Negara-Negara Teraman di Dunia yang Wajib Masuk Daftar Liburan Akhir Tahun
18 December 2025 |
17:30 WIB
Rasa aman menjadi aspek penting dalam kehidupan sehari-hari karena memengaruhi kesejahteraan, mobilitas, pengalaman liburan, serta pilihan tempat tinggal dan bekerja. Bagi generasi muda yang gemar bepergian atau bekerja di luar negeri, tingkat keamanan suatu negara kerap menjadi pertimbangan utama sebelum mengambil keputusan besar.
Melansir dari Gallup Global Safety Research Center, laporan keselamatan global terbaru menunjukkan bahwa persepsi keamanan secara umum meningkat di seluruh dunia, meskipun konflik global juga meningkat.
Baca juga: Cek Destinasi Paling Aman untuk Perempuan yang Ingin Solo Traveling
Laporan keselamatan global Gallup mengukur persepsi orang dewasa di 144 negara dan wilayah tentang rasa aman saat berjalan sendirian di malam hari. Survei terhadap lebih dari 145.000 responden ini tidak hanya mencerminkan tingkat kriminalitas, tetapi juga kepercayaan publik pada hukum, penegakan keamanan, dan ketenteraman sosial.
Data yang dihimpun dari beberapa sumber yang mengolah temuan Gallup menunjukkan beberapa negara dengan tingkat keyakinan keselamatan tertinggi di dunia untuk 2025. Melansir dari Visual Capitalist yang merangkum data tersebut, berikut ini adalah 10 negara teratas di mana warga paling merasa aman berjalan sendiri di malam hari:
Menariknya daftar ini menunjukkan bahwa negara paling aman tidak hanya ada di satu kawasan dunia saja tetapi tersebar di Asia, Timur Tengah, dan juga Eropa. Singapura, misalnya, memimpin dengan skor yang sangat tinggi karena tingkat kepercayaan masyarakatnya terhadap keselamatan publik yang stabil dan sangat rendahnya angka kejahatan jalanan yang signifikan.
Bagi para traveler, emosi yang paling penting ketika mengunjungi kota atau negara baru adalah seberapa aman mereka merasa ketika berjalan sendiri, terutama di malam hari. Negara-negara dengan skor keselamatan tinggi biasanya juga menawarkan kualitas hidup yang baik, akses transportasi yang aman, fasilitas umum yang nyaman, serta lingkungan sosial yang toleran dan suportif.
Misalnya, Norwegia yang dikenal dengan standar hidup tinggi dan kesejahteraan sosial yang kuat, membuat masyarakat lokal maupun turis merasa aman bergerak bebas kapan saja
Selain itu, persepsi keselamatan juga dapat memengaruhi keputusan orang untuk pindah tempat tinggal, berkarir, atau bahkan investasi di luar negeri. Bukan hal yang aneh jika banyak ekspatriat yang memilih negara dengan rasa aman tinggi untuk menetap karena mereka ingin memastikan kualitas hidup yang stabil, aman untuk keluarganya, dan lingkungan yang ramah bagi anak-anak atau pekerja jarak jauh.
Tidak semua negara berada di posisi aman. Melansir dari Gallup Global Safety Report, sejumlah negara memiliki tingkat persepsi keselamatan yang rendah, terutama di wilayah Sub-Sahara Afrika dan Amerika Latin. Negara-negara seperti Zimbabwe, Eswatini, Botswana, Lesotho, dan Afrika Selatan termasuk di antara yang memiliki persentase lebih rendah warga yang merasa aman berjalan sendiri di malam hari.
Kondisi ini sering kali berkaitan dengan tingginya angka kriminalitas, tantangan ekonomi, serta sistem penegakan hukum yang kurang efektif.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Melansir dari Gallup Global Safety Research Center, laporan keselamatan global terbaru menunjukkan bahwa persepsi keamanan secara umum meningkat di seluruh dunia, meskipun konflik global juga meningkat.
Baca juga: Cek Destinasi Paling Aman untuk Perempuan yang Ingin Solo Traveling
Laporan keselamatan global Gallup mengukur persepsi orang dewasa di 144 negara dan wilayah tentang rasa aman saat berjalan sendirian di malam hari. Survei terhadap lebih dari 145.000 responden ini tidak hanya mencerminkan tingkat kriminalitas, tetapi juga kepercayaan publik pada hukum, penegakan keamanan, dan ketenteraman sosial.
Data yang dihimpun dari beberapa sumber yang mengolah temuan Gallup menunjukkan beberapa negara dengan tingkat keyakinan keselamatan tertinggi di dunia untuk 2025. Melansir dari Visual Capitalist yang merangkum data tersebut, berikut ini adalah 10 negara teratas di mana warga paling merasa aman berjalan sendiri di malam hari:
- Singapura — 98% merasa aman
- Tajikistan — 95% merasa aman
- China — 94% merasa aman
- Oman — 94% merasa aman
- Arab Saudi — 93% merasa aman
- Hong Kong SAR — 91% merasa aman
- Kuwait — 91% merasa aman
- Norwegia — 91% merasa aman
- Bahrain — 90% merasa aman
- Uni Emirat Arab — 90% merasa aman
Menariknya daftar ini menunjukkan bahwa negara paling aman tidak hanya ada di satu kawasan dunia saja tetapi tersebar di Asia, Timur Tengah, dan juga Eropa. Singapura, misalnya, memimpin dengan skor yang sangat tinggi karena tingkat kepercayaan masyarakatnya terhadap keselamatan publik yang stabil dan sangat rendahnya angka kejahatan jalanan yang signifikan.
Bagi para traveler, emosi yang paling penting ketika mengunjungi kota atau negara baru adalah seberapa aman mereka merasa ketika berjalan sendiri, terutama di malam hari. Negara-negara dengan skor keselamatan tinggi biasanya juga menawarkan kualitas hidup yang baik, akses transportasi yang aman, fasilitas umum yang nyaman, serta lingkungan sosial yang toleran dan suportif.
Misalnya, Norwegia yang dikenal dengan standar hidup tinggi dan kesejahteraan sosial yang kuat, membuat masyarakat lokal maupun turis merasa aman bergerak bebas kapan saja
Selain itu, persepsi keselamatan juga dapat memengaruhi keputusan orang untuk pindah tempat tinggal, berkarir, atau bahkan investasi di luar negeri. Bukan hal yang aneh jika banyak ekspatriat yang memilih negara dengan rasa aman tinggi untuk menetap karena mereka ingin memastikan kualitas hidup yang stabil, aman untuk keluarganya, dan lingkungan yang ramah bagi anak-anak atau pekerja jarak jauh.
Tidak semua negara berada di posisi aman. Melansir dari Gallup Global Safety Report, sejumlah negara memiliki tingkat persepsi keselamatan yang rendah, terutama di wilayah Sub-Sahara Afrika dan Amerika Latin. Negara-negara seperti Zimbabwe, Eswatini, Botswana, Lesotho, dan Afrika Selatan termasuk di antara yang memiliki persentase lebih rendah warga yang merasa aman berjalan sendiri di malam hari.
Kondisi ini sering kali berkaitan dengan tingginya angka kriminalitas, tantangan ekonomi, serta sistem penegakan hukum yang kurang efektif.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.