Influenza (Sumber gambar: Pexels/Andrea Piacquadio)

Mengenal Perbedaan Common Cold & Influenza, Penyakit Rawan di Musim Hujan

04 November 2025   |   17:00 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Memasuki musim pancaroba, kondisi cuaca yang berubah-ubah sering membuat tubuh lebih mudah terserang penyakit. Angin lembap, hujan tiba-tiba, dan suhu yang tidak stabil dapat melemahkan sistem kekebalan, terutama pada anak-anak.

Di antara penyakit yang paling sering ditemui adalah common cold dan influenza. Keduanya sama-sama menyerang saluran napas dan sering dianggap mirip karena gejalanya terkadang terlihat serupa. Namun, kedua penyakit ini sebenarnya punya perbedaan.

Baca juga: Mengenal Influenza A yang Bukan Sekadar Flu Biasa, Cek Gejala dan Penanganannya

Dokter Spesialis Anak Mesty Ariotedjo menjelaskan bahwa common cold dan influenza sering dianggap sama, padahal keduanya memiliki perbedaan yang cukup jelas. Menurutnya, masyarakat perlu untuk mengetahui perbedaan ini, terutama bagi orang tua, agar langkah perawatannya bisa lebih tepat.

Common cold adalah infeksi virus pada saluran pernapasan bagian atas seperti hidung, tenggorokan, dan sinus. Gejalanya biasanya ringan, seperti hidung tersumbat atau berair, bersin-bersin, sakit tenggorokan, batuk ringan hingga sedang, sakit kepala ringan, mata berair, dan terkadang demam yang tidak terlalu tinggi. Penderita juga sering merasa lemas, tapi masih bisa beraktivitas ringan.

Penyebab common cold bisa berasal dari berbagai jenis virus, di antaranya Rhinovirus, Coronavirus, Adenovirus, hingga RSV. Karena jenis virusnya beragam, seseorang bisa mengalami common cold beberapa kali dalam setahun.

Sementara itu, influenza adalah infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh virus influenza tipe A, B, atau kadang tipe C. Penyakit ini cenderung muncul secara tiba-tiba dengan gejala yang lebih berat, seperti demam tinggi, menggigil, batuk parah, nyeri otot hebat, dan tubuh terasa sangat lemah. Karena dampaknya lebih serius, influenza sering membutuhkan istirahat total dan perhatian medis yang lebih intensif.

"Influenza biasanya menimbulkan gejala yang lebih berat dan datang tiba-tiba seperti demam tinggi, nyeri otot dan linu tubuh, sedangkan common cold sering kali lebih ringan dengan gejala seperti hidung tersumbat, bersin atau gatal tenggorokan," ungkap dokter Mesty dalam diskusi Memahami Influenza dan Common Cold: Menjaga Kesehatan Keluarga di Akhir Tahun secara daring.

Meskipun common cold dan influenza memiliki perbedaan pada tingkat keparahan dan gejalanya, keduanya sebenarnya dapat dicegah dengan langkah pencegahan yang serupa. Dokter Mesty menjelaskan bahwa ada beberapa cara sederhana yang dapat diterapkan di rumah untuk mengurangi risiko tertular maupun mempercepat pemulihan saat sakit.

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah menjaga kondisi tubuh tetap prima. Caranya dengan cukup tidur, memenuhi kebutuhan cairan, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Vitamin C dan D juga dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh lebih siap menghadapi perubahan cuaca.

Selain itu, penggunaan masker serta menjaga etika batuk dan bersin penting untuk mencegah penularan kepada orang di sekitar. Bila gejala tidak kunjung membaik dalam tiga hari atau disertai demam tinggi, sebaiknya segera konsultasi ke dokter. Vaksinasi influenza tahunan juga dapat dilakukan jika diperlukan, terutama bagi anak-anak, orang dewasa, hingga lansia sebagai bentuk perlindungan tambahan.

Segendang sepenarian, Chief Marketing Officer Halodoc, Fibriyani Elastria, membenarkan bahwa periode akhir tahun memang membuat orang rentan terkena penyakit. Sebab, akhir tahun yang kerap bertepatan dengan musim hujan membuat angka penyakit, terutama yang menyerang saluran pernapasan, cenderung meningkat. 

Perubahan cuaca yang drastis dan meningkatnya mobilitas masyarakat di momen liburan menjadi faktor yang memperbesar risiko tersebut. Dalam laporan Indonesia Health Insights Report 2025 dari Halodoc, tercatat bahwa 40 persen keluarga Indonesia pernah mengalami masalah kesehatan yang mengganggu rencana liburan akhir tahun. 

Menariknya, dalam laporan tersebut, dampak terbesar justru dialami oleh ibu sebagai pengasuh utama dalam keluarga, yakni sebear 32 persen. Kemudian, disusul oleh anak-anak sebear 28 persen. Hal ini menunjukkan bahwa peran orang tua dalam menjaga kesehatan keluarga menjadi penting.

Adapun, terkait dengan jenis penyakitnya, lebih banyak kasua common cold, demam, batuk, dan flu. Oleh karena itu, Fibriyani mengimbau masyarakat untuk memprioritaskan pencegahan dan menjaga kondisi tubuh sebelum melakukan perjalanan atau aktivitas liburan.

Jangan sampai rencana yang sudah disusun matang, katanya, justru harus tertunda hanya karena ada anggota keluarga yang jatuh sakit.

Baca juga: Kasus Influenza A di Indonesia Sedang Tinggi, Cek Penyebab dan Cara Pencegahannya

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Dari Homeland hingga Scandal, Ini 5 Serial Thriller Politik Terbaik yang Wajib Genhype Tonton

BERIKUTNYA

Film-film Sains yang Tayang di Science Film Festival 2025 Indonesia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga