Lantunan Nostalgia Candra Darusman Satukan Generasi di Jazz Goes to Campus 2025
09 November 2025 |
19:51 WIB
Musisi senior Indonesia, Candra Darusman, sukses menyihir penonton Jazz Goes to Campus (JGTC) 2025 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia. Penyanyi sekaligus penulis lagu era 1970-an itu menghipnotis penonton melalui lagu-lagu lama yang lekat di telinga pencinta musik pop-jazz Indonesia.
Namun, Candra tak tampil sendirian. Ditemani musisi dari generasi yang lebih muda, dia tampil energik bersama Bilal Indrajaya, Monita Tahalea, dan Ardhito Pramono. Konser ini juga menjadi pembuka malam yang kian ramai di ajang tahunan JGTC 2025, pada Minggu (9/11/2025).
Baca juga: Dari Hutan Depok, Lomba Sihir Menyulap Sore Jadi Panggung Magis
Penampilan kolaborasi tersebut dimulai pukul 17.30 WIB di Bale Stage, yang sudah dipenuhi para pengunjung. Mereka yang tak kebagian tempat di depan panggung rela berdiri atau duduk di depan layar untuk menikmati suguhan tersebut.
Pada kesempatan itu, Candra mengenalkan rangkaian lagu yang masuk dalam album Detik Waktu #2: Perjalanan Karya Cipta Candra Darusman, yang dibuka dengan sesi jamming bersama musisi pengiring, Nikita Dompas & Detik Waktu Quartet.
Kolaborasi lintas generasi ini dimulai lewat duet dengan Bilal Indrajaya lewat lagu Ku Tak Tahu Apa yang Kuinginkan, dan Hanya Membekas Kini. Kemunculan Bilal membuat penonton histeris dan meneriakkan namanya.
“Tidak hanya Bilal yang membantu kita berkolaborasi. Kita panggil kolaborator lain yang akan memeriahkan malam ini — Monita Tahalea,” ujar Candra sambil jemarinya memainkan tuts piano.
Setelah itu, mereka melantunkan lagu Perkenalan Perdana yang menceritakan tentang kekaguman seseorang terhadap sosok yang baru dikenalnya. Bersama penyanyi jebolan ajang pencarian bakat Indonesian Idol itu, Candra juga membawakan lagu Bulan Tercinta.
“Teman-teman semua, lagu berikutnya adalah lagu yang sangat spesial buat kami, karena lagu ini dibuat oleh teman-teman yang sudah mendahului kami. Dalam lagu ini saya akan berduet dengan Monita,” imbuhnya.
Setelah lagu tersebut, Candra juga memainkan instrumen Barcelona, karya Fariz RM. Lagu yang mengangkat perspektif cinta antara orang Barat dan Timur itu diaransemen ulang dengan sentuhan jazz yang kental dan berhasil memukau penonton — tak hanya dari kalangan dewasa, tetapi juga anak muda.
Konser terus berlanjut dengan lagu-lagu lama yang diaransemen kembali oleh Candra dan sejumlah musisi Indonesia lainnya. Termasuk di antaranya Hatiku, yang dibawakan oleh Ardhito Pramono, serta Kekagumanku, di mana Bilal dan Monita kembali naik ke panggung untuk berduet bersama.
Suara keempat penyanyi yang berkolaborasi itu berpadu dengan lantunan para penggemar di seluruh area panggung. Para instrumentalis juga menunjukkan kebolehannya masing-masing di tengah-tengah lagu.
Selain Candra Darusman, JGTC 2025 juga dimeriahkan oleh Barry Likumahuwa and The Rhythm Service yang berkolaborasi dengan Indra Dauna dan Rega Dauna untuk mempersembahkan Tribute to Stevie Wonder. Sementara Galaxy Big Band tampil bersama Alonzo Brata membawakan karya-karya Frank Sinatra.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Namun, Candra tak tampil sendirian. Ditemani musisi dari generasi yang lebih muda, dia tampil energik bersama Bilal Indrajaya, Monita Tahalea, dan Ardhito Pramono. Konser ini juga menjadi pembuka malam yang kian ramai di ajang tahunan JGTC 2025, pada Minggu (9/11/2025).
Baca juga: Dari Hutan Depok, Lomba Sihir Menyulap Sore Jadi Panggung Magis
Penampilan kolaborasi tersebut dimulai pukul 17.30 WIB di Bale Stage, yang sudah dipenuhi para pengunjung. Mereka yang tak kebagian tempat di depan panggung rela berdiri atau duduk di depan layar untuk menikmati suguhan tersebut.
Pada kesempatan itu, Candra mengenalkan rangkaian lagu yang masuk dalam album Detik Waktu #2: Perjalanan Karya Cipta Candra Darusman, yang dibuka dengan sesi jamming bersama musisi pengiring, Nikita Dompas & Detik Waktu Quartet.
Kolaborasi lintas generasi ini dimulai lewat duet dengan Bilal Indrajaya lewat lagu Ku Tak Tahu Apa yang Kuinginkan, dan Hanya Membekas Kini. Kemunculan Bilal membuat penonton histeris dan meneriakkan namanya.
“Tidak hanya Bilal yang membantu kita berkolaborasi. Kita panggil kolaborator lain yang akan memeriahkan malam ini — Monita Tahalea,” ujar Candra sambil jemarinya memainkan tuts piano.

Musisi Candra Darusman tampil bersama Bilal Indrajaya, Monita Tahalea, dan Ardhito Pramono di Jazz Goes to Campus 2025, Minggu (9/11/2025). (Sumber foto: Hypeabis.id/Eusebio Chrysnamurti)
Setelah itu, mereka melantunkan lagu Perkenalan Perdana yang menceritakan tentang kekaguman seseorang terhadap sosok yang baru dikenalnya. Bersama penyanyi jebolan ajang pencarian bakat Indonesian Idol itu, Candra juga membawakan lagu Bulan Tercinta.
“Teman-teman semua, lagu berikutnya adalah lagu yang sangat spesial buat kami, karena lagu ini dibuat oleh teman-teman yang sudah mendahului kami. Dalam lagu ini saya akan berduet dengan Monita,” imbuhnya.
Setelah lagu tersebut, Candra juga memainkan instrumen Barcelona, karya Fariz RM. Lagu yang mengangkat perspektif cinta antara orang Barat dan Timur itu diaransemen ulang dengan sentuhan jazz yang kental dan berhasil memukau penonton — tak hanya dari kalangan dewasa, tetapi juga anak muda.
Konser terus berlanjut dengan lagu-lagu lama yang diaransemen kembali oleh Candra dan sejumlah musisi Indonesia lainnya. Termasuk di antaranya Hatiku, yang dibawakan oleh Ardhito Pramono, serta Kekagumanku, di mana Bilal dan Monita kembali naik ke panggung untuk berduet bersama.
Suara keempat penyanyi yang berkolaborasi itu berpadu dengan lantunan para penggemar di seluruh area panggung. Para instrumentalis juga menunjukkan kebolehannya masing-masing di tengah-tengah lagu.
Selain Candra Darusman, JGTC 2025 juga dimeriahkan oleh Barry Likumahuwa and The Rhythm Service yang berkolaborasi dengan Indra Dauna dan Rega Dauna untuk mempersembahkan Tribute to Stevie Wonder. Sementara Galaxy Big Band tampil bersama Alonzo Brata membawakan karya-karya Frank Sinatra.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.