Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno (tengah) membuka Jakarta International Literary Festival (JILF) di Plaza Teater Besar, Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Kamis, (13/11/2025). (Sumber foto: Hypeabis.id/Robby Fathan)

JILF 2025, Festival Sastra yang Mengajak Kembali ke Tanah Air dalam Tubuh Kita

14 November 2025   |   14:06 WIB
Image
Bianca Wanda Zakia Mahasiswa Universitas Bina Nusantara

Jakarta International Literary Festival (JILF) 2025 resmi dibuka dengan suasana hangat dan penuh harapan pada Kamis 13 November 2025. Malam pembukaan yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki Jakarta menghadirkan pernyataan kuat tentang pentingnya sastra sebagai ruang refleksi, penyembuhan, dan solidaritas.

Lia Siagian yang menjadi pembawa acara membuka festival dengan ajakan untuk menyelami tema tahun ini yakni Tanah Air dalam Tubuh Kita. Tema tersebut menjadi dasar bagi perjalanan festival selama empat hari tiga malam.

Tema Tanah Air dalam Tubuh Kita tidak hanya dimaknai sebagai identitas geografis melainkan juga sebagai bagian dari kemanusiaan yang melekat pada setiap manusia. Dalam sambutannya, pihak penyelenggara menekankan bagaimana tema ini menghubungkan tubuh manusia dengan ingatan sejarah luka kolektif serta kekuatan untuk terus bertahan. Sastra dipandang sebagai medium yang menyimpan rasa sekaligus penanda perjalanan manusia menghadapi berbagai krisis.

Baca juga: Barasuara Meriahkan Opening Night Jakarta International Literary Festival 2025

Malam pembukaan juga diisi dengan pengingat akan berbagai krisis kemanusiaan yang tengah terjadi di berbagai penjuru dunia. Dalam sambutannya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno bersama para tamu kehormatan lainnya menyampaikan bahwa festival ini hadir di tengah situasi global yang sarat luka.

Kerusakan lingkungan perampasan ruang hidup genosida serta ketidakadilan yang dibiarkan terus berlangsung menjadi gambaran nyata bahwa kemanusiaan sedang berada dalam fase genting. Oleh karena itu festival sastra dianggap memiliki peran penting sebagai ruang dimana manusia dapat kembali menemukan empati dan kesadaran kolektif.

Sastra disebut sebagai medium yang mampu membantu manusia memproses trauma memahami pengalaman orang lain dan menemukan bahasa untuk hal-hal yang sulit diucapkan. Melalui cerita puisi dan pembacaan karya secara langsung manusia dapat merasakan kembali emosi yang terpendam serta menemukan kekuatan untuk bangkit.

Pada malam pembukaan pula dibacakan puisi-puisi karya penulis dari berbagai kawasan sebagai simbol perjalanan penyembuhan lewat kata dan imajinasi.

Festival tahun ini juga menegaskan bahwa dunia sastra tidak dapat dilepaskan dari dimensi politik. Keputusan politik yang memicu perang penindasan dan ketidakadilan telah menimbulkan luka yang tidak kunjung pulih. Oleh sebab itu JILF 2025 berupaya mempertemukan sastra dengan kesadaran sosial yang lebih luas.

Para kurator festival menyatakan bahwa melalui kerangka kemanusiaan tema Tanah Air dalam Tubuh Kita hendak memberi garis bawah pada sikap politik sastra sebagai bagian dari gerakan publik. 

Dalam kerangka ini sastra menjadi bagian dari perlawanan terhadap segala akibat dari keputusan yang mencederai kemanusiaan sekaligus berupaya mengembalikan martabat kemanusiaan kepada hakikatnya. Dengan demikian festival sastra dapat dibaca sebagai implementasi praktis gerakan perlawanan dan beriringan dengan gerakan solidaritas guna menegaskan kembali kemanusiaan di Tanah Air. 

Selain menghadirkan diskusi penulis festival ini memperkuat status kota sebagai kota literasi yang diakui secara global. Salah seorang penulis sekaligus profesor sejarah Indonesia menegaskan bahwa tema festival mengajak kita untuk merenungkan interpretasi yang beragam inklusif dan adil tentang tanah air melampaui definisi sempit dan eksklusif tentang sebuah bangsa. 

Ketua Dewan Kesenian Jakarta menyatakan bahwa perhelatan ini menjadi titik temu atau ruang terbuka bagi berbagai kepentingan politik agama dan ekonomi. Penyelenggaraan festival ini kemudian terbagi dalam sejumlah program yang dirancang untuk menyentuh berbagai lapisan masyarakat dan ragam pengalamannya.

Program-program seperti Bincang Penulis yang mempertemukan penulis dari berbagai daerah dan luar negeri Baca Kata atau Reading Night yang menghadirkan pembacaan karya dari penulis serta Tumbuh dan Merambat atau Live Mural yang menampilkan proses pembuatan mural oleh seniman dengan interpretasi visual masing-masing semuanya dirancang untuk mewujudkan tema tanah air tubuh manusia dan kemanusiaan.

Dukungan kepada komunitas literasi dan budaya juga dihadirkan lewat Program Kolaborasi atau Fringe Events berupa peluncuran buku dan diskusi isu aktual Pasar Kata atau Community Showcase yang mempertemukan berbagai komunitas literasi dan budaya serta Pasar Buku atau Bazaar. Semua rangkaian acara itu kemudian diakhiri dengan Pentas Kata atau Performance yang menjadi penutup festival. 

Malam pembukaan JILF 2025 diakhiri dengan ajakan untuk menjadikan sastra sebagai bagian dari gerakan solidaritas. Para hadirin diajak untuk menggemakan kembali Tanah Air dalam Tubuh Kita sebagai bentuk keberpihakan pada manusia dan kehidupan.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Gol Rizky Ridho Masuk Nominasi Puskas Awards 2025, Begini Cara Votenya

BERIKUTNYA

Taylor Swift Jadi Artis Termuda yang Masuk Nominasi Songwriters Hall of Fame

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga