Roemah Koffie bersama Yayasan JHL Merah Putih Kasih berkolaborasi dengan Universitas Diponegoro dan Universitas Katolik Soegijapranata meluncurkan inisiatif Program Seribu Sarjana Pertanian (sumber : Roemah Koffie)

Roemah Koffie Dukung Keberlanjutan Kopi Lokal Lewat Program Seribu Sarjana Pertanian

05 November 2025   |   10:44 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Industri kopi Indonesia kian bergairah. Dari kedai kecil di sudut kota hingga panggung internasional, kopi nusantara terus menjadi primadona. Tak hanya menjadi bagian dari gaya hidup, kopi menjelma sebagai sektor strategis yang menggerakkan roda ekonomi kreatif nasional.

Di balik secangkir kopi yang dinikmati masyarakat urban, ada tangan-tangan petani muda yang menjadi garda depan keberlanjutan industri ini. 

Baca juga: Angkat Asal Usul Kopi Dunia, Bacha Coffee Rilis Film Dokumenter Ethiopia: The Cradle of Coffee

Menyadari pentingnya regenerasi di sektor hulu, Roemah Koffie bersama Yayasan JHL Merah Putih Kasih berkolaborasi dengan Universitas Diponegoro dan Universitas Katolik Soegijapranata meluncurkan inisiatif Program Seribu Sarjana Pertanian, yang diresmikan melalui penandatanganan MoU di Jakarta Coffee Week 2025, ICE BSD City, Minggu (2/11).

Direktur Kuliner Kementerian Ekonomi Kreatif Andy Ruswar menegaskan bahwa sinergi antara dunia pendidikan, pertanian, dan industri kreatif menjadi kunci agar kopi Indonesia tidak hanya kuat secara rasa, tetapi juga berdaya saing global.

“Indonesia punya lebih dari 1,5 juta hektare lahan kopi dan potensi luar biasa di baliknya. Namun masa depan industri ini bergantung pada inovasi dan semangat generasi muda yang mau turun ke ladang,” ujarnya.

Subsektor kuliner termasuk kopi kini menjadi penyumbang terbesar terhadap PDB ekonomi kreatif, yakni sekitar 40 persen. “Program seperti Seribu Sarjana Pertanian ini penting untuk memastikan keberlanjutan, karena pendidikan adalah akar dari inovasi,” kata Andy.


Generasi Kopi

Program Seribu Sarjana Pertanian merupakan inisiatif sosial berkelanjutan dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih sejak 2024. Program ini memberikan beasiswa UKT per semester dan uang saku bulanan bagi mahasiswa pertanian berprestasi dari keluarga kurang mampu.

Kolaborasi dengan universitas mitra diharapkan memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang pertanian, khususnya di rantai nilai kopi Indonesia.

CEO Roemah Koffie Felix TJ mengatakan bahwa pendidikan merupakan pondasi utama keberlanjutan industri kopi.

“Setiap cangkir kopi yang kita nikmati hari ini dimulai dari tangan-tangan muda di ladang. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan masa depan kopi Indonesia dimulai dari pendidikan,” ungkapnya.

Menurutnya, program ini juga menjadi perpanjangan dari Roemah Koffie Academy, yang selama ini aktif menggelar pelatihan barista, kompetisi latte art, dan workshop kopi di berbagai daerah.

“Kami tidak hanya bicara tentang rasa kopi, tapi juga tentang bagaimana ilmu dan nilai hidup bisa menumbuhkan masa depan yang lebih baik bagi petani muda,” ujarnya.

Keterlibatan dua universitas besar ini diharapkan memperkuat transfer ilmu dan teknologi pertanian agar dapat diterapkan secara nyata di lapangan.

Ahmad Ni’matullah Al-Baarri, Ketua Departemen Pertanian Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP menjelaskan bahwa kolaborasi ini bukan hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian.

Sementara itu, Prof. Dr. Berta Bekti Retnawati, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unika Soegijapranata, menekankan pentingnya membentuk generasi petani yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Dari Sampah Jadi Berkah, Pesantren Krapyak Wujudkan Swakelola dan Energi Mandiri

BERIKUTNYA

Empat Huruf, Seribu Makna: Bagaimana MBTI Berubah Menjadi Identitas Sosial Generasi Muda

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga