Ilustrasi live shopping. (Sumber gambar: Freepik/Tirachardz)

Meta Ungkap 5 Tren Digital & Sosial 2026, Pelaku Bisnis Wajib Tau

11 December 2025   |   16:31 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Sektor bisnis dinilai penting untuk mengikuti tren digital dan jejaring sosial seperti Facebook dan Instagram. Dengan mengikuti perubahan ini, mereka bisa membangun koneksi yang kuat terhadap masing-masing pelanggan dan bisa terus mengakselerasi pertumbuhan. Pieter Lydian, Country Director Meta untuk Indonesia mengatakan transformasi digital di Indonesia berjalan sangat pesat.

Pihaknya melihat bagaimana tren sosial serta teknologi seperti AI semakin menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dan pelaku bisnis. “Meta berkomitmen untuk mendukung bisnis lokal agar dapat memanfaatkan tren digital dan sosial, bisa membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan dan memperluas pasar hingga ke tingkat global,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).

Baca juga: Meta Kembangkan Smart Wristband yang Bisa Gantikan Keyboard & Mouse Komputer

Meta lantas membagikan lima tren digital & sosial yang dapat berkembang pesat pada 2026. Tren ini katanya dapat dimanfaatkan sektor bisnis. Apa saja? Simak ulasannya berikut ini yuk, Genhype. 
 
1. Gen AI & Otomatisasi

AI saat ini menjadi salah satu penghubung utama bagi orang-orang untuk melakukan pencarian dan mendalami referensi yang ditemuinya di dunia digital. Pada 2026, aktivitas itu akan semakin kuat seiring dengan perkembangan Gen AI dan Otomatisasi. 

Menariknya, adopsi teknologi AI di Indonesia sudah terlihat nyata. Meta mencatat 79 persen UKM di Indonesia telah menggunakan AI pada platform digital, utamanya untuk pemasaran produk baru (65 persen) dan berkomunikasi dengan pelanggan (61 persen). Di masa depan, akan lebih banyak cara untuk memanfaatkan AI yang dapat membantu pelaku bisnis meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya secara signifikan

2. Pemanfaatan Agen AI Untuk Pesan Bisnis

Aplikasi pesan (WhatsApp, Instagram DM, Messenger) telah berevolusi menjadi "toko" utama. Pelanggan kini dapat bertanya dan bertransaksi langsung dalam satu percakapan dibantu Agen AI yang bisa melayani pelanggan dengan pertanyaan-pertanyaan mendasar. 

Sebagai contoh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menghadirkan chatbot WhatsApp untuk layanan info keuangan, menghasilkan peningkatan produktivitas sebesar 4x lipat dan menyelesaikan 80 persen pertanyaan via bot.

3. Ekosistem Kreator Berbasis AI

Kreator kini menjadi saluran baru yang dapat mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli suatu barang. Mereka membentuk cara orang menemukan, menilai, hingga membeli suatu barang. 

AI semakin memperkuat pengaruh tersebut, membantu kreator bisa membangun relevansi dengan melokalkan konten lebih cepat, memprediksi tren, dan mempersonalisasi rekomendasi mereka. Hal ini membantu kreator memprediksi tren dan mempersonalisasi konten.

4. Video dan Live Commerce

Video menjadi salah satu bahasa utama perdagangan digital saat ini. Meta mencatat, format Live Shopping dan video interaktif menjadi pendorong utama dalam penjualan produk, didukung oleh hampir 2 juta pengiklan yang kini menggunakan Generative AI untuk membuat materi iklan video yang lebih relevan dan variatif bagi audiens yang berbeda.

Meta diketahui tengah menguji cara baru bagi kreator untuk bisa menambahkan tautan produk ke Instagram Reels dan mengakses program afiliasi mereka, sehingga penonton dapat membeli langsung dari konten video. 

5. Perdagangan Lintas Batas dan Peluang Ekonomi Halal

Asia Pasifik kini menjadi pusat perdagangan lintas negara. Tren ini membuka peluang emas bagi ekonomi halal. Dengan infrastruktur digital yang makin matang, berbagai merek lokal Indonesia (khususnya fashion, makanan, dan kosmetik halal) memiliki peluang besar untuk mengekspor produk ke pasar global Muslim. 

Sebaliknya, konsumen juga mendapatkan akses lebih mudah ke produk halal bersertifikat dari luar negeri, memperkaya ekosistem perdagangan syariah digital.

Dari 5 tren tersebut, Lydian menilai ada langkah-langkah yang dapat diambil para pelaku bisnis pada 2026. Langkah tersebut diantaranya berinvestasi pada AI untuk meningkatkan journey pembelian konsumen.

Kemudian, mengintegrasikan Messaging sebagai saluran utama penjualan dan layanan utama untuk konsumen. Berkolaborasi dengan Kreator melalui model afiliasi yang terukur. 

Lalu, memprioritaskan Konten Video Imersif (Live & Reels) untuk penjualan produk secara masif di platform mobile. Terakhir, memperluas cross-border dengan memanfaatkan data untuk mengidentifikasi pasar potensial baru.

Baca juga:  Mengenal Project Nirmala, Metahuman AI Otonom Pertama di Indonesia
 

SEBELUMNYA

Delta Force Invitational Warfare Digelar, RRQx7SINS Jadi Satu-satunya Tim dari Indonesia

BERIKUTNYA

Best Eats by FoodieS 2026 Kembali Digelar, Penghargaan 100 Restoran Terbaik Indonesia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga