CEO Trinity Entertainment Network Yonathan Nugroho (dari kiri) Produser Musikal Perahu Kertas & Program Manager Indonesia Kaya Billy Gamaliel, Penulis Novel Perahu Kertas Dee Lestari, Produser Musikal Perahu Kertas Eunike Elisaveta, dan Produser Musikal Perahu Kertas Chriskevin Adefrid berpose bersama usai konferensi pers di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Selasa, (18/11/2025)(Sumber gambar: Robby Fathan/Hypeabis.id)

Alasan Novel Perahu Kertas Bakal Dihidupkan Lagi Lewat Pertunjukan Musikal

20 November 2025   |   15:01 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Setelah sukses dalam bentuk novel, lalu film dan lagu, kini karya Perahu Kertas ciptaan Dee Lestari bakal dialihwanakan ke dalam bentuk teater musikal. Pementasan ini rencananya akan berlangsung pada 30 Januari hingga 15 Februari 2026 di Ciputra Artpreneur, Jakarta, dengan total 21 kali penampilan.

Pementasan ini akan diproduksi langsung oleh Trinity Entertainment Network yang bekerja sama dengan serta Indonesia Kaya. Elemen musiknya akan digarap oleh Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST).

Baca juga: Penulis David Szalay Raih Booker Prize 2025 Lewat Novel Flesh

CEO Trinity Entertainment Network Yonathan Nugroho mengatakan pementasan ini akan menjadi debut perusahaannya dalam memproduksi sebuah musikal. Setelah melalang buana dalam produksi lagu, manajemen artis, hingga film, pihaknya kini memang berusaha melebarkan sayap ke medium seni lain, yakni musikal.

 
CEO Trinity Entertainment Network Yonathan Nugroho (Sumber gambar: Robby Fathan/Hypeabis.id)
Menurunya, saat ini adalah momentum yang tepat untuk menghidupkan kembali salah satu IP ikonik milik Trinity dalam format panggung. Sebab, Yonathan juga mencermati bahwa ekosistem seni pertunjukan semakin berkembang.

"Kami melihat beberapa tahun terakhir ini dunia seni pertunjukan, performing arts di Indonesia ini luar biasa perkembangannya. Kami ingin turut berpartisipasi," ungkap Yonathan.

Yonathan mengatakan Perahu Kertas dipilih sebagai pembuka karena dirinya melihat kisah ini masih sangat relevan untuk diangkat sekarang ke panggung musikal. Cerita tersebut dianggap masih lekat dengan pengalaman banyak orang, terutama mengenai cinta, mimpi, dan keberanian menjadi diri sendiri.

Menurutnya, Perahu Kertas tidak akan menjadi karya musikal biasa. Sebab, karya ini akan jadi perpaduan kompleks antara musik, sastra, dan teater sehingga diharapkan dapat menciptakan pengalaman yang kaya emosi saat menontonnya.

Adapun tema yang akan diangkat kali ini ialah Hidupkan Lagi Mimpi-Mimpi. Sementara itu, sang penulis novel, Dee Lestari, mengungkapkan rasa bangganya karena karyanya kembali diadaptasi ke medium baru. Dia menyebut bahwa kehadiran versi musikal ini merupakan salah satu impiannya yang akhirnya terwujud.

 
Penulis Dee Lestari (Sumber gambar: Robby Fathan/Hypeabis.id)
Dee menjelaskan bahwa Perahu Kertas memiliki arti tersendiri dalam perjalanan kreatifnya. Kisah ini mulai ditulis saat kuliah pada 1996 dan baru terbit pada 2008, lalu berkembang menjadi film, dan kini bakal hidup lagi dalam bentuk teater musikal.

"Hingga saat ini, Perahu Kertas menjadi salah satu karya saya yang paling banyak dibaca, dan saya berharap versi musikal ini dapat menyentuh lebih banyak hati dan mengajak penonton untuk berani hidupkan lagi mimpi-mimpi mereka,” imbuhnya.

Musikal Perahu Kertas akan membawa penonton menyusuri kisah tentang pencarian diri, penerimaan, kehilangan, serta keberanian menyalakan kembali mimpi-mimpi yang sempat padam. Cerita mengajak publik kembali mengikuti perjalanan Kugy dan Keenan, dua anak muda yang tumbuh dengan jiwa seni yang kuat.

Kugy, yang memahami bahwa hidup tak selalu seindah khayalan, menjadikan dunia dongeng sebagai ruang aman tempat ia mengekspresikan diri. Di sisi lain, Keenan, seorang pelukis berbakat, harus berhadapan dengan tekanan dan harapan besar dari sang ayah, sembari mencari jalan agar bisa berkarya dengan bebas meski dunia menuntutnya menjadi sosok lain.

Pertemuan mereka di tengah jutaan manusia terasa seperti jeda yang diberikan semesta. Keduanya dipertemukan dalam fase hidup penuh pilihan, mimpi, dan perasaan yang tak selalu mudah dirumuskan.

Namun, jauh di lubuk hati, baik Kugy maupun Keenan meyakini bahwa pada akhirnya kisah dan karya mereka akan saling bertemu—sebagaimana hati dan mimpi yang memang ditakdirkan untuk bersinggungan.

SEBELUMNYA

7 Cara Berperan Aktif Mencegah Aksi Bullying Menurut Psikolog

BERIKUTNYA

Wisata Berbasis Seni & Budaya di Indonesia Digandrungi Turis Asing

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga