Mengenal Jenis-jenis Acne Scar, dari Penyebab sampai Perawatannya
27 October 2025 |
19:00 WIB
Jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang paling umum dan dapat dialami oleh siapa saja, baik remaja maupun orang dewasa. Meskipun bisa sembuh, jerawat sering meninggalkan bekas luka yang membuat tekstur kulit tidak merata dan mengalami perubahan warna. Kondisi ini biasanya disebut bopeng.
Mengutip Healthline, bekas jerawat atau acne scars bisa terbentuk akibat proses penyembuhan kulit yang tidak sempurna, di mana produksi kolagen bisa terlalu sedikit atau justru berlebihan. Akibatnya, permukaan kulit menjadi tidak rata bisa tampak cekung, menonjol, atau mengalami perubahan warna.
Baca Juga: Wulan Guritno Ungkap Perjalanan 20 Tahun Melawan Jerawat Hormonal dan Rasa Insecure
Secara medis, bekas jerawat terbagi menjadi beberapa jenis dengan karakteristik dan penyebab yang berbeda. Masing-masing memerlukan pendekatan perawatan yang berbeda pula, tergantung pada kedalaman luka dan respon kulit terhadap penyembuhan. Berikut berbagai jenis bekas jerawat mulai dari karakteristik, penyebab, sampai penanganannya.
Ice pick scars, yaitu lubang kecil, sempit, dan dalam seperti bekas tusukan jarum; biasanya muncul di area pipi atau dagu.
Boxcar scars, yaitu cekungan dengan tepi yang tajam dan datar di bagian bawahnya; biasanya berdiameter sedang dan terlihat jelas ketika terkena cahaya.
Rolling scars, yaitu bekas luka yang lebih dangkal dengan tepi miring, membuat kulit tampak bergelombang atau tidak rata.
Jenis ini sulit dihilangkan dengan krim biasa, tetapi dapat diratakan dengan perawatan seperti microneedling, laser resurfacing, subcision, atau chemical peeling.
Walaupun menonjol, jaringan parut ini biasanya tidak melampaui batas area jerawat asli. Warna bekas luka bisa sama dengan kulit atau sedikit kemerahan. Perawatan yang umum digunakan meliputi suntikan kortikosteroid untuk mengempiskan jaringan parut, laser therapy, atau penggunaan silikon gel.
Keloid biasanya memiliki tekstur keras, kenyal, dan berwarna merah muda, ungu, atau lebih gelap dari kulit sekitarnya. Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang dengan warna kulit gelap. Keloid biasanya menimbulkan rasa gatal atau nyeri. Perawatannya lebih kompleks dan bisa meliputi suntikan kortikosteroid, terapi laser, cryotherapy atau pembekuan jaringan, bahkan pembedahan kecil meski berisiko tumbuh kembali.
Jenis ini lebih umum terjadi pada kulit sawo matang hingga gelap. Berbeda dari bekas bopeng, PIH tidak menyebabkan perubahan tekstur kulit, hanya perubahan warna. Bekas ini dapat memudar dengan waktu, tetapi prosesnya bisa dipercepat dengan penggunaan bahan aktif seperti niacinamide, retinoid, vitamin C, AHA/BHA, dan tabir surya untuk mencegah pigmentasi makin gelap.
Baca Juga: Benarkah Kopi Bisa Memicu Jerawat? Ini Faktanya
Mengutip Healthline, bekas jerawat atau acne scars bisa terbentuk akibat proses penyembuhan kulit yang tidak sempurna, di mana produksi kolagen bisa terlalu sedikit atau justru berlebihan. Akibatnya, permukaan kulit menjadi tidak rata bisa tampak cekung, menonjol, atau mengalami perubahan warna.
Baca Juga: Wulan Guritno Ungkap Perjalanan 20 Tahun Melawan Jerawat Hormonal dan Rasa Insecure
Secara medis, bekas jerawat terbagi menjadi beberapa jenis dengan karakteristik dan penyebab yang berbeda. Masing-masing memerlukan pendekatan perawatan yang berbeda pula, tergantung pada kedalaman luka dan respon kulit terhadap penyembuhan. Berikut berbagai jenis bekas jerawat mulai dari karakteristik, penyebab, sampai penanganannya.
1. Atrophic Acne Scars
Atrophic scars adalah jenis bekas jerawat yang paling umum terjadi karena hilangnya jaringan kulit atau kolagen selama proses penyembuhan jerawat. Saat jerawat meradang, jaringan kulit rusak. Jika tubuh tidak memproduksi cukup kolagen untuk memperbaikinya, maka terbentuklah lekukan atau cekungan di permukaan kulit. Terdapat tiga tipe utama atrophic scars, yakniIce pick scars, yaitu lubang kecil, sempit, dan dalam seperti bekas tusukan jarum; biasanya muncul di area pipi atau dagu.
Boxcar scars, yaitu cekungan dengan tepi yang tajam dan datar di bagian bawahnya; biasanya berdiameter sedang dan terlihat jelas ketika terkena cahaya.
Rolling scars, yaitu bekas luka yang lebih dangkal dengan tepi miring, membuat kulit tampak bergelombang atau tidak rata.
Jenis ini sulit dihilangkan dengan krim biasa, tetapi dapat diratakan dengan perawatan seperti microneedling, laser resurfacing, subcision, atau chemical peeling.
2. Hypertrophic Acne Scars
Berbeda dari atrophic scars, hypertrophic scars terbentuk ketika tubuh memproduksi kolagen secara berlebihan saat proses penyembuhan luka jerawat. Akibatnya, muncul jaringan parut yang menonjol di atas permukaan kulit. Jenis ini biasanya muncul di area yang memiliki ketegangan kulit tinggi seperti rahang, dada, atau punggung.Walaupun menonjol, jaringan parut ini biasanya tidak melampaui batas area jerawat asli. Warna bekas luka bisa sama dengan kulit atau sedikit kemerahan. Perawatan yang umum digunakan meliputi suntikan kortikosteroid untuk mengempiskan jaringan parut, laser therapy, atau penggunaan silikon gel.
3. Keloid Acne Scars
Keloid scars adalah bentuk yang lebih ekstrem dari hypertrophic scars. Pada jenis ini, produksi kolagen berlebih menyebabkan jaringan parut tumbuh melampaui area luka awal, bahkan bisa terus membesar setelah jerawat sembuh.Keloid biasanya memiliki tekstur keras, kenyal, dan berwarna merah muda, ungu, atau lebih gelap dari kulit sekitarnya. Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang dengan warna kulit gelap. Keloid biasanya menimbulkan rasa gatal atau nyeri. Perawatannya lebih kompleks dan bisa meliputi suntikan kortikosteroid, terapi laser, cryotherapy atau pembekuan jaringan, bahkan pembedahan kecil meski berisiko tumbuh kembali.
4. Post-Inflammatory Hyperpigmentation (PIH)
Meskipun secara teknis bukan bekas luka parut, PIH sering disebut sebagai bekas jerawat karena menyebabkan perubahan warna kulit setelah jerawat sembuh. PIH terjadi akibat peningkatan produksi melanin setelah peradangan pada kulit. Akibatnya, muncul noda berwarna cokelat, hitam, atau kemerahan pada area bekas jerawat.Jenis ini lebih umum terjadi pada kulit sawo matang hingga gelap. Berbeda dari bekas bopeng, PIH tidak menyebabkan perubahan tekstur kulit, hanya perubahan warna. Bekas ini dapat memudar dengan waktu, tetapi prosesnya bisa dipercepat dengan penggunaan bahan aktif seperti niacinamide, retinoid, vitamin C, AHA/BHA, dan tabir surya untuk mencegah pigmentasi makin gelap.
Baca Juga: Benarkah Kopi Bisa Memicu Jerawat? Ini Faktanya
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.