Ilustrasi obat. (Sumber gambar: Freepik)

Antivirus Oseltamivir Langka, Penangangan Virus Influenza A Andalkan Vitamin & Sistem Imun

28 November 2025   |   21:45 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Lonjakan kasus influenza di sejumlah daerah di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir, salah satunya dipengaruhi oleh keterbatasan obat antivirus, selain karena penyebaran virus influenza A yang terbilang cepat. Adapun obat yang dimaksud yakni Oseltamivir. 

Spesialis Anak dari Eka Hospital Depok dr. Nadine Shakina Tabit menerangkan, sejak Agustus, antivirus ini tidak ditemukan. Biasanya, dokter meresepkan Oseltamivir untuk mengatasi infeksi virus influenza tipe A atau B. “Sedihnya adalah mulai Agustus udah gak ada Oseltamivir. Dulu saya resep-in (Oseltamivir ke pasien), kalau sekarang enggak,” ujarnya kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Pola Penyebaran Virus Influenza Semakin Sulit Dideteksi, Orangtua Diminta Waspada

Mengutip Halodoc, Oseltamivir dikenal sebagai inhibitor neuraminidase. Setelah diminum, obat ini diubah oleh tubuh menjadi bentuk aktifnya. 

Bentuk aktif ini bekerja dengan cara memblokir enzim (neuraminidase) yang ada di permukaan virus flu. Dengan menghalangi kerja enzim ini, Oseltamivir mencegah virus berkembang biak dan menyebar, sehingga mengurangi keparahan gejala dan memperpendek durasi penyakit. 

“Ya, paling tidak dia itu bisa menurunkan dari gejalanya. Kalau punya itu, dia (Oseltamivir) akan menurunkan kemungkinan terjadi komplikasi,” jelas Nadine. 

Oleh karena itu, dia berharap antivirus ini kembali tersedia untuk menghadapi kasus influenza yang merebak di sejumlah daerah saat ini. “Semoga ada tanda-tanda akan masuk lagi (ke Indonesia),” imbuhnya. 

Adapun dalam menghadapi kasus influenza A yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir, Nadine sejauh ini  mengandalkan pemberian vitamin kepada pasiennya, seperti treatment dalam menghadapi Covid-19. Vitamin yang diberikan seperti Vitamin C diharapkan dapat meningkatkan imunitas pasien yang ditanganinya. 

Dia juga mengimbau agar para orang tua mencukupi asupan cairan pada anak yang sedang terkena influenza A. Dehidrasi katanya sangat penting agar tidak terjadi komplikasi. Pastikan pula mereka mengonsumsi makanan bergizi. 

Selain itu, dia menyarankan agar para orang tua memberikan vaksin influenza kepada anak-anaknya sebagai pencegahan. Dengan vaksin yang diberikan secara tahunan ini, gejala berat bila terinfeksi bisa diminimalisir. 

Nadine menjelaskan bahwa influenza A ini memiliki risiko yang buruk terutama terhadap kesehatan anak, terutama bayi. Adapun masalah yang dihadapi pasien biasanya meliputi otitis media (infeksi telinga) yang bisa berdampak pada gangguan saraf, dan paling berbahaya adalah pneumonia. 

“Pada bayi itu gampang banget untuk dia lebih menjadi berat. Bahkan dia bisa sampai komplikasi ke pneumonia, ke otaknya juga bisa, bahkan ke jantung kan juga sebenarnya bisa,” jelasnya. 

Oleh karena itu, Nadine berharap masyarakat semakin waspada dan tidak ragu untuk melakukan pemeriksaan ketika anak demam lebih dari tiga hari atau tampak tidak seperti biasanya.

Baca juga:  Mengenal Influenza A yang Bukan Sekadar Flu Biasa, Cek Gejala dan Penanganannya

SEBELUMNYA

Film dan Serial tentang Survival di Dunia Distopia yang Wajib Ditonton

BERIKUTNYA

Awas Curhat Sama AI Bisa Bikin Ketergantungan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga