sumber : Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ)

Mengenal Tiga Teknologi Robotik dalam Bedah Modern di Indonesia

18 December 2025   |   12:56 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Teknologi bedah robotik kian menjadi bagian penting dalam praktik kedokteran modern karena kemampuannya meningkatkan presisi tindakan dan keselamatan pasien, terutama pada kasus-kasus bedah kompleks.

Di Indonesia, pendekatan ini mulai diadopsi secara lebih sistematis seiring berkembangnya kebutuhan layanan bedah minimal invasif lintas disiplin. Salah satunya adalah Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) melalui Center for Robotic and Minimally Invasive Surgery.

Baca juga: Melihat Lebih Dekat Mount Elizabeth Singapura, RS Elit Favorit Orang Indonesia

Center ini mengintegrasikan tiga sistem robotik berbeda untuk kebutuhan pembedahan dan diagnostik, yakni Da Vinci Xi, Biobot MonaLisa™, dan ROSA® Knee. Ketiga teknologi ini dirancang untuk menjawab tantangan klinis yang selama ini sulit ditangani dengan metode konvensional.


1. Da Vinci Xi, Presisi dan Stabilitas pada Bedah Kompleks

Da Vinci Xi Surgical System digunakan pada berbagai prosedur urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum. Sistem ini menawarkan stabilitas kamera dan visualisasi 3D high-definition, serta instrumen dengan rentang gerak yang lebih luas dibanding laparoskopi konvensional.

Dokter bedah digestif SHKJ dr. Wifanto Saditya Jeo, SpB, Subsp.BD(K) menjelaskan bahwa keunggulan utama bedah robotik terletak pada kendali gerak. Selain itu juga memiliki presisi sangat tinggi sehingga ideal untuk prosedur kompleks di area sempit seperti panggul, prostat, dan saluran kemih. “Pada laparoskopi, gerakan instrumen relatif terbatas. Dengan robotik, instrumen dapat bergerak lebih fleksibel dan detail, menyerupai gerakan tangan manusia di dalam tubuh pasien,” ujarnya.

Menurutnya, sistem pengaman otomatis pada robot juga berperan penting dalam menjaga keselamatan prosedur. “Saat dokter tidak mengakses konsol, gerakan robot akan berhenti secara otomatis, sehingga tindakan tetap terkendali dan tepat sasaran,” kata Wifanto.


2. Biobot MonaLisa™, Akurasi Diagnostik Kanker Prostat

Selain untuk pembedahan, teknologi robotik juga dimanfaatkan dalam tahap diagnostik. Biobot MonaLisa™ merupakan sistem robotik navigasi yang digunakan untuk biopsi prostat presisi tinggi dengan pendekatan transperineal.

Dokter urologi SHKJ dr. Marto Sugiono, SpU(K), FRCS (Urology, UK) mengatakan teknologi ini membantu meningkatkan ketepatan pengambilan sampel jaringan. Akurasi diagnosis menjadi faktor kunci dalam menentukan strategi terapi selanjutnya.

“Biobot MonaLisa memungkinkan biopsi prostat dilakukan dengan akurasi sub-milimeter melalui panduan MRI dan USG, sehingga risiko infeksi lebih rendah dan hasil diagnostik lebih akurat,” jelasnya.
Robot ini memiliki keunggulan klinis karena memiliki kemampuan untuk mendeteksi kanker agresif secara lebih tinggi dibandingkan biopsy konvensional.


3. ROSA Knee, Pendekatan Data pada Bedah Ortopedi

Pada bidang ortopedi, ROSA Knee Robotic System digunakan untuk membantu prosedur penggantian sendi lutut total. Robot ini bekerja dengan mengolah data anatomi pasien secara real-time selama operasi untuk menentukan kesejajaran dan posisi implan yang optimal.

Dokter ortopedi SHKJ dr. Franky Hartono, SpOT(K) menilai pendekatan berbasis data ini membantu konsistensi hasil bedah. “ROSA memberikan panduan intraoperatif yang presisi, sehingga penempatan implan dapat disesuaikan dengan anatomi masing-masing pasien,” ujarnya.

Penerapan bedah robotik di SHKJ didukung oleh tim multidisiplin dokter spesialis bersertifikasi internasional serta fasilitas ruang operasi berteknologi tinggi. Pengembangan teknologi ini juga sejalan dengan arah kebijakan nasional, di mana pemerintah mulai menyiapkan kerangka pengembangan teknologi robotik kesehatan.

CEO Siloam International Hospitals Caroline Riady menegaskan bahwa adopsi robotik perlu dilihat sebagai bagian dari peningkatan mutu layanan. “Teknologi robotik memberi kesempatan bagi dokter untuk bekerja lebih presisi dan aman, dengan tujuan utama meningkatkan hasil klinis pasien,” ujarnya.

SEBELUMNYA

Rekomendasi Tempat Liburan yang Seru Untuk Si Kecil

BERIKUTNYA

Disney Kembangkan Film Live-Action tentang Gaston, Villain Ikonik Beauty and the Beast

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga