sama dengan Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST). Pertunjukan ini akan menampilkan 21 lagu yang mendukung alur cerita, termasuk dua lagu yang sebelumnya telah dirilis secara digital, yaitu Miliaran Manusia dan Agency, dengan video lirik yang bisa disaksikan di YouTube.
Baca juga: Dee Lestari Luncurkan "Selaras", Buku Kolaborasi dengan Mendiang Reza Gunawan
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.