Ilustrasi olahraga padel (Sumber gambar : Freepik)

Asal Usul Padel, Olahraga yang Jadi Bagian Gaya Hidup Modern

26 November 2025   |   14:42 WIB
Image
Nursoko Andhika Setiawan Mahasiswa Universitas Bina Nusantara

Pada tahun 1969, olahraga padel lahir di Meksiko berkat kreativitas Enrique Corcuera. Ia mengubah lapangan squash di rumahnya menjadi arena baru yang menggabungkan unsur squash dan tenis. Ide sederhana ini berkembang menjadi olahraga padel, yang kini dikenal sebagai salah satu olahraga dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Melansir Legend Sport, pada akhir abad ke-20, padel mulai menyebar ke Argentina dan Spanyol, di mana olahraga ini tidak hanya dimainkan sebagai kegiatan fisik, tetapi juga tumbuh menjadi bagian dari budaya populer.

Baca juga: Kenali Jenis-Jenis Raket Padel, Panduan Memilih Sesuai Level Kemahiran

Popularitas padel meningkat karena sifatnya yang dinamis dan mudah dimainkan. Tidak seperti tenis tradisional yang membutuhkan teknik tinggi dan kekuatan fisik, padel justru lebih ramah bagi pemula. Ukuran lapangannya lebih kecil, sehingga permainan berlangsung cepat dan tidak terlalu melelahkan.

Keberadaan dinding kaca yang mengelilingi lapangan membuat bola bisa memantul kembali, menciptakan strategi unik yang tidak ditemukan dalam tenis biasa.

Selain itu, raket padel berbentuk solid dengan lubang dan tidak menggunakan senar seperti raket tenis, sehingga lebih mudah dikendalikan oleh pemain baru. Perbedaan-perbedaan ini membuat padel terasa lebih ringan, cepat, dan mengutamakan kelincahan, bukan sekadar kekuatan.

Padel juga dikenal sebagai olahraga yang menekankan aspek sosial. Sebagian besar permainannya menggunakan format ganda (doubles), yang membuat kerja sama dan komunikasi antar pemain menjadi bagian penting dalam pertandingan. Hal ini menjadikan padel bukan hanya olahraga kompetitif, tetapi juga aktivitas rekreasi yang menyenangkan.

Banyak pemain merasa bahwa padel membantu mereka membangun relasi baru, memperkuat pertemanan, dan menjadi sarana refreshing setelah aktivitas harian. Olahraga ini juga semakin populer karena dapat dimainkan oleh berbagai kelompok usia. Di beberapa negara Timur Tengah seperti Kuwait, padel dikenal sebagai olahraga yang mudah diakses oleh semua tingkatan kebugaran.

Bahkan, lapangan khusus anak-anak mulai dikembangkan dengan ukuran lebih kecil agar generasi muda bisa mengenal padel sejak dini. Penyebarannya pun semakin luas, dari pusat kota hingga wilayah pinggiran, membuktikan bahwa padel dapat beradaptasi dengan berbagai lingkungan.

Selain menjadi olahraga yang menyenangkan, padel membawa banyak manfaat bagi kesehatan fisik. Gerakan cepat dan perubahan arah yang mendadak melatih kekuatan otot, kelincahan, serta daya tahan tubuh. Banyak pemain rutin yang melaporkan peningkatan kebugaran, fleksibilitas, dan kesehatan jantung setelah bermain padel secara teratur.

Karena ritme permainan yang intens tapi ringan, padel memberikan latihan seluruh tubuh tanpa membuat pemain merasa terlalu terbebani.

Lebih dari itu, padel juga bermanfaat secara mental dan sosial. Pertandingan ganda membuat komunikasi dan kekompakan menjadi kunci kemenangan, sehingga membangun rasa percaya diri sekaligus menjalin hubungan sosial yang lebih kuat.

Di banyak komunitas, padel menjadi wadah aktivitas bersama, baik dalam bentuk pertandingan persahabatan maupun turnamen resmi yang menghidupkan semangat masyarakat setempat.

Padel kini bukan hanya olahraga, tetapi bagian dari gaya hidup modern. Kesederhanaan aturannya, suasana sosial yang hangat, serta manfaat kesehatannya membuat banyak orang tertarik untuk mencoba. Dari Amerika, Eropa, hingga Asia, padel terus berkembang dan menciptakan komunitas baru yang bersatu melalui olahraga.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
 

SEBELUMNYA

Review Film The Voice of Hind Rajab, Suara Kecil dari Gaza yang Menggetarkan Dunia

BERIKUTNYA

Sombr: Bintang Baru Gen Z yang Siap Mengguncang Dunia Musik

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga