Film Animasi 5 Centimeters Per Second Bakal Tayang di Bioskop Indonesia Januari 2026
28 December 2025 |
19:00 WIB
Setelah hampir dua dekade sejak pertama kali dirilis di Jepang, film animasi ikonik besutan Makoto Shinkai, 5 Centimeters Per Second (2007), akhirnya akan hadir di jaringan bioskop Indonesia. Film ini dijadwalkan mulai tayang di dalam negeri mulai 16 Januari 2026.
5 Centimeters Per Second merupakan karya Makoto Shinkai yang lahir setelah dua film sebelumnya, Voices of a Distant Star (2002) dan The Place Promised in Our Early Days (2004). Film ini diproduksi oleh CoMix Wave Inc. dengan rancangan karakter garapan Takayo Nishimura. Sementara itu, visual latar dikerjakan oleh Takumi Tanji dan Akiko Majima, dengan iringan musik yang digubah oleh Tenmon.
Film ini berfokus pada perjalanan emosional dua tokoh utama, Takaki dan Akari. Kisah bermula ketika Takaki dan Akari bersekolah di sekolah dasar yang sama dan menjalin persahabatan yang sangat erat.
Baca juga: The Odyssey Garapan Christopher Nolan Bikin Tiket IMAX Habis Jauh Sebelum Tayang
Namun, kedekatan itu perlahan diuji ketika keadaan memaksa keluarga mereka masing-masing pindah ke kota yang berbeda, mengubah arah kehidupan keduanya. Setelah setahun terpisah, Takaki bertekad untuk menemui Akari kembali.
Dalam perjalanan kereta dari Tokyo, ingatan tentang masa lalu terus memenuhi benaknya seiring semakin dekatnya waktu pertemuan. Keduanya pun dihadapkan pada pertanyaan besar, yakni apakah mereka masih dapat bertemu kembali dan mengungkapkan perasaan yang selama ini terpendam.
Film kemudian akan membuat penonton menikmati perjalanan Takaki melalui tiga kisah cinta dan masa muda yang hilang, yang melampaui menit dan bulan dalam kehidupan mereka.
Film ini menggunakan konsep tiga bagian dengan masing-masing berjudul Cherry Blossom Story, Cosmonaut, dan 5 Centimeters per Second. Melalui kisah Takaki dan Akari, penonton diajak menyelami nuansa nostalgia yang hangat sekaligus emosional, tentang hubungan yang terpisah oleh jarak dan waktu.
Dengan kompleksitas yang ada, film ini pun mendapat banyak pujian kritis. Film ini bahkan berhasil menyabet penghargaan Best Animated Feature Film di ajang Asia Pacific Screen Awards, salah satu penghargaan paling bergengsi di kawasan Asia-Pasifik.
Oleh karena itu, penayangan film ini kembali di bioskop pun menjadi kesempatan para penggemar Makoto Shinkai dan pencinta film animasi untuk menikmati karya legendaris ini dalam pengalaman menonton di layar lebar.
Terlebih, pada tahun ini, karya legendaris ini juga resmi diangkat ke layar lebar dalam versi live action yang disutradarai oleh Yoshiyuki Okuyama. Versi live action tersebut telah lebih dahulu dirilis di Jepang pada Oktober 2025 dan direncanakan akan segera menyapa penonton di jaringan bioskop Indonesia.
Dengan demikian, penayangan kembali film versi animasi 5 Centimeters Per Second karya Makoto Shinkai sebagai pemanasan sebelum nantinya menonton versi live action.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
5 Centimeters Per Second merupakan karya Makoto Shinkai yang lahir setelah dua film sebelumnya, Voices of a Distant Star (2002) dan The Place Promised in Our Early Days (2004). Film ini diproduksi oleh CoMix Wave Inc. dengan rancangan karakter garapan Takayo Nishimura. Sementara itu, visual latar dikerjakan oleh Takumi Tanji dan Akiko Majima, dengan iringan musik yang digubah oleh Tenmon.
Film ini berfokus pada perjalanan emosional dua tokoh utama, Takaki dan Akari. Kisah bermula ketika Takaki dan Akari bersekolah di sekolah dasar yang sama dan menjalin persahabatan yang sangat erat.
Baca juga: The Odyssey Garapan Christopher Nolan Bikin Tiket IMAX Habis Jauh Sebelum Tayang


5 Centimeters Per Second. Sumber gambar: Dok Makoto Shinkai/CoMix Wave Films)
Namun, kedekatan itu perlahan diuji ketika keadaan memaksa keluarga mereka masing-masing pindah ke kota yang berbeda, mengubah arah kehidupan keduanya. Setelah setahun terpisah, Takaki bertekad untuk menemui Akari kembali.
Dalam perjalanan kereta dari Tokyo, ingatan tentang masa lalu terus memenuhi benaknya seiring semakin dekatnya waktu pertemuan. Keduanya pun dihadapkan pada pertanyaan besar, yakni apakah mereka masih dapat bertemu kembali dan mengungkapkan perasaan yang selama ini terpendam.
Film kemudian akan membuat penonton menikmati perjalanan Takaki melalui tiga kisah cinta dan masa muda yang hilang, yang melampaui menit dan bulan dalam kehidupan mereka.
Film ini menggunakan konsep tiga bagian dengan masing-masing berjudul Cherry Blossom Story, Cosmonaut, dan 5 Centimeters per Second. Melalui kisah Takaki dan Akari, penonton diajak menyelami nuansa nostalgia yang hangat sekaligus emosional, tentang hubungan yang terpisah oleh jarak dan waktu.
Dengan kompleksitas yang ada, film ini pun mendapat banyak pujian kritis. Film ini bahkan berhasil menyabet penghargaan Best Animated Feature Film di ajang Asia Pacific Screen Awards, salah satu penghargaan paling bergengsi di kawasan Asia-Pasifik.

5 Centimeters Per Second. Sumber gambar: Dok Makoto Shinkai/CoMix Wave Films)
Oleh karena itu, penayangan film ini kembali di bioskop pun menjadi kesempatan para penggemar Makoto Shinkai dan pencinta film animasi untuk menikmati karya legendaris ini dalam pengalaman menonton di layar lebar.
Terlebih, pada tahun ini, karya legendaris ini juga resmi diangkat ke layar lebar dalam versi live action yang disutradarai oleh Yoshiyuki Okuyama. Versi live action tersebut telah lebih dahulu dirilis di Jepang pada Oktober 2025 dan direncanakan akan segera menyapa penonton di jaringan bioskop Indonesia.
Dengan demikian, penayangan kembali film versi animasi 5 Centimeters Per Second karya Makoto Shinkai sebagai pemanasan sebelum nantinya menonton versi live action.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.