Koleksi Centra Tenun Tajung (Sumber foto: Hypeabis.id/Robby Fathan)

Centra Tenun Tajung Bawa Warisan Wastra Nusantara di SMEXPO 2025

29 November 2025   |   11:41 WIB
Image
Bianca Wanda Zakia Mahasiswa Universitas Bina Nusantara

Centra Tenun Tajung menjadi salah satu pelaku UMKM Palembang yang konsisten merawat warisan wastra Nusantara melalui kain tenun dan jumputan khas daerah. Usaha yang dipimpin oleh Ibu Yati ini bermula dari aktivitas produksi rumahan yang dilakukan tanpa merek dan hanya memasok kebutuhan pasar.

Baru pada 2010, Ibu Yati mulai memiliki inisiatif untuk mengembangkan usaha menjadi galeri kecil di rumah yang kemudian berkembang menjadi Centra Tenun Tajung seperti sekarang. “Dulu kami cuma produksi dan ngisi ke pasar pasar. Cuma semenjak 2010 kami punya ide untuk buka palingnya kecil-kecilan di rumah,” ujar Ibu Yati. 

Baca juga: Ronald Moreno dan Perjalanan Wastra Modern yang Menembus Pasar Global Hadir di SMEXPO 2025

Perubahan tersebut menjadikan usaha ini tidak hanya sebatas proses produksi, tetapi juga wadah penjualan dan pameran karya lokal. Centra Tenun Tajung menawarkan beragam produk mulai dari kain jumputan hingga tenun handmade khas Palembang.

Setiap lembar kain dibuat secara manual dengan proses panjang yang membutuhkan ketelitian tinggi. “Jumputan itu dari bahan putih kita buat pola, dijahit, diikat lalu dicelup. Kalau yang tenun semuanya manual,” jelasnya.

Untuk harga, kain jumputan dibanderol sekitar tiga ratus lima puluh ribu rupiah per tiga meter, sedangkan tenun handmade mencapai empat ratus ribu rupiah per meter.

Tidak hanya berupa kain, Centra Tenun Tajung juga memproduksi pakaian seperti rompi hingga kemeja dengan desain yang dibuat sendiri. Beberapa busana dijual dengan harga Rp750.000 hingga Rp1,5 juta. Seluruh proses dibantu oleh sekitar 30 karyawan yang bekerja dari rumah masing masing.

Penjualan dilakukan melalui galeri rumahan yang terletak di Palembang, tepatnya di kawasan Tuan Kentang. Selain itu, pemasaran dilakukan secara online melalui Instagram dan Shopee yang turut membantu memperluas jangkauan pembeli. “Di rumah sering ada kunjungan kunjungan juga. Online sama jalan,” kata Ibu Yati.

Sejak 2012, Centra Tenun Tajung bergabung dalam pembinaan Pertamina melalui program UMKM. Menurut Ibu Yati, pendampingan tersebut memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan usaha karena memperluas jaringan dan meningkatkan kepercayaan konsumen. “Kalau ikut Pertamina alhamdulillah jadi bisa berkembang,” ujarnya.

Selain itu, bazar juga menjadi strategi penting yang terus dijalankan untuk memperkenalkan produk kepada lebih banyak orang. Meski belum melakukan ekspor karena proses produksi yang membutuhkan waktu lama, Ibu Yati berharap suatu saat produknya dapat dikenal di pasar internasional. “Satu hari satu meter. Jadi kalau orang nanya ekspor belum bisa karena pembuatannya lama,” jelasnya.

Meski begitu, ia tetap optimistis akan peluang perkembangan UMKM lokal ke depan. Ibu Yati pun memberikan pesan kepada anak muda yang ingin memulai usaha. “Harus semangat dan sabar. Karena handmade tidak seperti pabrik, prosesnya panjang,” tuturnya.

Centra Tenun Tajung merupakan salah satu mitra binaan Pertamina dan didukung penuh untuk terus berkembang hingga menembus pasar global.

SEBELUMNYA

F8 Series Jadi Ponsel Flagship Perdana Poco, Cek Spesifikasi dan Harganya

BERIKUTNYA

Ronald Moreno dan Perjalanan Wastra Modern yang Menembus Pasar Global Hadir di SMEXPO 2025

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga