Sukses Lancar Rejeki, Grup Musik yang Naik Daun di Skena Musik Punk Indonesia
26 December 2025 |
18:14 WIB
Grup musik punk rock/pop punk asal Bekasi, Sukses Lancar Rejeki (SLR), hadir dengan nama yang terbilang unik namun benar-benar eksis. Band yang beranggotakan tiga remaja ini mencuri perhatian di skena musik punk Indonesia berkat lagu-lagunya yang nyeleneh dan absurd. SLR digawangi oleh Mahes (vokal/gitar), Jalil (Bass), dan Bumbum (Drum).
Mereka telah bersahabat sejak kecil, bahkan menjalani sunatanpun bersama. Meskipun saat ini masih duduk di bangku SMA, mereka berhasil menciptakan lagu-lagu yang penuh energi dan banyak dikenal orang terutama para penggemar musik punk. Dalam siniar Youtube Vindes, Mahes menceritakan kedekatan mereka berasal dari ketiga ayah mereka yang juga berteman saat mengikuti pengajian di Pesantren Suralaya. Dari situlah mereka lahir dan tumbuh bersama.
Baca juga: Lima Band Legendaris yang Mengubah Sejarah Musik Dunia
Awal mula tercetusnya band ini dari Mahes yang mengajak Jalil dan Bumbum untuk ngeband pada 2024. Saat itu Mahes sudah terlebih dahulu bermain musik di band sekolah. Bumbum mulai aktif bermain drum pada tahun yang sama, bahkan Mahes yang mengajarinya bermain drum.
Sedangkan Jalil, awalnya hanya bermain gitar kemudian diajak Mahes untuk mengisi posisi bass. ”Alasan nama bandnya Sukses Lancar Rejeki karena kakek bilang kalau nama itu membawa do’a, jadi kasih nama yang bagus,” ujar Mahes dalam siniar tersebut.
Lagu “Maling” menjadi awal pejalanan SLR dikenal publik. Dengan lirik yang sederhana, lagu ini terinspirasi dari pengalaman pribadi Mahes yang pernah maling motor di sekolahnya. Lagu ”Kebelet" pun berdasarkan pengalaman Mahes yang hanya diberi izin sebentar untuk kencing saat di sekolah.
Secara musical, SLR terinspirasi dari band punk rock asal Australia, The Chats yang juga dikenal dengan lagu-lagu unik dan berdasarkan pengalaman sederhana. Namun, warna musik SLR juga terpengaruh dari berbagai band punk seperti Rancid, Green Day, dan The Exploited.
Dengan lagu yang unik dan gaya bermusik yang ekspresif mengantarkan SLR ke panggung-panggung musik di sekitar Jabodetabek. Bahkan mereka mengisi line up Synchronize Fest 2025 pada bulan Oktober silam.
Tahun ini, SLR merilis album berjudul ”Bisa Meledak!” yang berangkat dari pengalaman-pengalaman mereka sepanjang tahun 2024. Album yang memiliki 13 track ini berisi lagu-lagu dengan judul yang nyeleneh.
Melansir Chartmetric, lagu “Maling” menjadi yang paling popular dengan 1,8 juta stream di platform spotify. Disusul lagu “Cantik Tapi Bau” dengan 640 ribu stream, lagu ”Mual” 329 ribu stream, lagu ”Ke Pasar Bareng Emak” 286 ribu stream, dan lagu ”Kebelet” 203,8 ribu.
Popularitas SLR telah mencapai negara tetangga, Malaysia. Mereka dijadwalkan akan tampil di Kuala Lumpur pada 2 Januari 2026 dan di George Town, Malaysia pada 3 Januari 2026.
Mereka telah bersahabat sejak kecil, bahkan menjalani sunatanpun bersama. Meskipun saat ini masih duduk di bangku SMA, mereka berhasil menciptakan lagu-lagu yang penuh energi dan banyak dikenal orang terutama para penggemar musik punk. Dalam siniar Youtube Vindes, Mahes menceritakan kedekatan mereka berasal dari ketiga ayah mereka yang juga berteman saat mengikuti pengajian di Pesantren Suralaya. Dari situlah mereka lahir dan tumbuh bersama.
Baca juga: Lima Band Legendaris yang Mengubah Sejarah Musik Dunia
Awal mula tercetusnya band ini dari Mahes yang mengajak Jalil dan Bumbum untuk ngeband pada 2024. Saat itu Mahes sudah terlebih dahulu bermain musik di band sekolah. Bumbum mulai aktif bermain drum pada tahun yang sama, bahkan Mahes yang mengajarinya bermain drum.
Sedangkan Jalil, awalnya hanya bermain gitar kemudian diajak Mahes untuk mengisi posisi bass. ”Alasan nama bandnya Sukses Lancar Rejeki karena kakek bilang kalau nama itu membawa do’a, jadi kasih nama yang bagus,” ujar Mahes dalam siniar tersebut.
Lagu “Maling” menjadi awal pejalanan SLR dikenal publik. Dengan lirik yang sederhana, lagu ini terinspirasi dari pengalaman pribadi Mahes yang pernah maling motor di sekolahnya. Lagu ”Kebelet" pun berdasarkan pengalaman Mahes yang hanya diberi izin sebentar untuk kencing saat di sekolah.
Secara musical, SLR terinspirasi dari band punk rock asal Australia, The Chats yang juga dikenal dengan lagu-lagu unik dan berdasarkan pengalaman sederhana. Namun, warna musik SLR juga terpengaruh dari berbagai band punk seperti Rancid, Green Day, dan The Exploited.
Dengan lagu yang unik dan gaya bermusik yang ekspresif mengantarkan SLR ke panggung-panggung musik di sekitar Jabodetabek. Bahkan mereka mengisi line up Synchronize Fest 2025 pada bulan Oktober silam.
Tahun ini, SLR merilis album berjudul ”Bisa Meledak!” yang berangkat dari pengalaman-pengalaman mereka sepanjang tahun 2024. Album yang memiliki 13 track ini berisi lagu-lagu dengan judul yang nyeleneh.
Melansir Chartmetric, lagu “Maling” menjadi yang paling popular dengan 1,8 juta stream di platform spotify. Disusul lagu “Cantik Tapi Bau” dengan 640 ribu stream, lagu ”Mual” 329 ribu stream, lagu ”Ke Pasar Bareng Emak” 286 ribu stream, dan lagu ”Kebelet” 203,8 ribu.
Popularitas SLR telah mencapai negara tetangga, Malaysia. Mereka dijadwalkan akan tampil di Kuala Lumpur pada 2 Januari 2026 dan di George Town, Malaysia pada 3 Januari 2026.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.