Barasuara Meriahkan Opening Night Jakarta International Literary Festival 2025
14 November 2025 |
10:29 WIB
Pembukaan Jakarta International Literary Festival (JILF) 2025 berlangsung meriah di Plaza Teater Besar, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada Kamis (13/11/2025). Sorotan utama acara pembuka kali ini adalah penampilan band Barasuara, yang sukses membangkitkan semangat penonton dengan energi dan musikalitas khas mereka.
JILF 2025, yang mengusung tema “Homeland in Our Bodies”, menjadi ajang pertemuan antara sastra, musik, dan seni lintas budaya. Festival ini berlangsung selama empat hari, mulai 13 hingga 16 November 2025, dan menghadirkan penulis, musisi, serta seniman dari dalam maupun luar negeri.
Baca juga: Penulis David Szalay Raih Booker Prize 2025 Lewat Novel Flesh
Meski berfokus pada sastra, JILF dikenal selalu menghadirkan unsur pertunjukan yang kuat untuk menjembatani karya tulis dengan ekspresi seni lainnya. Tahun ini, Barasuara menjadi pembuka yang sempurna.
Sejak lagu pertama dibawakan, Barasuara langsung menyulut euforia. Dentuman drum, petikan gitar, serta harmoni vokal khas mereka berhasil memikat penonton yang memenuhi area plaza. Lagu-lagu seperti Samara dan Bahas Bahasa membuat penonton ikut bernyanyi dan bergerak bersama, menjadikan suasana pembukaan terasa hidup dan bersemangat.
Dengan gaya panggung yang enerjik, Iga Massardi (vokalis sekaligus gitaris) bersama para personel lainnya yaitu Asteriska, Poppy Sovia, Gerald Situmorang, Marco Steffiano, dan Tjatur Bagus menghadirkan penampilan yang bukan hanya musikal, tetapi juga penuh makna.
Melalui lirik-lirik puitis yang mereka bawakan, Barasuara seolah menegaskan bahwa musik juga bisa menjadi bentuk sastra yang hidup, dekat dengan manusia dan pengalaman sehari-hari.
Dalam salah satu momen di panggung, Iga menyampaikan rasa bangganya bisa tampil di festival literasi berskala internasional. “Bagi kami, lirik adalah puisi yang dinyanyikan. Kami percaya musik dan sastra punya akar yang sama yaitu keduanya lahir dari rasa dan pengalaman manusia,” ujar Iga disambut tepuk tangan meriah dari penonton.
Penampilan Barasuara malam itu seolah menjadi simbol pembuka perjalanan JILF 2025. Festival ini tidak hanya merayakan keindahan kata, tetapi juga mempertemukan berbagai bentuk ekspresi yang berakar pada identitas dan pengalaman tubuh, sesuai dengan tema “Homeland in Our Bodies.”
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menegaskan dukungannya terhadap geliat literasi ibu kota melalui pembukaan resmi JILF 2025 oleh Wakil Gubernur Rano Karno. Dalam sambutannya, Rano menyebut bahwa festival ini selaras dengan upaya Jakarta memperluas akses literasi mulai dari taman baca, perpustakaan digital, hingga ruang baca publik yang dapat diakses lebih lama.
Ia menilai JILF menjadi bukti bahwa ekosistem literasi lahir dari kolaborasi banyak pihak, dan akan menjadi bagian penting dari perjalanan Jakarta menuju usia ke-500 sebagai kota yang lebih cerdas dan berkelanjutan.
Selama empat hari, JILF menghadirkan forum penulis mancanegara, pembacaan puisi, serta pasar buku yang merayakan industri penerbitan independen. Rano juga menyampaikan apresiasinya kepada Dewan Kesenian Jakarta, kurator, penulis, komunitas literasi, dan seluruh pihak yang menghidupkan festival ini.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
JILF 2025, yang mengusung tema “Homeland in Our Bodies”, menjadi ajang pertemuan antara sastra, musik, dan seni lintas budaya. Festival ini berlangsung selama empat hari, mulai 13 hingga 16 November 2025, dan menghadirkan penulis, musisi, serta seniman dari dalam maupun luar negeri.
Baca juga: Penulis David Szalay Raih Booker Prize 2025 Lewat Novel Flesh
Meski berfokus pada sastra, JILF dikenal selalu menghadirkan unsur pertunjukan yang kuat untuk menjembatani karya tulis dengan ekspresi seni lainnya. Tahun ini, Barasuara menjadi pembuka yang sempurna.
Sejak lagu pertama dibawakan, Barasuara langsung menyulut euforia. Dentuman drum, petikan gitar, serta harmoni vokal khas mereka berhasil memikat penonton yang memenuhi area plaza. Lagu-lagu seperti Samara dan Bahas Bahasa membuat penonton ikut bernyanyi dan bergerak bersama, menjadikan suasana pembukaan terasa hidup dan bersemangat.
Dengan gaya panggung yang enerjik, Iga Massardi (vokalis sekaligus gitaris) bersama para personel lainnya yaitu Asteriska, Poppy Sovia, Gerald Situmorang, Marco Steffiano, dan Tjatur Bagus menghadirkan penampilan yang bukan hanya musikal, tetapi juga penuh makna.
Melalui lirik-lirik puitis yang mereka bawakan, Barasuara seolah menegaskan bahwa musik juga bisa menjadi bentuk sastra yang hidup, dekat dengan manusia dan pengalaman sehari-hari.
Dalam salah satu momen di panggung, Iga menyampaikan rasa bangganya bisa tampil di festival literasi berskala internasional. “Bagi kami, lirik adalah puisi yang dinyanyikan. Kami percaya musik dan sastra punya akar yang sama yaitu keduanya lahir dari rasa dan pengalaman manusia,” ujar Iga disambut tepuk tangan meriah dari penonton.
Penampilan Barasuara malam itu seolah menjadi simbol pembuka perjalanan JILF 2025. Festival ini tidak hanya merayakan keindahan kata, tetapi juga mempertemukan berbagai bentuk ekspresi yang berakar pada identitas dan pengalaman tubuh, sesuai dengan tema “Homeland in Our Bodies.”
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menegaskan dukungannya terhadap geliat literasi ibu kota melalui pembukaan resmi JILF 2025 oleh Wakil Gubernur Rano Karno. Dalam sambutannya, Rano menyebut bahwa festival ini selaras dengan upaya Jakarta memperluas akses literasi mulai dari taman baca, perpustakaan digital, hingga ruang baca publik yang dapat diakses lebih lama.
Ia menilai JILF menjadi bukti bahwa ekosistem literasi lahir dari kolaborasi banyak pihak, dan akan menjadi bagian penting dari perjalanan Jakarta menuju usia ke-500 sebagai kota yang lebih cerdas dan berkelanjutan.
Selama empat hari, JILF menghadirkan forum penulis mancanegara, pembacaan puisi, serta pasar buku yang merayakan industri penerbitan independen. Rano juga menyampaikan apresiasinya kepada Dewan Kesenian Jakarta, kurator, penulis, komunitas literasi, dan seluruh pihak yang menghidupkan festival ini.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.